"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Alasan Prada Y Membunuh Janda Muda Masih Mysterious, Kenal lewat Dunia Maya

Penemuan Jasad Wanita Muda di Bawah Jembatan Permandian Kogawuna

Seorang wanita muda inisial WK (23) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Kelurahan Lakologou, Baubau. Korban ditemukan telanjang dengan luka bakar, sayatan leher, dan pukulan benda tumpul di kepala. Kejadian ini terjadi pada Minggu (21/12/2025), dan kini menjadi perhatian besar dari masyarakat setempat.

Terduga Pelaku adalah Oknum TNI

Berdasarkan hasil penelusuran, terduga pelaku pembunuhan tersebut adalah Prada Y (19) dan Prada Z (19), yang merupakan oknum TNI dari Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka. Keduanya kini sedang diperiksa oleh Denpom XIV/3 Kendari. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif dan kronologi kejadian secara lengkap.

Latar Belakang Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka

Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka diresmikan dalam upacara penyerahan tanggul pada 16 Juli 2025 di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau. Sebelumnya, markas batalyon ini berada di Gedung Pancasila dan Rumah Sakit di Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio. Kini, markas batalyon telah dipindahkan ke Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, sejak sebulan lalu. Lokasi baru ini berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi sebelumnya.

Awal Perkenalan WK dengan Prada Y

Awal hubungan antara WK dan Prada Y dimulai melalui dunia maya. Hubungan keduanya berkembang menjadi asmara, hingga akhirnya Prada Y dikenalkan kepada keluarga korban pada November 2025. Para tetangga juga sudah mengetahui hubungan spesial yang terjalin antara keduanya. Namun, tidak lama setelah dikenalkan, WK ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat menyedihkan.

Hasil Pemeriksaan Sementara

Dari hasil olah TKP, ditemukan botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak di sekitar tubuh korban. Luka sayat di leher dan pukulan benda tumpul di kepala juga ditemukan saat visum sementara dilakukan oleh Polres Baubau. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke POM Baubau untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penyidik Masih Menelusuri Motif dan Kronologi

Menurut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, informasi tentang terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik. Ia menyarankan masyarakat untuk mengonfirmasi langsung ke penyidik untuk memastikan status terduga pelaku. Selain itu, Letkol Hidayat juga menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus ini.

Santunan untuk Keluarga Korban

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan atau Yonif TP 823/Raja Wakaaka memberikan santunan kepada keluarga korban. Santunan ini diserahkan oleh Danyonif Letkol Inf Arkham Hidayat di rumah orang tua korban, Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna. Santunan berupa uang tunai, bantuan pendidikan, sembako, serta mainan anak-anak.

Bentuk Kepedulian Batalyon

Letkol Inf Arkham Hidayat menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian batalyon terhadap keluarga korban. Ia menegaskan bahwa bantuan ini tidak terkait dengan proses hukum. Selain itu, batalyon juga bekerja sama dengan BRI Baubau untuk memberikan biaya pendidikan kepada kedua anak korban masing-masing sebesar Rp25 juta.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Saat ini, penyelidikan masih berjalan di POM Baubau. Danyonif juga mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar kasus ini dapat segera terselesaikan. Pihak batalyon berkomitmen untuk mengusut tuntas permasalahan ini tanpa ada yang ditutupi atau dihalangi.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *