Kepemimpinan Partai Golkar Sulawesi Utara Dinilai Masih Menarik untuk Disimak
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara telah resmi menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai Ketua DPD 1 secara aklamasi. Meskipun posisi kepemimpinan sudah terisi, dinamika internal partai berlambang pohon beringin ini justru semakin menarik untuk disimak. Terutama terkait siapa yang akan mengisi posisi Sekretaris.
Jabatan Sekretaris menjadi penting karena akan menjadi “mesin” yang mendampingi MEP dalam menjalankan roda organisasi. Saat ini, bursa calon sekretaris didominasi oleh tokoh-tokoh kuat dari wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Berikut adalah beberapa kandidat yang mulai mencuat ke permukaan dan dipandang memiliki peluang besar:
-
Raski Mokodompit
Sosok ini dinilai memiliki peluang paling terbuka. Kedekatannya dengan MEP maupun Christiany Eugenia Paruntu (CEP) menjadi modal kuat untuk menjaga harmonisasi internal. -
Sulhan
Wakil Ketua DPRD Bolmong ini dikenal memiliki akses dan jejaring yang kuat di tingkat pusat, sebuah aset penting bagi komunikasi politik DPD 1. -
Fernando “Yoyo” Lamaluta
Figur yang dipandang sangat layak karena pengalaman dan loyalitasnya di partai. -
Aditya Moha
Mantan anggota DPR RI ini juga disebut-sebut berpeluang masuk dalam bursa pencalonan.
Meskipun spekulasi mengenai nama-nama pendampingnya terus berkembang di publik, Michaela Paruntu sendiri masih enggan membeberkan komposisi final jajaran pengurusnya. Saat dikonfirmasi mengenai siapa saja yang akan masuk dalam kabinet barunya, MEP memberikan jawaban singkat dan diplomatis. “Akan disusun sesuai aturan dan arahan,” katanya.
Kini, publik dan para kader Golkar menanti apakah MEP akan memilih representasi dari BMR untuk menjaga keseimbangan politik di Sulawesi Utara, atau memunculkan kejutan baru dalam susunan kepengurusannya.
Pertarungan Ada di Sekretaris
Direktur Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi, sebelumnya telah memprediksi bahwa posisi sekretaris justru akan menjadi “medan kompetisi sesungguhnya”. Menurut Baso, dalam tradisi Partai Golkar, posisi sekretaris kerap menjadi ruang kompromi politik untuk menjaga keseimbangan representasi, baik dari sisi geografis maupun sosial.
“Kalau ketua cenderung menuju aklamasi, maka ‘pertarungan’ justru akan sangat terasa di posisi sekretaris,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (12/4/2026) malam.
Ia menilai, figur sekretaris tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga kemampuan menjahit kepentingan internal serta membangun komunikasi dengan tim formatur. Dalam konteks Golkar Sulut, terdapat tiga nama dari Bolaang Mongondow Raya yang dinilai berpeluang mengisi posisi tersebut.
- Aditya Anugrah Moha (ADM)
- Razky Mokodompit
- Zulhan Manggabarani











