"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Lima Wilayah Kalimantan Timur dengan Jumlah Mahasiswa Terendah Tahun 2025

Peningkatan Jumlah Mahasiswa di Kalimantan Timur

Pendidikan tinggi menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan kualitas sumber daya manusia di suatu daerah. Di Kalimantan Timur, jumlah mahasiswa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring bertambahnya perguruan tinggi dan meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah menengah.

Data terbaru mengenai jumlah mahasiswa di Kalimantan Timur menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, jumlah mahasiswa di Kalimantan Timur mencapai 108.123 orang pada 2025, meningkat dari 101.340 mahasiswa pada 2024.

Adapun data rilisan terbaru Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Timur Dalam Angka berdasarkan hasil olahan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tahun 2025.

Kenaikan ini mencerminkan bertambahnya akses pendidikan tinggi serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Istilah mahasiswa sendiri merujuk pada peserta didik yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di universitas, institut, sekolah tinggi, maupun politeknik. Perguruan tinggi tersebut dapat berstatus negeri maupun swasta.

Perguruan tinggi negeri adalah institusi pendidikan tinggi yang dikelola oleh pemerintah, sedangkan perguruan tinggi swasta dikelola oleh yayasan atau badan pendidikan non-pemerintah namun tetap berada di bawah regulasi negara.

Jika dilihat dari jenis perguruan tinggi, jumlah mahasiswa di Kalimantan Timur terbagi menjadi dua kategori utama. Pada tahun 2025, mahasiswa di perguruan tinggi negeri tercatat sebanyak 55.707 orang, meningkat dari 49.475 mahasiswa pada 2024. Sementara itu, jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta mencapai 52.416 orang pada 2025, sedikit meningkat dibandingkan 51.865 mahasiswa pada 2024.

Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi negeri masih menjadi pilihan utama sebagian besar mahasiswa di Kalimantan Timur. Hal ini tidak terlepas dari berbagai faktor, mulai dari biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau, reputasi akademik, hingga fasilitas pendidikan yang umumnya lebih lengkap.

Meski jumlah mahasiswa secara keseluruhan meningkat, distribusinya di berbagai daerah di Kalimantan Timur tidak merata. Beberapa wilayah memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar karena menjadi pusat pendidikan tinggi, sementara daerah lain hanya memiliki jumlah mahasiswa yang relatif sedikit.

Kota Samarinda, misalnya, menjadi wilayah dengan jumlah mahasiswa terbesar di provinsi ini. Pada tahun 2025, jumlah mahasiswa di Samarinda mencapai 77.930 orang, terdiri dari 47.625 mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan 30.305 mahasiswa di perguruan tinggi swasta. Angka ini meningkat dari tahun 2024 yang tercatat sebanyak 72.046 mahasiswa.

Selain Samarinda, Kota Balikpapan juga menjadi pusat pendidikan tinggi yang cukup besar di Kalimantan Timur. Pada tahun 2025, jumlah mahasiswa di kota ini mencapai 20.722 orang, terdiri dari 8.082 mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan 12.640 mahasiswa di perguruan tinggi swasta. Jumlah ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 20.211 mahasiswa.

Namun di sisi lain, terdapat sejumlah daerah di Kalimantan Timur dengan jumlah mahasiswa yang jauh lebih sedikit. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterbatasan jumlah perguruan tinggi, jarak geografis yang cukup jauh dari pusat pendidikan, serta kecenderungan mahasiswa untuk merantau ke kota besar demi mendapatkan pilihan kampus yang lebih beragam.

Berikut lima daerah di Kalimantan Timur dengan jumlah mahasiswa paling sedikit:

  • Kabupaten Kutai Barat
  • Total 63 mahasiswa pada tahun 2025. Seluruh mahasiswa di wilayah ini tercatat berada di perguruan tinggi swasta, karena tidak terdapat perguruan tinggi negeri yang beroperasi di daerah tersebut.
  • Pada tahun 2024, jumlah mahasiswa di Kutai Barat masih mencapai 74 orang, sehingga pada 2025 terjadi sedikit penurunan.

  • Kabupaten Paser

  • Total 574 mahasiswa pada 2025.
  • Seluruh mahasiswa di daerah ini juga tercatat berada di perguruan tinggi swasta.
  • Pada tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa di Paser tercatat 632 orang, sehingga pada 2025 terjadi penurunan jumlah mahasiswa dibandingkan tahun 2024.

  • Kota Bontang

  • Total 819 mahasiswa pada tahun 2025.
  • Seluruh mahasiswa di kota ini tercatat berada di perguruan tinggi swasta, sementara perguruan tinggi negeri belum tercatat dalam data mahasiswa daerah tersebut.
  • Jumlah ini sedikit meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 801 mahasiswa.

  • Kabupaten Kutai Timur

  • Total 1.748 mahasiswa pada tahun 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.825 mahasiswa.
  • Sama seperti beberapa daerah lainnya, mahasiswa di Kutai Timur juga tercatat seluruhnya berasal dari perguruan tinggi swasta.

  • Kabupaten Berau

  • Total 2.759 mahasiswa pada tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 2.551 mahasiswa pada 2024.
  • Jika dibandingkan dengan daerah lain, jumlah mahasiswa di lima wilayah tersebut memang relatif kecil. Hal ini sangat kontras dengan jumlah mahasiswa di Samarinda maupun Balikpapan yang mencapai puluhan ribu orang.

Perbedaan tersebut tidak terlepas dari faktor ketersediaan perguruan tinggi. Samarinda, misalnya, menjadi pusat berbagai universitas besar di Kalimantan Timur, baik negeri maupun swasta. Keberadaan berbagai kampus tersebut menarik mahasiswa dari berbagai daerah, bahkan dari luar provinsi.

Sementara itu, Balikpapan juga memiliki sejumlah perguruan tinggi yang berkembang pesat, terutama yang berfokus pada bidang teknologi, bisnis, dan industri. Kota ini juga menjadi salah satu pusat ekonomi di Kalimantan Timur sehingga banyak mahasiswa memilih melanjutkan pendidikan di sana.

Sebaliknya, sejumlah kabupaten seperti Kutai Barat dan Paser masih memiliki jumlah perguruan tinggi yang terbatas. Banyak lulusan sekolah menengah dari daerah tersebut yang memilih melanjutkan pendidikan ke kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, atau bahkan ke luar provinsi.

Di sisi lain, faktor geografis juga berperan dalam menentukan akses terhadap pendidikan tinggi. Beberapa wilayah di Kalimantan Timur memiliki jarak yang cukup jauh antar kota dan antar kabupaten, sehingga mahasiswa sering kali harus merantau untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan minat dan jurusan yang diinginkan.

Di sisi lain, peningkatan jumlah mahasiswa di Kalimantan Timur secara keseluruhan menunjukkan tren positif dalam perkembangan pendidikan tinggi di provinsi ini.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *