Kecelakaan KA Bandara Soekarno-Hatta dengan Mobil Kontainer di Stasiun Poris
Kecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta dengan mobil kontainer terjadi di perlintasan kereta Stasiun Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Peristiwa ini menyebabkan operasional KRL rute Tangerang–Duri lumpuh sementara, jalur kereta tertutup, dan perjalanan Commuter Line Basoetta serta Tangerang mengalami rekayasa pola operasi.
Kronologi Kecelakaan
Menurut informasi yang diperoleh, KA Bandara Soetta berangkat dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Batuceper sekitar pukul 06.05 WIB. Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil kontainer dari arah Cipondoh menuju Daan Mogot melintas di perlintasan. Mobil tersebut mengangkut sekoci berwarna oranye berukuran besar milik anak usaha PT Pertamina.
Pada saat kereta api bergerak, mobil masuk ke perlintasan, namun hanya kepala mobil yang masuk. Badan mobil masih di atas rel sehingga tidak sempat melaju. Sopir kontainer menerobos palang pintu meski sirene peringatan sudah berbunyi. Akibatnya, badan mobil tertabrak kereta dan terseret sejauh 100 meter dari pintu perlintasan.
Dampak pada Operasional KRL
Kecelakaan ini berdampak langsung pada operasional KRL rute Tangerang–Duri. Sejak pukul 07.50 WIB, perjalanan kereta penumpang dari Stasiun Poris hingga Duri lumpuh total. Ruas jalur kereta yang tidak bisa dilewati berada di antara Stasiun Batuceper dan Stasiun Poris. Gerbong KA Bandara yang terlibat kecelakaan tersungkur ke bagian kiri jalur, menutup akses perlintasan.
Kondisi ini membuat kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot tidak bisa melintas. Sejumlah petugas gabungan segera dikerahkan untuk mengevakuasi badan kereta yang tersisa di tengah jalur perlintasan sehingga jalur bisa kembali aman untuk dilintasi pengendara.
Tidak Ada Korban Jiwa
KAI Commuter memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa seluruh penumpang Commuter Line Basoetta No. 806 tujuan Bandara Soekarno-Hatta berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi,” ujarnya. Karina menambahkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan KAI Daop 1 Jakarta untuk mengirimkan rangkaian kereta penolong ke lokasi. Evakuasi dilakukan agar jalur bisa segera kembali normal.
Imbas kecelakaan ini, perjalanan Commuter Line Tangerang hanya melayani relasi sampai Stasiun Rawa Buaya untuk kembali ke Stasiun Duri. Sementara perjalanan Commuter Line Basoetta dari arah Bandara hanya sampai Stasiun Batuceper. KAI Commuter menyediakan transportasi pengganti bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta.
Selain itu, pengguna yang sudah membeli tiket dapat melakukan refund dengan pengembalian 100 persen di stasiun pemberhentian Commuter Line Basoetta. Karina mengimbau seluruh pengguna untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan mencari alternatif transportasi sementara.
Imbauan dan Rekayasa Operasi
“Atas kejadian tersebut kami melakukan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan Commuter Line,” jelasnya. KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang timbul akibat kecelakaan ini. Fokus utama saat ini adalah evakuasi rangkaian kereta dan pemulihan jalur agar operasional bisa kembali normal.
Kecelakaan di perlintasan Poris ini menjadi pengingat pentingnya disiplin pengendara dalam mematuhi aturan lalu lintas, khususnya di perlintasan kereta api. Sirene dan palang pintu perlintasan merupakan tanda keselamatan yang tidak boleh diabaikan.











