"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Lima Calon Rektor Unsil Jalani Pemeriksaan Kesehatan dengan Serius

Tujuh Kandidat Rektor Unsil Tampak Serius Ikuti Proses Pilrek

Tujuh dari delapan kandidat yang mendaftar sebagai calon rektor Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya periode 2026-2030 menunjukkan keseriusan dalam mengikuti proses pemilihan rektor (Pilrek). Salah satu bentuk kepastian mereka adalah dengan mengambil formulir pendaftaran dan mengikuti medical check up (MCU) di RSUD Tasikmalaya, yang menjadi salah satu persyaratan wajib.

Ketujuh kandidat tersebut antara lain:
* Dr. Drs. Ade Rastiana, M.SI (kepala BAKPK)
* Dr Asep Suryana (Warek 3)
* Dr Nana M.Pd (FKIP)
* Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si.(Fikes)
* Dr Acep Zoni Saeful Mubarok (FAI)
* Dr Iman Hilman, S.Pd., M.Pd (Pascasarjana)
* Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU (Dekan F.Teknik)

Semua kandidat berasal dari internal Unsil dan melakukan MCU dengan difasilitasi oleh panitia. Sementara itu, Dr. Prima Endang, M.Si (Fikes) yang sebelumnya telah mengambil formulir, menyatakan mundur dari proses kontestasi.

Salah satu kandidat, Dr Iman Hilman, mengungkapkan bahwa ia tergerak untuk maju karena dinyatakan memenuhi syarat dan didorong oleh teman sejawat dari prodi Geografi serta sebagian dosen di Pascasarjana. Ia juga mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengambil formulir pendaftaran dan mengikuti MCU.

Ketua Pelaksana Pilrek Unsil, Dr. Nanang Rusliana, mengonfirmasi bahwa tujuh kandidat ini sudah menunjukkan keseriusan dalam berkontestasi. Menurutnya, proses penjaringan masih lama hingga tanggal 8 Januari nanti. Artinya, panitia masih membuka pintu pendaftaran bagi siapa pun yang memenuhi syarat.

Beberapa kandidat dari luar Unsil, termasuk peserta Pilrek 2023-2026, telah mulai berkomunikasi dengan panitia dan anggota senat. Namun, sampai saat ini belum ada kandidat dari luar Unsil yang menunjukkan kepastian.

Adapun salah satu kandidat yang dijagokan, yaitu Dr Gumilar Mulya, masih belum mengambil formulir pendaftaran karena sedang dirawat di rumah sakit. Meski keluarga menyatakan tidak akan ikut kontestasi, Nanang mengaku tetap membuka pintu bagi Gumilar hingga batas akhir pendaftaran.

Harapan Alumni untuk Pengembangan Unsil

Seorang guru besar Unsil, Prof Ahmasya, mengapresiasi dosen-dosen Unsil yang memiliki nyali untuk menjadi pimpinan tertinggi di kampus tersebut. Ia juga mengingatkan agar semua bakal calon memiliki jiwa juang yang tinggi, baik dalam hal idealisme, patriotisme, maupun nasionalisme.

Sementara itu, alumni Unsil yang juga Wakil Walikota Tasikmalaya dua periode, Dr. H. Dede Sudrajat, berharap rektor ke depan bisa merealisasikan adanya Fakultas Kedokteran di almamaternya. Harapan ini sudah muncul sejak Unsil masih berstatus perguruan tinggi swasta.

Menurut Dede, harapan ini sudah digaungkan saat Unsil dinahkodai Prof Dr. Kartawam. Ia berharap rektor baru dapat membuat roadmap yang terukur untuk meningkatkan layanan pendidikan dan realisasi pendirian Fakultas Kedokteran.

Ia juga mengingatkan agar kolaborasi antara Unsil, Pemkot, Pemkab Tasikmalaya, tokoh, gubernur hingga kementerian terus diperkuat. “Saat proses penegrian Unsil, peran rektor saat itu Prof Kartawan dan tim penegrian yang diperkuat almarhum Jumli M.Sc dan civitas akademika lain sukses merangkul banyak pihak,” ujar Dede.

Dalam kesempatan ini, Dede juga mengapresiasi perubahan status Unsil dari PTN satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum (BLU) serta operasionalisasi kampus 2 di Mugarsari. Namun, aspirasi soal Fakultas Kedokteran harus terus diupayakan. “Jangan sampai keduluan oleh kampus lain di Priangan Timur,” katanya.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *