Pencarian Korban Tenggelam di Danau Toba Masih Berlangsung
Pencarian terhadap korban tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun masih dilakukan hingga hari ketiga, Senin (13/4/2026). Frater Christopher, seorang pria yang saat ini sedang menjalani pendidikan calon imam Katolik, dinyatakan tenggelam pada Sabtu (11/4/2026) pukul 12.00 WIB. Lokasi kejadian berada di Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba.
Frater Christopher bersama rombongan sedang menikmati keindahan Danau Toba sembari berenang setelah menjalani rekoleksi di Samosir pada hari yang sama. Namun, kejadian tragis terjadi saat mereka berada di lokasi tersebut. Menurut keterangan Romo Ngadiono yang ikut dalam rombongan, Frater Christopher tiba-tiba mengalami kram di kaki dan kelelahan. Ia sempat berteriak minta tolong, namun arus yang deras membuat tubuhnya terseret dan tenggelam.
Proses Pencarian yang Dilakukan
Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, menjelaskan bahwa pencarian pada hari kedua, Minggu (12/4/2026), tim gabungan melakukan penyisiran di permukaan Danau Toba tepatnya di titik terakhir korban terlihat. Satu jam kemudian, Basarnas mengerahkan alat pendeteksi tubuh di dalam air guna mempercepat proses pencarian.
Di sekitar lokasi, para imam, suster, frater, serta umat yang ikut menyaksikan pencarian jasad korban mengikuti acara misa. Doa tersebut menjadi harapan bagi keluarga dan tim pencari yang terus berjuang di tengah keterbatasan. Pencarian dilanjutkan dengan penyelaman.
Tim penyelam Basarnas bahkan telah mencapai kedalaman hingga 40 meter. Namun, kondisi dasar danau yang belum terjangkau serta visibilitas yang terbatas menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Hingga siang hari, korban belum ditemukan. Tim sempat melakukan briefing untuk mengevaluasi strategi pencarian. Berbagai upaya terus dilakukan.
Perasaan Keluarga Saat Menyaksikan Pencarian
Sore hari, keluarga korban turut hadir di lokasi menggunakan kapal Pol Airud Parapat. Ibu korban menangis sejadi-jadinya dan histeris. Ia memohon agar jasad anaknya segera ditemukan. Penyelaman kembali dilakukan pada pukul 14.55 WIB, namun hingga pukul 15.20 WIB hasilnya belum ada hasil.
“Cuaca yang mulai mendung pada sore hari turut menjadi faktor penghambat dalam proses pencarian,” tuturnya. Pencarian hari kedua akhirnya dihentikan pada pukul 17.00 WIB, dengan hasil korban belum ditemukan.
Hari ini, Senin (13/4/2026) pukul 08.00 WIB, pencarian jasad korban dilakukan kembali. Seorang ibu yang berada di tengah kerumunan warga menangis dan histeris saat menyaksikan pencarian jasad korban tenggelam di perairan Danau Toba, Minggu (12/4/2026).
Seorang ibu yang ditemani rombongan suster menangis sejadi-jadinya dan histeris. Ia setia menyaksikan pencarian putranya.
Frater Christopher (21) tengah duduk di bangku kuliah Sekolah Tinggi Filsafat di Pematangsiantar. Sekolah tinggi bagian dari Unika Santo Thomas Medan ini adalah tempatnya mempersiapkan diri menjadi imam Katolik. Frater ini tengah menjalani masa pendidikan pada semester dua. Berita duka menyelimuti keluarga besar STFT Santo Yohannes Pematangsiantar.
Pada Sabtu (11/4/2026), berita duka tersiar setelah informasi tenggelamnya frater tersebut muncul. Frater tersebut bersama rombongan baru saja melakukan studi dan corretio fraterna. Usai kegiatan tersebut, ia bersama rombongannya menikmati rekreasi di kawasan Air Terjun Situmurun.
Setibanya di lokasi, para frater yang didampingi Romo Ngadiono tersebut berenang dan menikmati sejuknya air Danau Toba. Ternyata, itulah hari terakhir bagi frater tersebut. Menurut keterangan Romo Ngadiono yang ikut dalam rombongan, frater tersebut tiba-tiba kelelahan dan mengalami kram di kaki.
“Ia sempat berteriak minta tolong. Teman-temannya berusaha mengejar, namun derasnya arus membuat tubuh Christopher cepat terseret dan tenggelam,” ujar Romo Ngadiono, Minggu (12/4/2026). “Kami sudah berusaha, tapi arusnya kuat sekali. Dia langsung hilang,” sambungnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











