Penutupan Operasi Pencarian Korban Kapal Putri Sakinah
Operasi pencarian satu orang warga negara Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi ditutup. Penutupan operasi dilakukan pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 14:20 Wita, tepat di hari ke-15 pencarian. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penaburan bunga di lokasi tenggelamnya kapal sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah yang belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa operasi pencarian telah selesai. Namun, Basarnas tetap melaksanakan pemantauan terhadap satu orang warga negara Spanyol yang masih hilang. Ia menjelaskan bahwa sesuai aturan undang-undang, korban yang dinyatakan hilang tetap dianggap sebagai korban.
Proses Pencarian dan Penemuan Jenazah
Operasi pencarian dimulai sejak hari pertama setelah kapal Putri Sakinah tenggelam. Pada hari keempat, Senin (29/12/2025), tim SAR gabungan menemukan satu jenazah perempuan, yaitu anak dari Martin Carreras Fernando, pelatih Valencia. Jenazah ditemukan di perairan utara Pulau Serai.
Pencarian dilanjutkan hingga hari ketujuh, namun tiga korban lainnya masih belum ditemukan. Akibatnya, Basarnas memperpanjang proses pencarian selama tiga hari hingga Minggu (4/1/2026). Di hari pertama perpanjangan tersebut, tim kembali menemukan satu jenazah, yakni Fernando, pelatih Valencia. Jenazah ditemukan di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca.
Pada hari ke-12 pencarian, Selasa (6/1/2026), tim kembali menemukan satu korban lagi, yaitu anak dari pelatih Valencia. Hanya satu anak Fernando yang masih belum ditemukan. Oleh karena itu, proses pencarian kembali diperpanjang selama dua hari hingga Jumat (9/1/2026).
Penghormatan Terakhir dengan Penaburan Bunga
Setelah penutupan operasi pencarian, Tim SAR Gabungan memberikan penaburan bunga di lokasi tenggelamnya Kapal Putri Sakinah sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah yang belum sempat ditemukan. Satu persatu anggota tim menaburkan bunga ke perairan Selat Padar. Samuel Halundaka, Asisten Tiga Plt. Kalak BPBD Provinsi NTT, mengatakan bahwa penaburan bunga dilakukan sebagai bentuk penghormatan agar jenazah diterima di sisi Tuhan.
Pihak keluarga korban juga melakukan tabur bunga di sekitar lokasi tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah pada Kamis (8/1/2026).
Upaya Pencarian yang Dilakukan
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di pesisir pantai dan pulau-pulau. Mereka juga menggunakan drone thermal untuk membantu penyisiran di udara dan penyelaman di lokasi penemuan bangkai kapal. Sebanyak 168 personel dikerahkan, termasuk dari unsur Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai TNK Komodo, P3KOM, Grahawisri, BPBD Manggarai Barat, komunitas dive Labuan Bajo, dan unsur gabungan lainnya.
Tim SAR Gabungan juga mengerahkan 18 alat utama dalam proses pencarian. Meskipun demikian, proses pencarian menghadapi kendala berupa arus laut yang kencang dan cuaca yang tidak menentu.
Kronologi Penemuan 3 Jasad Korban
Hari Ke-4 (Senin, 29/12/2025):
Jenazah anak Fernando ditemukan di perairan utara Pulau Serai. Informasi awal diterima dari warga setempat. Jenazah ditemukan di koordinat 8° 37’ 30.78” LS – 119° 36’ 52.398” BT. Tim SAR gabungan kemudian membawa jenazah ke RSUD Komodo menggunakan ambulans KPP Labuan Bajo.
Hari Ke-10 (Minggu, 4/1/2026):
Jenazah pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras, ditemukan oleh KPC XX-II 2027 Dirpolairud Polda NTT di Selat Padar. Jenazah ditemukan di Pulau Seraya dan Pulau Rinca. Identifikasi dilakukan oleh pendamping keluarga.
Hari Ke-12 (Selasa, 6/1/2026):
Jenazah anak Fernando lainnya ditemukan di Loh Pede, Pulau Komodo. Korban ditemukan terjebak di bangkai kapal. Jenazah ditemukan di koordinat 08°36’35,139″ LS dan 119°40’36,826″ BT. Tim SAR gabungan menggunakan KN SAR Puntadewa 250 untuk mengevakuasi jenazah.


Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











