"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Mohan Hazian Diduga Lakukan Pelecehan, Dituduh Suka Bully Saat SMA

Isu Pelecehan Seksual yang Melibatkan Mohan Hazian

Isu pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dugaan tersebut muncul setelah seorang perempuan mengunggah cerita pengalamannya di platform X atau Twitter, yang memicu reaksi berbagai pihak, termasuk tokoh publik seperti dr Tirta.

Mohan Hazian, seorang pengusaha muda, sebelumnya tidak pernah terlibat dalam kontroversi besar seperti ini. Namun, isu yang muncul membuat namanya menjadi sorotan dan memicu gelombang penyebaran informasi di berbagai media digital. Pihak yang mengaku korban juga menyebut bahwa selain dugaan pelecehan seksual, Mohan disebut-sebut pernah melakukan tindakan bullying terhadap teman sekolahnya di masa lalu.

Pengalaman Korban yang Viral di Media Sosial

Dalam utasnya, korban mengungkapkan pengalamannya saat bekerja sebagai talent untuk sesi photoshoot dan videoshoot sebuah brand lokal. Menurutnya, proses pemotretan awalnya berjalan normal tanpa kejanggalan. Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya didampingi oleh dua fotografer dan satu talent scouternya yang menghubungi.

Setelah selesai, korban mengaku menerima ajakan makan dari owner brand yang memiliki inisial M. Awalnya ia berpikir akan makan bersama owner dan talent scouternya. Namun, situasi berubah ketika talent scouternya pamit dan meninggalkannya sendiri dengan owner.

Korban merasa bingung dan curiga saat dibawa kembali ke area photoshoot. Ia mencoba bertanya, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang jelas. Owner disebut mengatakan bahwa makanan akan dipesan secara online, sementara korban mulai merasa tidak nyaman dan takut.

Ia mengaku sempat berusaha melawan, tetapi situasi justru semakin memperparah rasa takutnya. Korban mengatakan bahwa ia hanya berharap bisa keluar dengan selamat, karena khawatir akan mengalami hal yang lebih buruk.

Trauma dan Penyesalan yang Terus Menghantui

Setelah kejadian tersebut, korban mengaku dipulangkan menggunakan taksi online. Ia juga menyebut bahwa owner sudah memiliki istri dan anak. Kekhawatiran dan trauma terus menghantui korban, terutama ketika melihat wajah owner di media.

Korban kemudian mencoba menghubungi talent scouter untuk menceritakan pengalamannya. Namun, menurutnya, sang talent scouter membantah mengetahui kejadian tersebut dan menyatakan tidak bisa berbuat apa-apa karena hanya seorang karyawan.

Di akhir utasnya, korban menyampaikan refleksi mendalam atas pengalaman traumatis yang dialaminya. Ia menegaskan bahwa pelecehan seksual selalu berkaitan dengan kontrol dan kekuasaan. Ia berharap tidak ada orang lain yang mengalami hal yang sama.

Klarifikasi dari Mohan Hazian

Di tengah ramainya tudingan, Mohan Hazian memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia mengaku khilaf atas kesalahan yang terjadi di masa lalu dengan wanita lain. Namun, ia membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan pemerkosaan kepada korban.

“Namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun,” tegas Mohan.

Ia juga berjanji akan berubah lebih baik ke depannya, dengan harapan waktu, proses, dan perubahan yang dilakukan dapat menjadi bentuk pertanggungjawaban nyata dari dirinya.

Pengalaman Bullying yang Dilaporkan oleh Pengguna Media Sosial

Selain isu pelecehan seksual, seorang wanita di media sosial Threads juga menceritakan pengalamannya menjadi korban bullying dari Mohan. Ia mengaku dibully oleh Mohan sejak kelas 1 sampai kelas 3 SMA.

Menurutnya, bullying yang dilakukan oleh Mohan sangat keras dan membuatnya merasa tidak aman. Ia mengingat salah satu contoh perkataan Mohan: “eh siapa sih yg ngmg ga keliatan”. Ia menyebut bahwa ingatan tersebut masih terasa menyakitkan hingga saat ini.

Pengalaman ini menambah kompleksitas kasus yang sedang ramai dibicarakan, sehingga menuntut penelusuran fakta yang lebih mendalam dan objektif.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *