"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Siswa SATP Timika Juarai Enam Provinsi di Kokurikuler Day 2026

Kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika: Membangun Kecintaan Budaya Melalui Kreativitas

Kegiatan Kokurikuler Day 2026 yang diselenggarakan di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menjadi ajang siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Salah satu proyek yang ditampilkan adalah pembuatan buku saku kearifan lokal dari enam provinsi di Papua. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.

Tujuan Program Kokurikuler Day 2026

Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus melatih kemampuan menulis dan kerja sama antar siswa. Dengan mengusung tema “Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa”, kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam rangka mengeksplorasi potensi mereka.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis hingga Jumat (9-10 April 2026). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kurikulum sekolah yang terintegrasi dengan materi pembelajaran. Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada kelas, tetapi juga diperluas melalui kegiatan kokurikuler yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan konteks anak.

Pembuatan Buku Saku Kearsipan Lokal

Salah satu proyek utama dalam kegiatan ini adalah pembuatan buku saku kearifan lokal oleh siswa kelas 5. Proyek ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal kepada murid, sekaligus melatih kemampuan mengumpulkan dan menyajikan informasi secara sederhana.

Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok membuat buku saku tentang kearifan lokal dari masing-masing provinsi. Ada enam provinsi yang dipilih, yaitu Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Menurut Wali Kelas 5A SATP, Herlyn Laga, kegiatan ini juga melatih kemampuan menulis, kemandirian, serta kerja sama dalam kelompok. Dalam buku saku tersebut, siswa mencantumkan berbagai informasi kearifan lokal, mulai dari makanan khas, pakaian adat, rumah adat, hingga bahasa daerah.

Pengalaman Siswa dalam Membuat Buku Saku

Salah satu siswa kelas 5A, Berina Uamang, mengatakan bahwa guru memberikan arahan untuk menulis buku saku tentang kearifan lokal. Ia mengambil Provinsi Papua Barat sebagai topik bukunya. Dalam bukunya, ia menjelaskan tentang pakaian adat, rumah adat, bahasa daerah, dan makanan khas dari provinsi tersebut.

Berina mengaku bahwa melalui kegiatan ini, dirinya dapat mengetahui lebih banyak tentang kearifan lokal dari provinsi lain di Papua. “Dengan menulis buku saku dari provinsi lain, saya bisa tahu daerah-daerah lain dengan budaya dan adat istiadatnya,” ujarnya.

Harapan dari Kegiatan Ini

Herlyn Laga berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih mencintai budaya Papua. “Dengan menulis buku ini, saya berharap mereka semakin mencintai budayanya sendiri. Ke mana pun mereka pergi, harus tetap ingat, mencintai, dan bangga dengan budaya Papua,” tambahnya.

Kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Timika tidak hanya menjadi sarana untuk mengekspresikan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi langkah penting dalam melestarikan dan memperkenalkan kearifan lokal Papua kepada generasi muda.




Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *