"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Takut saat wawancara kerja? 7 tips psikolog untuk tetap tenang

Pernahkah kalian merasa gugup menjelang wawancara kerja? Jantung tiba-tiba berdebar dua kali lipat, keringat dingin melanda, hingga kepala terasa pusing. Terlebih, saat nama kalian dipanggil untuk menemui pewawancara. Rasa gugup menghadapi interview kerja merupakan hal yang wajar, namun jika dibiarkan bisa membuat pikiran kalian buyar di hadapan perekrut.

Mengapa rasa cemas tersebut bisa muncul tiba-tiba? Untuk menjawabnya, seorang ahli psikologi menjelaskan situasi yang sering dialami pencari kerja sebelum melakukan sesi tanya jawab. Menurutnya, rasa cemas merupakan reaksi alami ketika seseorang berada dalam situasi menegangkan atau tidak nyaman, termasuk saat wawancara kerja.

Pemicu Cemas Berlebihan

Rasa cemas memang normal, tapi kadang bisa berlebihan. Rasa gundah dan gelisah bisa berkembang menjadi masalah serius, apalagi saat wawancara kerja berlangsung. Saking parahnya, seseorang bisa sesak napas hingga merasakan sensasi seperti serangan jantung. Dalam konteks wawancara kerja, cemas berlebih bisa terjadi ketika persiapan belum matang, belum memahami materi yang akan dibahas, serta ekspetasi yang berlebihan.

Secara psikologis, stres cenderung muncul ketika seseorang menaruh harapan besar pada dirinya sendiri. Saat ekspetasinya tinggi, individu memiliki rasa takut untuk gagal. Kemudian muncul rasa cemas. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab cemas agar dapat mengatasinya dengan lebih baik.

Tips Atasi Rasa Gugup Sebelum Wawancara

Rasa gugup sebelum wawancara sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa cara. Untuk mengurangi rasa cemas, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan jauh-jauh hari sebelum hari H interview kerja:

  1. Mempersiapkan diri secara mental

    Salah satu langkah penting untuk mengurangi gugup sebelum interview adalah mempersiapkan diri secara mental. Penting untuk mempersiapkan diri secara mental agar tetap rileks.

  2. Mengetahui lokasi interview

    Di dunia serba digital, interview kerja kadang dilakukan lewat platform online. Namun, tak sedikit perusahaan yang meminta calon karyawannya untuk datang langsung ke lokasi interview. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pelamar kerja disarankan untuk mengenali lokasi interview terlebih dahulu.

  3. Perkirakan materi interview

    Ada hal-hal basic yang selalu ditanyakan dalam interview kerja, seperti perkenalan diri, alasan tertarik kepada posisi yang dilamar, kelebihan dan kekurangan, disusul pertanyaan lain-lainnya. Selain itu, pertanyaan berpotensi mengarah ke posisi yang dilamar. Dengan persiapan tersebut, kita akan cenderung copying strategi. Kita tahu apa yang harus dipersiapkan.

  4. Latihan interview

    Latihan interview juga terbukti efektif mengurangi rasa gugup. Dengan melakukan simulasi, seseorang melatih menjawab pertanyaan dengan relevan. Latihan interview memang akan mengurangi gugup karena sudah tahu apa yang akan terjadi karena sudah riset.

Tips Atasi Cemas Saat Menunggu Wawancara

Persiapan A hingga Z sudah dimantapkan, namun terkadang rasa gugup masih menyelimuti. Apalagi saat kita duduk di bangku “tunggu”, degupan jantung bisa berbunyi lebih cepat. Berikut beberapa cara untuk meredakan gugup sembari menunggu panggilan interview ke ruangan:

  1. Relaksasi

    Relaksasi bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan gugup sembari menunggu panggilan interview ke ruangan. Saat antri bisa melakukan relaksasi, seperti tarik napas lalu hembuskan hingga degup jantungnya bisa normal dan keringat dingin sudah mereda.

  2. Minum air putih

    Meneguk air putih juga bisa menjadi penawar untuk menenangkan tubuh, sekaligus memberi jeda untuk menstabilkan pikiran.

  3. Doa dan dukungan sosial

    Meminta doa dan dukungan orang terdekat juga menjadi suntikan semangat untuk meredakan gugup. Caranya bisa meminta doa dan dukungan, mencari support system yang membuat kita nyaman. Hal tersebut akan jauh bisa mengurangi rasa gugup.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *