"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Aipda Dianita Diamankan Polisi Usai Terima Sekoper Narkoba dari AKBP Didik, Ketua RT Angkat Bicara

Penangkapan Polwan Terseret Kasus Narkoba

Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang. Aipda Dianita Agustina, seorang polwan dari Polres Tangerang Selatan, ditangkap oleh enam mobil polisi setelah terseret dalam kasus narkoba yang melibatkan eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Peristiwa ini berlangsung tanpa menimbulkan kecurigaan di kalangan warga sekitar.

Kejadian Penjemputan yang Tidak Menimbulkan Kecurigaan

Ketua RT 02 setempat, Eka Media, mengatakan bahwa rombongan polisi datang tanpa menimbulkan kecurigaan warga. “Kata sekuriti ada enam mobil. Karena dia (Aipda Dianita) polisi, ya kita beranggapan teman. Sesama petugas mungkin lagi main atau apa. Enggak ada kecurigaan,” ujar Eka. Ia juga menyebut bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pihak lingkungan terkait pengamanan maupun penggeledahan tersebut.

Eka menambahkan bahwa Aipda Dianita dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah kepada tetangga. “Kalau kesehariannya sih baik kok. Sama tetangga juga welcome. Kalau papasan ya tegur-tegur sapa,” katanya. Namun, ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa kedatangan rombongan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena sama-sama anggota kepolisian.

Kehidupan Sehari-hari Aipda Dianita

Menurut Eka, Aipda Dianita tinggal di lingkungan tersebut sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Ia tinggal bersama dua anaknya. Suami Dian diketahui telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. “Suaminya sudah meninggal. Sudah lama juga ya. Katanya sakit,” ucapnya. Lingkungan tempat tinggal Dian merupakan kawasan klaster perumahan umum. Aktivitas warga yang padat membuat interaksi antar tetangga tidak terlalu intens.

Momen yang Menjadi Perhatian

Momen yang menjadi perhatian terjadi pada Rabu malam, saat itu, menurut keterangan petugas keamanan perumahan, ada enam mobil yang datang ke rumah Dian. “Kalau kata petugas keamanan sih ada enam mobil. Isinya berapa orang nggak tahu,” ujar Eka. Ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Informasi yang diterimanya, kedatangan rombongan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena sama-sama anggota kepolisian.

“Karena yang bersangkutan polisi dan yang datang juga polisi, jadi sekuriti nggak terlalu banyak tanya. Kita pikir teman-temannya,” jelasnya. Tidak ada laporan khusus kepada pengurusnya terkait pengamanan atau kegiatan tertentu di rumah tersebut. “Memang nggak ada laporan ke saya. Kita juga nggak ada curiga apa-apa. Karena sama-sama polisi,” tambahnya.

Anak-anak Dian Dijemput Keluarga

Sejak dibawa rombongan polisi, Dian belum kembali ke rumah. Anak-anaknya pun telah dijemput keluarga dari pihak orang tua. “Setahu saya, besoknya anak-anaknya dijemput sama orang tuanya. Sekarang rumahnya memang kosong,” kata Eka. Ia pun berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan kebenaran dapat terungkap. “Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan,” tutupnya.

Pesan Terakhir Aipda Dianita

Sementara itu, Udi, petugas keamanan mengaku mengenal Dian secara pribadi. Di matanya, sosok polwan tersebut dikenal baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar. “Baik,” katanya tegas. Ia bahkan mengingat pesan terakhir yang disampaikan Dian sebelum meninggalkan rumahnya malam itu. “Mau berangkat dia sempat bilang, ‘Pak tolong matiin sanyo ya’,” ujar Udi menirukan ucapan Dian. Permintaan itu disampaikan saat Dian berada di dalam mobil, tepat di dekat gerbang masuk klaster. “Di sini, dekat pager masuk. Bilang, ‘Pak, pak, pak tolong matiin mesin air’,” katanya. Saat itu, kaca mobil dalam keadaan terbuka. “Di dalem mobil? Iya. Kacanya kebuka? Iya,” pungkasnya.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *