Dapur SPPG Tetap Beroperasi Selama Bulan Ramadhan
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Buleleng dipastikan tetap beroperasi selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Para siswa tetap menerima makanan siap santap di sekolah, termasuk bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng, Rusdianto.
Menurutnya, untuk di sekolah umum, paket makanan siap santap tetap diberikan seperti biasa selama bulan puasa. Hal ini dilakukan karena mayoritas siswa tidak menjalankan puasa. “Untuk yang tidak menjalankan puasa, baik itu peserta didik maupun non peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kami tetap berikan makanan siap santap,” jelasnya.
Sementara bagi siswa muslim, baik di sekolah umum maupun madrasah, tetap akan mendapat Makan Bergizi Gratis (MBG), namun berupa paket kemasan atau paket kering. “Untuk di madrasah, kita berikan MBG di akhir jam pelajaran atau saat pulang sekolah, agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah selama di sekolah,” tambahnya.
Rusdianto menambahkan bahwa pendistribusian MBG bagi peserta didik libur selama satu pekan dikarenakan cuti bersama dan belajar mandiri pada awal puasa. Pendistribusian MBG dimulai kembali pada tanggal 23 Februari 2026. “Karena tidak ada aktivitas di sekolah, sehingga pendistribusian MBG untuk siswa baru dilakukan kembali pada tanggal 23 Februari. Sedangkan distribusi MBG bagi 3B tetap dilakukan seperti biasa,” ujarnya.
Selama bulan puasa, program MBG tetap berjalan seperti biasa. Hal ini juga diungkapkan oleh Koordinator BGN Provinsi Bali, Risca Christina. Ia menjelaskan bahwa selama bulan puasa di Provinsi Bali, beberapa sekolah yang mayoritas siswanya beragama nonmuslim akan menerima MBG seperti biasa, yakni dengan menu basah.
Namun, jika terdapat siswa muslim bersekolah di lingkungan mayoritas nonmuslim maka akan mendapatkan makanan kering. “Biasanya telur, kacang polong, abon, ada buah dan juga kurma,” jelas Risca.
Makanan kering ini akan diberikan bersamaan pada siswa muslim saat rekan-rekannya juga mendapatkan menu basah MBG. Risca melanjutkan bahwa tidak ada pengurangan porsi MBG yang akan dibagikan sebab jika ada aktivitas di sekolah akan tetap diberikan menu basah MBG dan jika tidak sekolah diberikan menu keringan yang dirapel selama tiga hari.
“Kalau untuk sekolah muslim ada permintaan tidak menerima MBG, sehingga kita tidak berikan rata-rata request seperti itu. Pemberian MBG tidak boleh memaksakan penerima manfaat sebelum itu kami tanyakan dulu kesediaan sekolah dan penerima manfaatnya,” bebernya.
Sehingga sejauh ini sekolah muslim tidak menerima MBG selama puasa Ramadhan berlangsung. Paling banyak sekolah muslim yang tidak meminta MBG selama puasa Ramadhan berada di Kabupaten Tabanan dan Jembrana, nantinya tetap dilakukan koordinasi antara Kepala SPPG dan pihak sekolah terkait.
Analisa dan Evaluasi Kinerja SPPG
Sementara itu, Polres Jembrana melakukan Analisa dan Evaluasi (Anev) kinerja enam bulan terakhir program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jembrana, Kamis (12/2).
Sejumlah sekolah dan satuan pendidikan menyampaikan masukannya ke pihak SPPG. Mulai dari soal variasi menu makanan, kualitas buah hingga penyesuaian jadwal penyaluran MBG saat bulan Ramadhan dan hari Libur Nasional.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati didampingi Kabag SDM, AKP I Putu Budi Santika menerangkan, forum Anev ini merupakan wujud keterbukaan dan tanggung jawab Polri dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Tentunya kami tetap membutuhkan masukan dan saran secara langsung dari para pihak terutama penerima manfaat guna perbaikan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis ke depan,” ujar AKBP Citra.
Setelah itu, sejumlah masukan dan saran pun disampaikan para pihak. Seperti dari kepala sekolah dan juga perwakilan satuan pendidikan. Masukan diantaranya terkait variasi menu, frekuensi pemberian susu, kualitas buah, kemasan distribusi, hingga penyesuaian jadwal penyaluran saat bulan Ramadan dan hari libur nasional.
Selain itu, disampaikan pula kebutuhan pembaruan data jumlah siswa guna menghindari kelebihan porsi yang diberikan. Pihak SPPG Polres Jembrana mengakui MBG merupakan program baru yang terus disempurnakan secara bertahap.
Penyesuaian menu telah dilakukan, termasuk pengolahan kacang merah dengan variasi rasa, peningkatan kualitas kemasan, serta evaluasi pemilihan buah agar tidak mudah rusak saat distribusi. Terkait keterbatasan susu dan kebutuhan ayam, pihak SPPG menyampaikan bahwa kendala tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan suplai dari penyedia.
Meski demikian, Polres Jembrana berkomitmen mencari solusi terbaik tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan. “Untuk beberapa kekurangan yang ditemukan akan segera dilakukan penyesuaian guna meningkatkan kualitas pelayanan,” tandasnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











