Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan dan Libur Idul Fitri
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan dan masa libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski terdapat perubahan dalam penyajian makanan, pemerintah kota Surabaya memastikan bahwa kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi. Penyesuaian ini dilakukan agar makanan yang diberikan tetap layak konsumsi dan aman untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.
Perubahan Bentuk Makanan
Dalam skema distribusi baru, penyajian makanan diubah dari bentuk siap santap di sekolah menjadi paket makanan kering yang bisa dibawa pulang oleh siswa. Jenis makanan yang disiapkan dirancang khusus agar tidak mudah basi dan tetap mengandung gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, serta mikronutrien penting bagi tumbuh kembang anak.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti, menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan agar makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa. “Artinya, jenis makanan yang diberikan adalah makanan yang harus tahan lama dan tidak cepat basi,” ujarnya.
Teknis Pembagian Sesuai Kesepakatan Sekolah
Waktu pembagian makanan diserahkan kepada kesepakatan antara pihak sekolah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Biasanya, ada kesepakatan antara sekolah sebagai penerima manfaat dan SPPG sebagai pelaksana program. “Apakah diserahkan saat pulang atau seperti apa, biasanya tergantung dari sekolah masing-masing,” jelasnya.
Tujuan Utama MBG Tetap Terjaga
Meskipun metode penyajian berbeda, tujuan utama MBG tetap tercapai, yaitu memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi. Dengan model makanan kering yang bisa dibawa pulang, siswa tetap mendapatkan asupan bergizi yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa.
Skema ini juga menjadi bentuk edukasi bahwa pemenuhan gizi tidak hanya soal makan di sekolah, tetapi juga tentang memilih makanan yang aman, bergizi, dan sesuai kondisi. “Menu kering yang tahan lama tetap dirancang memenuhi unsur karbohidrat, protein, serta mikronutrien penting bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Instruksi Badan Gizi Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa program MBG selama Ramadan, libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah, serta Tahun Baru Imlek tetap berjalan. “Pelayanan MBG pada Ramadan serta libur dan cuti bersama Idul Fitri dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” katanya.
Untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6–59 bulan, pelayanan MBG tetap berjalan penuh selama periode tersebut. Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap mengikuti jadwal normal seperti hari biasa dengan menu siap santap.
Jadwal Operasional dan Aturan Surat Edaran
Dalam ketentuan pendistribusian, terdapat beberapa penyesuaian jadwal. Pada periode cuti bersama dan libur Tahun Baru Imlek (16–17 Februari 2026) serta awal Ramadan (18–22 Februari), tidak dilakukan pendistribusian MBG. Pendistribusian akan dimulai kembali pada 23 Februari.
Hal ini telah diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, yang diteken langsung oleh Kepala BGN.
“Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen,” kata Dadan. “Setelah periode libur berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku,” jelasnya.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











