"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dukungan Hebat Pemangku Kepentingan untuk Penguatan IFP di Sekolah

Dukungan Berbagai Pemangku Kepentingan dalam Digitalisasi Pendidikan

Partisipasi berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan menunjukkan komitmen kuat terhadap program-program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satu inisiatif penting adalah penguatan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Inisiatif ini dilakukan oleh alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang bergabung dalam program Alumni Pejuang Digital.

Program ini merupakan tindak lanjut dari upaya percepatan digitalisasi pembelajaran sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026. Setelah IFP didistribusikan ke lebih dari 288 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, fokus kini beralih pada penguatan pemanfaatan perangkat tersebut agar benar-benar digunakan dalam proses pembelajaran.

Melalui program Alumni Pejuang Digital, pemerintah berharap penggunaan IFP tidak hanya terjadi selama program berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari praktik pembelajaran di sekolah. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa transformasi digital pendidikan tidak cukup berhenti pada penyediaan perangkat.

“Digitalisasi pembelajaran harus bergerak dari distribusi menuju pemanfaatan yang maksimal. IFP harus menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari yang mendorong interaksi, kreativitas, dan inovasi di kelas,” ujar Gogot.

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau sekolah dengan keterbatasan akses, sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Melalui program Alumni Pejuang Digital, para alumni LPDP tidak hanya memberikan pelatihan teknis penggunaan IFP, tetapi juga mendampingi guru dalam menyusun materi ajar digital, menerapkan pembelajaran interaktif, serta membangun kebiasaan belajar berbasis teknologi di sekolah.

Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa keterlibatan alumni dalam program ini merupakan bentuk kontribusi nyata penerima beasiswa negara dalam pembangunan pendidikan nasional. “Program ini juga mendorong terbentuknya jejaring pembelajaran antarsekolah melalui konsep community of practice. Sekolah di berbagai daerah didorong untuk saling terhubung, berbagi praktik baik, dan mengembangkan inovasi pembelajaran secara kolaboratif,” ujarnya.

Dukungan dari Sekretariat Wakil Presiden turut memperkuat pelaksanaan program agar selaras dengan agenda prioritas nasional dalam percepatan transformasi digital.

Pelibatan Alumni dalam Program Alumni Pejuang Digital

Program Alumni Pejuang Digital membekali 150 alumni LPDP dengan berbagai keterampilan yang dapat dipraktikkan di sekolah tujuan selama tiga bulan di empat kabupaten. Sebanyak 50 peserta akan ditempatkan di Sumedang (Jawa Barat), 40 peserta di Kupang (Nusa Tenggara Timur), 30 peserta di Halmahera Utara (Maluku Utara), dan 30 peserta Merauke (Papua Selatan).

Selama masa penugasan, para peserta akan berfokus pada lima aspek utama yaitu optimalisasi pemanfaatan IFP dalam pembelajaran, pengembangan media interaktif, peningkatan kompetensi guru, penguatan ekosistem digital di sekolah, serta pendampingan manajerial bagi kepala sekolah.

Sebelum diterjunkan, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan intensif selama sembilan hari dengan total 63 jam pelajaran yang mencakup materi pedagogik, literasi digital, praktik penggunaan IFP, hingga komunikasi lintas budaya.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *