Penyerangan dengan Air Keras terhadap Aktivis HAM
Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam. Kejadian ini menyebabkan Andrie mengalami luka bakar di berbagai bagian tubuhnya, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.
Setelah kejadian tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam keterangannya, Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen. Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM.
Kronologi Kejadian
Kejadian penyerangan terjadi seusai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah acara, Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.
Dua orang pelaku kemudian mendekati Andrie secara melawan arah di Jembatan Talang. Mereka menggunakan kendaraan roda dua, diduga motor matic Honda Beat tahun 2016–2021. Pelaku pertama mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap, dan helm hitam. Sementara itu, pelaku kedua menggunakan penutup wajah atau masker hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat pendek.
Salah satu pelaku menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai sebagian tubuhnya. Akibatnya, korban langsung berteriak kesakitan dan jatuh dari motornya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.
Profil Andrie Yunus
Andrie Yunus adalah seorang aktivis HAM yang saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal di KontraS. Ia merupakan alumni Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera sekaligus penerima Beasiswa Jentera, lulus pada tahun 2020.
Selama ini, Andrie dikenal aktif dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Ia telah lama berkomitmen untuk mendorong transparansi hukum di Indonesia. Sebelum bergabung dengan KontraS, ia pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta sebagai advokad yang berperan penting dalam advokasi hukum publik dan HAM.
Ia memiliki Sertifikasi Advocate License dari PERADI dan keanggotaannya di berbagai organisasi hukum semakin memperkuat dedikasinya di bidang advokasi dan HAM. Sebagai advokat HAM, Andrie bukanlah orang baru dalam perjuangan menuntut keadilan. Ia telah menerbitkan berbagai opini kritis terkait brutalitas polisi, penyimpangan kekuasaan, dan ketidakadilan hukum di Indonesia.
Peran dalam Protes Revisi UU TNI
Sosok Andrie Yunus juga menjadi sorotan ketika ia ikut memprotes pembahasan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Fairmont Hotel Jakarta pada Sabtu (15/3/2025). Ia bersama dua aktivis lainnya berani menerobos masuk saat Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi 1 DPR RI yang membahas revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 digelar tertutup menggunakan dua ruangan rapat hotel bintang lima tersebut.
Koalisi Masyarakat Sipil, yang didukung oleh KontraS, menilai bahwa revisi UU TNI berpotensi melemahkan profesionalisme militer serta membuka peluang bagi kembalinya dwifungsi TNI, di mana tentara aktif dapat menduduki jabatan sipil.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











