Kematian Evia Maria Mangolo: Dugaan Pemerasan dan Perilaku Tersembunyi
Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado, ditemukan meninggal di kawasan Kaaten, Kota Tomohon pada 30 Desember 2025. Kasus ini menimbulkan banyak tanda tanya, terutama terkait dugaan pemerasan yang dialaminya oleh oknum dosen perempuan.
Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Dosen Perempuan
Sepupu korban, Zefanya Brenda Montung (19), mengungkap bahwa Evia sering kali diperas oleh seorang dosen perempuan. Dalam percakapan dengan media, Zefanya menyebut bahwa dosen tersebut sering meminta Evia membayarkan makanan saat ia mengurus nilai.
Menurut Zefanya, Evia pernah bercerita tentang kejadian itu. Ia mengatakan bahwa dosen tersebut tidak hanya meminta uang makanan, tetapi juga memberi tekanan kepada Evia dalam proses penilaian akademiknya. Meskipun tidak menyebut nama secara langsung, Zefanya menegaskan bahwa dosen tersebut bukanlah Danny Masinambow, yang diduga melakukan pelecehan asusila terhadap korban.
Sosok Pendiam dan Berprestasi
Evia dikenal sebagai sosok yang pendiam namun sangat berprestasi. Zefanya mengatakan bahwa Evia jarang berbicara tentang masalah pribadinya. Ia lebih suka menulis daripada berbicara panjang lebar. Bahkan, ketika ada orang bertanya tentang masalahnya, Evia cenderung marah.
Meski pendiam, Evia memiliki prestasi yang mencerminkan kemampuannya. Zefanya mengingat bahwa saat masih duduk di bangku SMP, Evia pernah berkunjung ke Bali karena prestasinya. Di Manado, ia sering sibuk dengan tugas-tugas kuliah, bahkan sempat mengajak Zefanya untuk makan mie gacoan saat tidak sibuk.
Pengakuan Mengenai Keberadaan Korban
Zefanya mengatakan bahwa terakhir kali ia berkomunikasi dengan Evia melalui pesan WhatsApp. Pada tanggal 22 Desember 2025, mereka hanya berbicara tentang keluarga. Namun, Zefanya ingat bahwa pada tanggal 20 November 2025, Evia pernah menyebutkan bahwa ia ingin bertemu dengan seorang dosen di area Komo Luar.
Dalam ceritanya, Evia mengatakan bahwa dosen tersebut sering meminta dibayarkan makanan saat ia mengurus nilai. Hal ini menunjukkan bahwa Evia menghadapi tekanan finansial dan akademik yang cukup berat.
Kronologi Penemuan Jenazah
Korban ditemukan meninggal di sebuah indekost di Kota Tomohon. Penemuan pertama dilakukan oleh pemilik kost, YR, yang menerima panggilan dari penghuni kost lainnya. Saat tiba di lokasi, YR melihat korban sudah dalam kondisi meninggal di depan pintu masuk kost.
Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian segera datang untuk melakukan olah TKP. Tim identifikasi dari Polres Tomohon bersama Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Status Terakhir di Media Sosial
Dalam story WhatsApp-nya, Evia pernah membagikan foto video lama dirinya sedang bersama adiknya saat mandi di pantai. Caption yang ditulisnya menyebutkan “hadiah Natal for mama.” Tak lama setelah itu, ia ditemukan meninggal.
Zefanya menyebut bahwa keluarganya sangat marah atas kejadian ini. Menurutnya, Evia adalah sosok yang sensitif, terutama terhadap perlakuan yang tidak wajar. Ia bahkan akan menangis jika hanya disentuh di bagian intim oleh sesama perempuan.
Penutup
Kasus kematian Evia Maria Mangolo masih dalam penyelidikan. Keluarga dan teman-temannya terus berharap kebenaran dapat terungkap. Dugaan pemerasan dan tekanan akademik yang dialami korban menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait.











