"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Detik-detik Penangkapan Gatut Sunu: Hilang, Ditemukan di Mobil Pendapa

KPK Melakukan Operasi Senyap terhadap Bupati Tulungagung

Operasi senyap yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat (10/4/2026) sore, menyisakan kisah penuh ketegangan di balik proses penindakannya. Dalam upaya menghindari penangkapan, Gatut disebut sempat bersembunyi dari kejaran penyidik. Ia memilih berdiam diri di dalam sebuah mobil yang terparkir di kawasan Pendapa Kongas Arum Kusumaning, lokasi yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan daerah tersebut.

Hasil penelusuran Suryamalang mengungkap bahwa suasana di lokasi saat itu berlangsung mencekam. Tim penyidik KPK yang tiba sekitar pukul 15.00 WIB langsung mengambil alih situasi dengan menutup seluruh akses keluar-masuk pendapa. Gerbang utama dikunci rapat, sementara puluhan anggota Satpol PP serta pegawai rumah tangga diminta menyerahkan telepon genggam mereka untuk menghindari kebocoran informasi.

Fakta-fakta di Balik Penangkapan Bupati Gatut Sunu Wibowo

Berikut sejumlah fakta di balik penangkapan Bupati Gatut Sunu Wibowo:

  • Ajudan Sempat Menghalangi Penangkapan

    Proses pencarian Gatut sempat menemui hambatan ketika penyidik kehilangan jejaknya di dalam area pendapa. Dalam situasi tersebut, tim KPK kemudian memeriksa ajudan bupati, Dwi Yoga Ambal. Pada awalnya, Yoga bersikeras tidak mengetahui lokasi atasannya. Namun, setelah melalui tekanan dan interogasi intensif, ia akhirnya mengungkap keberadaan Gatut. Sang bupati ternyata tengah bersembunyi di dalam sebuah mobil yang terparkir di garasi pendapa.

  • Puluhan Ponsel Disita Sekaligus

    Ketegangan tidak berhenti pada momen penangkapan. Tim KPK juga mengambil langkah tegas dengan mengamankan sekitar 40 unit ponsel milik siapa pun yang berada di lokasi, termasuk anggota Satpol PP yang sedang bertugas baik pada shift siang maupun malam. Seluruh perangkat komunikasi tersebut dikumpulkan dalam plastik klip dan kemudian dibawa ke Markas Polres Tulungagung sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

  • Total 13 Orang Diamankan, Termasuk Adik Bupati

    Selain Gatut, penyidik juga membawa sejumlah pihak lain untuk diperiksa lebih lanjut. Kabag Umum Yulius Rama Isworo turut diamankan bersama beberapa koper dan kardus yang diduga berisi dokumen penting serta barang bukti berupa uang. Secara keseluruhan, sebanyak 12 orang lainnya ikut dibawa ke Jakarta. Di antaranya terdapat adik kandung bupati, Jatmiko Dwijo Seputro, serta beberapa kepala dinas dan kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

  • Diduga Terkait Pemerasan, Diamankan Uang Tunai Ratusan Juta

    Wakil dari Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap latar belakang dilakukannya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo bersama sejumlah pihak lainnya. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut dugaan utama dalam kasus ini adalah praktik pemerasan. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, turut membenarkan bahwa tim penyidik menemukan barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah besar saat operasi berlangsung.

Daftar Nama yang Digiring ke Kantor KPK di Jakarta

Berikut daftar nama yang digiring ke kantor KPK di Jakarta:

  • Kabag Pemerintahan: Arif Effendi
  • Adik Bupati: Jatmiko Dwijo Seputro
  • Staf Bagian Umum: Oki
  • Kabag Kesra: Makrus Mannan
  • Kepala Dinas Pertanian: Suyanto
  • Kepala Satpol PP: Hartono
  • Kabag Umum: Yulius Rama Isworo
  • Kepala Dinas PUPR: Erwin Novianto
  • Kabag Prokopim: Aris Wahyudiono
  • Kepala Bakesbangpol: Agus Prijanto Utomo
  • Ajudan Bupati: Yoga Dwi Ambal
  • Kepala BPKAD: Dwi Hari Subagyo

Saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Sesuai prosedur, lembaga antirasuah tersebut memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari mereka yang terjaring dalam operasi tersebut.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *