Wanita Indonesia Jadi Tentara Amerika Serikat, Dua WNI Lainnya Jadi Tentara Bayaran Rusia
Sosok Syifa, seorang perempuan asal Indonesia yang menjadi tentara Amerika Serikat (AS), kini tengah viral di media sosial. Kejadian ini terjadi setelah video yang diunggah oleh akun Instagram @bunda_kesidaa pada Sabtu (17/1/2026) menampilkan momen haru saat ibunya mengantarkan putrinya ke bandara untuk bertugas sebagai tentara AS.
Dalam video tersebut, Syifa terlihat mengenakan seragam loreng tentara AS dan hijab. Pada bagian dada seragamnya tertulis “US Army”, yang merupakan angkatan darat AS. Pada 2017 silam, Angkatan Darat AS telah memperbolehkan penggunaan atribut keagamaan seperti hijab untuk prajurit muslimah dan turban untuk prajurit Sikh.
Menurut informasi yang diberikan oleh ibu Syifa, Safitri, putri sulungnya yang berusia 20 tahun ini bergabung dengan National Guard, sebuah komponen cadangan militer AS yang direkrut oleh masing-masing negara bagian. Meski demikian, National Guard juga bisa dikerahkan ke level nasional jika dibutuhkan.
Safitri menyampaikan bahwa Syifa sedang menjalani pelatihan sebagai militer AS dan akan selesai pada bulan Januari ini. Awalnya ia merasa takut karena khawatir anaknya akan ditugaskan untuk terjun ke medan perang. Namun, ternyata posisi yang diambil Syifa adalah di bagian office.
Keluarga Safitri tinggal di Kensington, Maryland, daerah pinggiran Washington DC. Selain Syifa, ada dua orang WNI lain yang menjadi sorotan karena dikabarkan bergabung menjadi tentara di negara lain.
Bripda Muhammad Rio, Anggota Polisi yang Jadi Tentara Bayaran Rusia
Bripda Muhammad Rio, anggota Satuan Brimob Polda Aceh, diduga telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Ia dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bripda Rio meninggalkan kedinasan tanpa izin pimpinan sejak 8 Desember 2025. Beberapa hari kemudian, ia mengirimkan pesan kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, termasuk foto dan video dirinya mengenakan seragam militer Rusia serta informasi gaji dalam mata uang rubel.
Berdasarkan data perjalanan, Bripda Rio meninggalkan Indonesia sejak 19 Desember 2025. Ia berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Shanghai, China, sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia.
Motif Bripda Rio bergabung dengan tentara bayaran Rusia belum dapat dipastikan, namun dugaan sementara mengarah pada faktor ekonomi. Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyampaikan bahwa mungkin saja Bripda Rio tertarik dengan penghasilan yang lebih besar.
Satria Arta Kumbara, Anggota TNI yang Jadi Tentara Bayaran Rusia
Satria Arta Kumbara, mantan anggota Korps Marinir TNI AL dengan pangkat Sersan Satu (Sertu), diketahui telah bergabung dengan tentara Rusia untuk berperang di Ukraina. Melalui akun media sosialnya, Satria pernah menyatakan diri sebagai bagian dari Russian Special Military Operations.
Kabar tentang Satria menjadi tentara bayaran Rusia mencuat pada Mei 2025 lalu. Sebelumnya, Satria sempat terjerat utang ratusan juta rupiah dan mencari peruntungan lewat judi online. Akibatnya, ia terlibat dalam perbuatan yang tidak terkendali hingga akhirnya melakukan desersi.
Setelah dinyatakan desersi dan dipecat dari Korps Marinir TNI AL sejak 2023, Satria kehilangan status WNI secara otomatis karena melanggar Pasal 23 d dan e Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI.
Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa hilangnya status WNI tidak dilakukan lewat proses pencabutan kewarganegaraan. Namun, Satria kehilangan kewarganegaraannya secara otomatis jika terbukti menjadi tentara asing.
Meskipun begitu, Supratman menegaskan bahwa Satria masih bisa kembali menjadi WNI, tetapi harus melalui proses hukum yang sesuai.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











