"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Anak Joko Azan di Pinggir Lubang Jenazah Saat Pemakaman Korban Helikopter di Klaten

Pemakaman Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo Berlangsung Haru di Klaten

Pemakaman korban kecelakaan helikopter PK-CFX, Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo (45), berlangsung dengan suasana haru di Klaten, pada Sabtu (18/4/2026) malam. Joko merupakan salah satu dari delapan korban yang tewas dalam insiden helikopter Airbus H130 yang jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat.

Prosesi pemakaman berlangsung di Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, pada pukul 19.28 WIB. Jenazah dimakamkan tidak jauh dari rumah duka, Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Klaten Selatan. Suasana duka menyelimuti seluruh prosesi, yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga sekitar.

Momen mengharukan terjadi saat anak pertama Joko mengumandangkan azan di tepi liang lahat sebelum jenazah ditutup dengan tanah. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi doa dari para pelayat yang hadir. Setelah pemakaman, keluarga dan pelayat turut melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Joko merupakan salah satu korban kecelakaan helikopter dengan kode registrasi PK-CFX, pada Kamis (16/4/2026). Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Insiden kecelakaan terjadi saat helikopter tersebut tengah menjalankan operasional untuk KPN Plantations.

Helikopter jenis Airbus H130 tipe H-130T2 itu mengangkut delapan orang. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Delapan korban terdiri atas Capt Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam penumpang lainnya, yakni Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo, Patrick, Victor Tan, Charles, Fauzie, dan Sugito. Salah satu penumpang, Victor Tan (Tan Keng Liam), merupakan Chief Operating Officer (COO) KPN Plantations.

Kedatangan Jenazah ke Rumah Duka

Sebelum prosesi pemakaman, pelayat memadati rumah duka di Gang Wira Bhakti V, RT 09 RW 07, Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Klaten Selatan. Karangan bunga ucapan duka cita juga terlihat berjejer di sekitar rumah duka.

Ketua RW setempat, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa Joko memang berasal dari Klaten, tetapi menetap di Pontianak, Kalimantan Barat, bersama keluarganya. “Paling ke sini (pulang ke Klaten) setahun sekali saat Lebaran. Kemarin waktu ibunya sakit dia pulang, cuma satu hari, terus besoknya pulang lagi,” ujar Slamet. Ia menambahkan, “(Terakhir pulang) Lebaran kemarin.”

Joko diketahui sedang dalam kegiatan kerja saat mengalami kecelakaan tersebut. Ia merupakan Plantation Head di KPN Plantations, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor pertanian kelapa sawit. Slamet mengatakan bahwa Joko belum lama bekerja di perusahaan tersebut. “(Terakhir kerja) Di PT KPN, dia pindah dari PT BGA (Bumitama Gunajaya Agro—Red). Di KPN sekitar satu tahun, sebelumnya lama di BGA,” ujarnya.

Jenazah tiba di rumah duka, Perumahan Glodogan Indah, pada Sabtu pukul 18.29, setelah menempuh perjalanan darat dari Bandara YIA Kulonprogo, Yogyakarta. Begitu diturunkan di rumah duka, isak tangis keluarga pecah. Jenazah Joko terbungkus rapat di peti disalatkan dua kali di rumah duka oleh kerabat.

Setelah upacara sejenak, jenazah dibawa ke Masjid Fajar Indah di Perum Glodogan Indah untuk disalatkan warga. Jenazah kemudian dibawa ke pemakaman Glodogan sekitar 200 meter dari masjid untuk dikebumikan.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *