"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Wanita Tewas di Kontrakan Tangsel, Diduga Korban Mantan Suami

Kematian Wanita di Rumah Kontrakan Menimbulkan Banyak Tanda Tanya

Di tengah malam yang sunyi, suara tangisan seorang anak memecah keheningan rumah kontrakan di Pakualam, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan. Tak lama setelah itu, seorang wanita bernama Ilmiatini ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar, menyisakan banyak pertanyaan tentang penyebab kematian tersebut.

Wanita berusia 51 tahun ini ditemukan tewas di kontrakannya pada Kamis (16/4/2026) pukul 01.30 WIB. Lokasi kejadian telah dipasangi garis kuning polisi sehingga tidak bisa dilalui oleh warga. Di depan rumah, terdapat sebuah mobil yang tertutup dan dua kursi plastik hijau serta merah yang diletakkan di area depan rumah. Lampu teras rumah masih menyala, dan dari pengamatan terlihat sebuah lemari kayu dan lemari sepatu yang hanya berisi satu pasang sepatu. Jendela rumah tampak tertutup gorden putih, sementara di bagian depan terdapat sebuah toren air yang berdiri.

Awal mula dugaan pembunuhan terungkap dari keterangan Prangki, petugas keamanan di lingkungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat melakukan patroli rutin sekitar pukul 01.00 dini hari, ia melihat sebuah motor terparkir di sekitar lokasi. Namun, ia tidak menaruh kecurigaan karena situasi masih terlihat biasa.

Sekitar pukul 01.30 WIB, situasi berubah ketika seorang warga melapor mengenai suara tangisan anak dari arah rumah korban. Saat tiba di lokasi, Prangki mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak. Ia mengaku tidak melihat adanya luka secara jelas pada tubuh korban dan tidak memastikan apakah ada darah di lokasi tersebut.

Pihak keluarga korban sempat meminta Prangki untuk menyentuh korban, namun ia menolak dan memilih untuk tidak melakukan tindakan apa pun. Selanjutnya, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT/RW serta keluarga korban, sebelum akhirnya pihak kepolisian datang ke lokasi. Korban sendiri diketahui telah mengontrak rumah tersebut selama sekitar satu tahun sejak 2025.

Penemuan Awal dan Reaksi Warga

Ketua RT 04, Satibi, menjadi salah satu orang pertama yang melihat kondisi korban saat ditemukan. Ia mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan dari petugas keamanan lingkungan sekitar pukul 01.30 WIB dini hari. Laporan tersebut menyebutkan adanya situasi mencurigakan di rumah korban.

Saat tiba di lokasi, Satibi mendengar suara tangisan anak dari dalam rumah. Ia langsung mendatangi rumah dan membuka pintu, hanya untuk melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Meskipun terkejut, ia tidak berani mendekat lebih jauh ke dalam kamar dan hanya mengamati dari ambang pintu tanpa menyentuh apa pun.

Di dalam rumah, korban diketahui tidak sendirian. Anak korban berada di lokasi dan diduga menjadi saksi pertama kejadian tersebut. Saat itu, warga yang mulai berdatangan memilih untuk menunggu kedatangan pihak berwenang tanpa melakukan tindakan apa pun terhadap korban.

Dugaan Pelaku dan Hubungan dengan Mantan Suami

Menurut informasi yang beredar, dugaan pelaku mengarah kepada mantan suami korban. Informasi tersebut, menurut Satibi, berasal dari laporan yang sempat diterimanya. “Emang ada sih laporan yang masuk ke saya kalau mantan suaminya, namanya Topik Hidayat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan korban dengan pria tersebut disebut merupakan pernikahan siri. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti status terbaru hubungan keduanya. “Nikahnya juga nikah sirih,” kata Satibi.

Penyelidikan dan Proses Hukum

Terkait kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. “Kepolisian sudah melakukan olah TKP dan melakukan autopsi terhadap korban. Sambil menunggu hasil autopsi kami melakukan serangkaian proses penyelidikan,” pungkasnya.




Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *