Kenaikan Berbagai Jenis Kejahatan di Jawa Barat Tahun 2025
Jumlah kejahatan yang ditangani oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat sepanjang tahun 2025 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2024. Beberapa jenis kejahatan yang mengalami peningkatan antara lain kejahatan konvensional, kejahatan yang merugikan kekayaan negara, kejahatan tindak pidana korupsi, kejahatan narkoba hingga tilang konvensional dan electronic traffic law enforcement (ETLE).
Secara keseluruhan, jumlah kasus tindak pidana pada tahun 2025 mencapai 22.784 perkara. Angka ini meningkat sebesar 3,1% dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya mencatat 22.078 perkara atau terjadi kenaikan sebanyak 706 perkara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 yang digelar di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Senin malam 29 Desember 2025.
Kejahatan Konvensional Meningkat
Kejahatan konvensional, yang meliputi tindak pidana umum seperti pencurian (curat, curas, curanmor), penipuan, penggelapan, penganiayaan, perkosaan, dan kejahatan jalan (premanisme, jambret), mengalami kenaikan sebesar 2,71% pada tahun 2025. Jumlah perkara mencapai 18.682 perkaradibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya 18.189 perkara.
Penanganan Kasus Korupsi Meningkat
Kasus tindak pidana korupsi juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, terdapat 11 perkara dengan 44 tersangka. Sementara itu, pada tahun 2025, jumlah kasus korupsi meningkat menjadi 49 perkara dengan 50 tersangka. “Untuk perkara tindak pidana korupsi yang ditangani Polda Jabar naik 250% atau 38 perkara dan untuk tersangkanya juga naik sebesar 26% atau 6 tersangka,” ujar Kapolda.
Kejahatan Narkoba dan Tilang Meningkat
Perkara kejahatan narkoba di Jawa Barat tahun 2025 juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2024, Polda Jawa Barat menangani 3.254 perkara dengan 3.501 tersangka. Pada tahun 2025, jumlahnya meningkat menjadi 3.482 perkara dengan 4.256 tersangka. Dengan demikian, terjadi kenaikan 7,3% perkara atau 228 perkara dan jumlah tersangka naik 21,57% atau 755 tersangka.
Selain itu, tilang konvensional dan ETLE juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, Polda Jabar menangani tilang konvensional dan ETLE sebanyak 216.492 pelanggaran dengan kerugian material mencapai 23.837.980.000. Jumlah ini meningkat sebesar 16,80% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 20.392.820.000.
Kecelakaan Lalu Lintas Naik
Kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Barat juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, kecelakaan lalu lintas mencapai 8.171 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 2.018 orang, korban luka berat sebanyak 1.275 orang, dan korban luka ringan sebanyak 9.649 orang.
Penurunan Kejahatan Transnasional
Meskipun sejumlah kejahatan meningkat, kejahatan transnasional mengalami penurunan. Pada tahun 2025, jumlah perkara kejahatan transnasional sebanyak 12 perkara, turun sebesar 72,09% atau 31 perkara dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 43 perkara.
Hal yang sama terjadi pada kejadian yang berimplikasi kontijensi, yaitu peristiwa mendadak dan sulit diprediksi yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, politik, sosial, dan ekonomi masyarakat. Jumlahnya turun menjadi 1 perkara pada tahun 2025, dibandingkan 5 perkara pada tahun 2024.
Penurunan Kejahatan Perairan
Kejahatan perairan juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024, terdapat 11 perkara tindak pidana dengan 73 laka laut. Pada tahun 2025, jumlahnya turun menjadi 8 perkara dengan 63 laka laut, atau penurunan sebesar 27,27 persen atau 3 perkara. Untuk laka laut turun 13,70 persen atau 10 kasus.
Tantangan dan Persiapan Polda Jabar
Menurut Kapolda Rudi Setiawan, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa adalah daerah yang dinamis. Kondisi ini menuntut jajaran Polda Jawa Barat untuk selalu melakukan antisipasi potensi gangguan dengan memberikan layanan kepolisian yang prima.
Dengan ancaman global dan regional seperti kejahatan transnasional seperti terorisme, siber, dan separatisme, serta rendahnya partisipasi sebagian masyarakat dalam menjaga keamanan, Polda Jawa Barat tetap siap menghadapi tantangan tersebut.
Saat ini, Polda Jawa Barat diperkuat dengan 29.808 personil Polri dan 1.173 aparatur sipil negara (ASN) yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Personil tersebut siap menjaga kantibmas dan memberikan pelayanan hukum serta perlindungan kepada masyarakat.











