Penyebab Kaburnya Napi di Rutan Nganjuk Dikaji
Rumah Tahanan Kelas IIB Nganjuk sedang melakukan investigasi terkait kejadian kaburnya seorang narapidana bernama Mohammad Hairul. Pihak Rutan telah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong tindakan tersebut.
Faktor-Faktor yang Diduga Mempengaruhi
Dari hasil keterangan yang diperoleh, dua hal diduga menjadi penyebab utama kejadian ini. Pertama, masalah utang yang dialami oleh Hairul. Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa Hairul memiliki utang kepada sesama warga binaan di dalam Rutan. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa alasan Hairul harus berutang.
Selain itu, ada laporan lain yang menyebutkan bahwa Hairul dirundung kegalauan karena nasib sang istri. Sang istri memutuskan bekerja di luar negeri untuk mencari penghidupan. Hal ini membuat Hairul merasa cemas dan khawatir. Bahkan, istri Hairul sudah berada di penampungan dan siap berangkat ke lokasi kerja.
Detik-Detik Kabur Napi
Kamera pengawas milik Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Nganjuk merekam aksi kabur Mohammad Hairul. Kejadian ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) siang hari. Berdasarkan rekaman CCTV, Hairul berhasil menyelinap keluar dari dapur Rutan. Situasi di dapur sudah sepi sejak pukul 10.30 WIB, setelah makan siang dibagikan pada pukul 10.00 WIB.
Setelah menyelinap, Hairul naik ke plafon dan bergerak merayap. Setelah itu, kamera tidak lagi menangkap keberadaannya. Beberapa menit kemudian, kamera kembali menangkapnya pada pukul 12.02 WIB. Saat itu, Hairul sedang merusak kawat berduri yang terpasang di atas tembok pembatas. Setelah berhasil merusak kawat, dia turun menuju area halaman Rutan dari tembok setinggi sekitar 6 meter. Sesampainya di halaman, dia melompati pagar dan kabur.
Meskipun demikian, alat yang digunakan Hairul untuk merusak kawat berduri masih dalam penyelidikan. Pihak Rutan belum bisa memastikan jenis alat yang digunakan.
Penjagaan di Area Selatan Rutan
Di sisi selatan Rutan terdapat menara pos penjagaan. Namun, pos tersebut kosong ketika pagi atau jam kunjungan tatap muka. Penjagaan difokuskan di menara pos sebelah utara. Prioritas penjagaan berada di menara pos utara karena pernah ada informasi bahwa napi kabur lewat sisi utara saat jam kunjungan.
Bantuan dari Pedagang Es Cincau
Aksi kabur Hairul juga diketahui oleh seorang pedagang es cincau, Dede Andriana (31). Setiap hari, Dede menjajakan es cincau di tepi Alun-alun Nganjuk yang berhadapan dengan bangunan Rutan. Pada hari kejadian, Dede sedang melayani dua pembeli saat melihat napi keluar melewati kawat berduri tembok pembatas Rutan.
Setelah berhasil lolos, napi tersebut berjalan dengan langkah cepat ke arah Jalan KH. Agus Salim. Dede langsung melapor ke petugas Rutan. Menurut keterangan Dede, napi tersebut berperawakan kurus dan potongan rambut pendek. Saat kabur, dia mengenakan celana panjang hitam, kaus hitam, serta kemeja krem. Kemeja itu tersangkut kawat, sehingga dia melepasnya dan menyampirkannya ke bahu.
Upaya Pengejaran
Hingga kini, pihak Rutan masih melakukan upaya pengejaran terhadap Hairul. Tim khusus telah dibentuk untuk menangani kasus ini. Selain kamera pengawas, petugas juga bergantung pada informasi dari warga sekitar dan para pedagang di sekitar Rutan.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











