"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Anin Lulus Kedokteran Undip dengan Nilai SNBP Tertinggi, Tak Pernah Dipaksa Orangtua

Kehidupan Siswa Berprestasi yang Lolos Jurusan Kedokteran dengan Nilai SNBP Tertinggi

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ada seorang siswa berprestasi yang berhasil lolos ke jurusan Ilmu Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Nama lengkapnya adalah Trishanindya Putri, atau lebih akrab disapa Anin. Ia adalah siswi dari SMAN 1 Pati yang mencatatkan skor tertinggi se-Kabupaten Pati, yaitu 95,2.

Anin mengungkapkan bahwa motivasinya untuk menjadi dokter berasal dari pengalamannya sejak kecil. “Sejak kecil aku sering lihat ayah dan ibu bantu orang sakit. Dari situ aku belajar bahwa jadi dokter bukan cuma soal ilmu, tapi juga soal kepedulian,” ujarnya.

Keluarga Anin memang memiliki latar belakang sebagai dokter. Hal ini membuatnya terbiasa melihat langsung aktivitas orang tuanya dalam melayani pasien. Pengalaman tersebut membentuk pandangan tentang profesi dokter, tidak hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian.

Lingkungan Keluarga yang Mendorong Ambisi

Lingkungan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Anin memilih jalur kedokteran. Sejak kelas X SMA, ia telah menetapkan target untuk menjaga nilai rapor dan aktif mengikuti kompetisi. Orang tua Anin berperan dalam menanamkan disiplin, konsistensi, serta manajemen waktu.

“Mereka enggak pernah memaksa, tapi selalu mendukung. Itu yang bikin aku termotivasi untuk membuktikan diri,” kata dia.

Anin meraih sejumlah prestasi di bidang Biologi, antara lain Juara 1 National Youth Biology Olympiad 2025, Juara 2 MEDFOS Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2024, serta menjadi finalis Kompetisi Sains Ruangguru. Prestasi tersebut menjadi bekal dalam menempuh jalur SNBP. Ia berharap ilmu yang dipelajarinya kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapanku, ilmu yang aku pelajari nanti bisa benar-benar bermanfaat, bukan cuma berhenti di teori,” ujarnya. Ia menilai keberhasilannya saat ini merupakan awal dari perjalanan panjang untuk menjadi dokter.

Kisah Lain: Anak Ojol yang Sukses Masuk Kedokteran

Tidak hanya Anin, ada juga Rinita Irawati yang sukses masuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) melalui jalur SNBP. Meski tinggal di rumah sederhana di Bandar Lampung, Rinita tidak pernah menyerah meskipun ayahnya hanya seorang pengemudi ojek online.

Rinita tidak memiliki akses pendidikan tambahan seperti les. Namun, ia menggunakan YouTube sebagai “guru tambahan”-nya. Dari video pembelajaran hingga penjelasan materi yang ia putar berulang-ulang, semuanya menjadi bagian dari perjalanan belajarnya.

“Saya benar-benar belajar mandiri di rumah, kadang mengandalkan nonton YouTube untuk belajar. Karena saya tidak les, orangtua saya juga kurang mampu buat bayar,” kata dia.

Setiap malam, setelah aktivitas sekolah selesai, Rinita akan kembali membuka catatan dan menyalakan ponselnya. Ia mencari materi yang belum dipahami, mengulang penjelasan, bahkan mencatat ulang dari video yang ia tonton.

Perjuangan itu bukan tanpa lelah. Ada saat-saat ia merasa tertinggal, terutama ketika teman-temannya mengikuti les tambahan. Namun, ia memilih untuk tidak berhenti, mengganti keterbatasan dengan konsistensi.

Mimpi untuk Masyarakat

Mimpi Rinita menjadi dokter bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Ia ingin suatu hari kembali ke kampung neneknya di Kampung Carodok, Cadas Sari, Pandeglang, Banten, sebuah daerah yang menurutnya masih kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Di sana akses ke rumah sakit susah. Makanya saya ingin nanti bisa buka praktik di sana,” katanya.

Kisah Rinita mendapat perhatian dari pihak Unila. Rektor Unila, Prof Lusmeilia Afriani, menyatakan bahwa pihaknya akan membantu biaya pendidikan hingga Rinita menjadi Koas. “Ya kita bantu, tidak hanya sampai selesai S1 tetapi juga sampai dia Koas,” katanya.

Lusmeilia menambahkan bahwa tahun ini, dari 50 mahasiswa, Unila menerima 5 calon mahasiswa kedokteran yang berasal dari keluarga tidak mampu. “Ini tanggung jawab kita, pemerintah sudah menyiapkan dana untuk calon mahasiswa penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar), di Unila ada 5 orang yang masuk,” katanya.


Zaiful Aryanto

Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *