Ringkasan Kecelakaan Lalu Lintas di Mamuju
Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang dan melukai tiga orang berat serta dua orang ringan terjadi di Jalan Husni Thamrin, Kabupaten Mamuju. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 20.50 Wita.
Data Korban
- Meninggal Dunia: 2 orang
- Luka Berat: 3 orang
- Luka Ringan: 2 orang
Kronologi Singkat
Dua sepeda motor, yaitu Yamaha Jupiter Z tanpa nomor polisi dan Yamaha Mio dengan nomor polisi DC 5483 GZ, melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Beat. Kedua kendaraan bertabrakan secara keras, menyebabkan banyak korban jiwa dan luka.
Penanganan oleh Polisi
Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Mamuju melakukan pendampingan dan penanganan bersama Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sulawesi Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan profesional, transparan, dan akurat.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
* Paparan hasil olah TKP oleh penyidik Unit Gakkum Sat Lantas Polresta Mamuju.
* Pengecekan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan.
* Mendatangi dan melakukan olah TKP ulang.
* Pengambilan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Mamuju, Kompol Febrian Eko Putra, S.I.K, bersama jajaran Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sulbar.
Kesimpulan Sementara
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat dua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara ke selatan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Beat hingga terjadi benturan keras.
Kasat Lantas Polresta Mamuju menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami penyebab kecelakaan serta mengumpulkan alat bukti tambahan guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Penanganan kami lakukan secara maksimal dan profesional. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan menghindari kecepatan tinggi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” tegasnya.
Kecepatan Tinggi Sebagai Faktor Utama
Sebelumnya, kecelakaan lalu lintas maut kembali mengguncang Kabupaten Mamuju. Insiden tragis terjadi di Jalan Husni Thamrin, Kamis malam (7/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Tiga sepeda motor terlibat tabrakan hebat yang menewaskan dua orang di tempat dan menyebabkan tiga korban lainnya mengalami luka berat serta ringan.
Peristiwa nahas tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Suara benturan keras disertai jeritan korban memecah suasana malam di salah satu ruas jalan tersibuk di Kota Mamuju itu.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan berawal dari dua sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju selatan.
“Berdasarkan keterangan saksi, sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa nomor polisi beriringan dengan Yamaha Mio bernomor polisi DC 5483 GZ. Kedua kendaraan tersebut melaju kencang dan mencoba mendahului kendaraan di depannya,” ujar Iptu Herman Basir.
Ironisnya, masing-masing sepeda motor tersebut diketahui membawa penumpang melebihi kapasitas, yakni berboncengan tiga orang. Kondisi ini membuat pengendara sulit mengendalikan laju kendaraan saat melakukan manuver mendahului.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan keras pun tidak dapat dihindari,” tambahnya.
Benturan hebat membuat seluruh pengendara dan penumpang terlempar ke badan jalan. Dua korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah, sementara tiga korban lainnya mengalami luka berat dan ringan. Seluruh korban sempat dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak berselang lama, personel Satuan Lalu Lintas Polresta Mamuju tiba di lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat kerumunan warga.
“Kendaraan yang terlibat sudah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Iptu Herman Basir.











