"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pemeriksaan Komunikasi Terakhir Osmycin Amelia, Mahasiswi Unila, Sebelum Hilang

Kasus Hilangnya Mahasiswi Universitas Lampung yang Masih Dicari

Kasus hilangnya Osmycin Amelia, seorang mahasiswi Universitas Lampung (Unila), kini menjadi perhatian masyarakat dan pihak kepolisian. Kejadian ini terjadi menjelang acara wisuda yang seharusnya menjadi momen penting dalam hidupnya.

Laporan Kehilangan dari Keluarga

Laporan kehilangan ini disampaikan oleh keluarga pada 28 Maret 2026, setelah Osmycin tidak pulang ke rumah selama beberapa hari. Pihak keluarga mengatakan bahwa terakhir kali mereka melihat Osmycin adalah saat dia bersama ibunya untuk mengurus berkas wisuda di kampus Unila. Saat itu, Osmycin tampak antusias dan bersemangat, tetapi sejak kepergiannya, keberadaannya tidak diketahui lagi.

Polsek Labuhan Ratu bersama jajaran Polresta Bandar Lampung sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Kapolsek Labuhan Ratu, Kompol Budi Harto, memastikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang mencari kemungkinan-kemungkinan terkait keberadaan Osmycin.

Fokus Penyelidikan

Pihak kepolisian fokus pada komunikasi terakhir Osmycin dan pelacakan nomor teleponnya. Mereka juga bekerja sama dengan Polda Lampung untuk mengetahui titik terakhir keberadaan korban. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi yang dikenal oleh Osmycin.

Budi Harto menyebutkan bahwa ada dugaan bahwa Osmycin tidak benar-benar hilang, melainkan sengaja pergi untuk menenangkan diri. Ia mengatakan, “Mungkin korban pergi dengan temannya karena ada masalah dengan keluarga atau dimarahi orangtuanya.”

Informasi dari Keluarga

Menurut kakak kandung Osmycin, Fajar Roman Hariosa, adiknya hilang dua hari menjelang acara wisuda yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026. Fajar menjelaskan bahwa Osmycin pergi bersama ibu dan adik bungsunya ke kampus Unila seusai berbelanja perlengkapan wisuda. Dia turun di depan Kopma Unila dan menyuruh ibu dan adik bungsunya untuk parkir di dekat kandang rusa. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, Osmycin tidak muncul dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

Fajar menggambarkan penampilan Osmycin pada saat itu: ia mengenakan baju cokelat, celana hitam, jilbab hitam, sepatu hitam, dan membawa tas cokelat.

Masalah Akademik

Selain itu, terungkap bahwa Osmycin belum menyelesaikan skripsinya. Kepala Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila, Dwi Sakethi, mengatakan bahwa Osmycin belum menyelesaikan sejumlah kewajiban sebagai persyaratan untuk diwisuda. “Mahasiswi ini belum menyelesaikan skripsinya,” ujar Dwi. “Dia hanya tinggal skripsi, seminar usul, dan seminar hasil.”

Dwi menyebutkan bahwa kondisi ini mungkin membuat Osmycin merasa malu dan memutuskan untuk menyembunyikan diri tanpa diketahui oleh keluarganya. Meski demikian, Dwi menegaskan bahwa semua itu hanya sebatas dugaan.

IPK Tinggi

Secara akademis, Osmycin tergolong sangat baik karena memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8. Dwi mengaku hingga kini belum mengetahui keberadaan Osmycin. “Kemarin saya coba chat untuk menanyakan kabarnya. Tapi, belum ada balasan,” ujarnya.

Harapan Keluarga dan Masyarakat

Di tengah proses pencarian, keluarga berharap adanya keajaiban sekaligus dukungan dari masyarakat. Polisi pun mengimbau siapa pun yang memiliki informasi agar segera melapor.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *