Pemkab Sampang Perkuat SDM Transportasi dengan Kerja Sama Strategis
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, terus berkomitmen dalam membangun sektor transportasi yang lebih maju dan aman. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penandatanganan kerja sama strategis dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Penandatanganan MoU ini berlangsung di Ballroom Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, dalam agenda yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan pada Selasa (7/4/2026).
Bupati Sampang, Slamet Junaidi, hadir langsung bersama Kepala Dinas Perhubungan dan jajaran Pemkab Sampang dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan rapat koordinasi harmonisasi kebijakan pemenuhan SDM transportasi nasional.
Dalam keterangannya, Bupati yang akrab disapa Aba Idi ini menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun sektor transportasi yang lebih baik. Menurutnya, penguatan SDM transportasi sangat diperlukan mengingat perkembangan Sampang sebagai daerah yang mulai dilirik sebagai tujuan wisata dan kawasan industri.
“Transportasi yang aman dan berkualitas adalah kunci. Kami ingin memastikan SDM di sektor ini benar-benar siap dan kompeten,” ujarnya.
Mempertahankan Kuota Khusus untuk Putra Daerah
Selain itu, Bupati Slamet Junaidi juga memperjuangkan adanya kuota khusus bagi putra-putri Sampang untuk bisa menempuh pendidikan di STTD. Adanya kuota tersebut akan memberikan kepastian masa depan bagi generasi muda, sekaligus mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap peluang kerja anak setelah lulus.
“Kalau ada jalur khusus, orang tua tentu lebih yakin. Apalagi sekolah kedinasan seperti ini punya prospek kerja yang jelas,” tegasnya.
Apresiasi dari Kementerian Perhubungan
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Kementerian Perhubungan, Captain Wisnu Handoko, memberikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Sampang yang dinilai progresif dalam membangun kualitas SDM transportasi. Dia menilai langkah tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyusun kerja sama jangka panjang yang terarah dan berbasis kebutuhan riil.
Wisnu menjelaskan, kerja sama ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja sektor transportasi secara lebih terstruktur, termasuk dalam lima tahun ke depan.
“Perencanaan kebutuhan pegawai harus didukung struktur administrasi yang kuat, termasuk penyesuaian dengan jabatan fungsional,” jelasnya.
“Ini penting agar usulan daerah bisa memiliki dasar yang jelas,” imbuhnya.
Peluang Kolaborasi Lain
Tak hanya pendidikan formal, pihaknya juga membuka peluang kolaborasi lain seperti pelatihan singkat atau short course guna meningkatkan kapasitas aparatur daerah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan SDM transportasi yang unggul dan profesional.
“Kami sangat terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama. Harapannya, kolaborasi ini terus berkembang dan mampu mencetak SDM transportasi yang unggul dan profesional,” pungkasnya.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tantangan dalam pengelolaan transportasi semakin kompleks. Oleh karena itu, SDM yang kompeten menjadi faktor kunci dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.
Dengan kerja sama yang telah dibangun, Pemkab Sampang tidak hanya memperkuat kapasitas SDM transportasi, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk pengembangan sektor ini di masa depan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan seperti STTD diharapkan mampu menjadi model kerja sama yang efektif dan berkelanjutan.











