Perundungan di Sekolah Menengah Pertama Menggemparkan Masyarakat
Sebuah video yang berdurasi 42 detik dan menunjukkan tindakan perundungan antar siswa telah menjadi viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di SMPN 2 Solor Barat, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Dalam video tersebut, delapan siswi kelas IX terlibat dalam aksi yang tidak pantas.
Dalam rekaman tersebut, seorang siswi dengan inisial AK dari kelas IX A terlihat meludahi dan menampar RW, seorang siswi kelas IX D. Sementara itu, tujuh teman lainnya hanya menonton dan tertawa tanpa mencoba melerai. Salah satu momen yang tercatat menunjukkan seorang siswa mencoba mengusap wajah RW yang terkena ludahan. Kejadian memilukan ini terjadi pada Jumat, 19 Desember 2025, di lingkungan sekolah.
RW, korban dalam video tersebut, mengakui bahwa dirinya adalah pelaku kejadian yang direkam. Ia menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh masalah pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara. Menurut pengakuan RW, akun Facebook miliknya sempat diretas dan digunakan untuk mengirim pesan tidak senonoh. Dalam pesan tersebut, nama AK dan mantan kekasihnya disebut, yang kemudian memicu kemarahan AK.
AK bersama tujuh temannya mendatangi RW dan melakukan tindakan perundungan secara fisik dan verbal. RW mengungkapkan bahwa ia merasa ketakutan karena jumlah pelaku yang banyak dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan tersebut. Akibat kejadian itu, RW merasa trauma dan takut untuk kembali ke sekolah pada awal tahun ajaran baru Januari 2026. Ia khawatir kejadian serupa akan terulang dan mengganggu proses belajarnya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak sekolah segera bertindak dengan menggelar mediasi pada Sabtu, 20 Desember 2025. Mediasi ini dihadiri oleh orang tua dari pihak korban dan pelaku serta guru bimbingan konseling. Hasil mediasi menghasilkan permintaan maaf dari AK dan teman-temannya kepada RW dan keluarganya. Sebuah video klarifikasi juga dibuat dan disebarkan ke media sosial sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Dalam video klarifikasi, AK menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tidak terpuji yang telah dilakukan. Ia juga menyatakan siap menerima sanksi dari pihak sekolah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Solor Barat, Fransiskus X. L. Hurint, ketika dihubungi media ini melalui sambungan WhatsApp, Minggu, 21 Desember 2025 membenarkan bahwa video perundungan yang beredar di media sosial memang terjadi di lingkungan sekolahnya. Ia menyebut insiden tersebut berlangsung pada Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 08.00 WITA.
“Benar, video yang beredar itu terjadi di sekolah kami. Kejadian tersebut merupakan tindakan perundungan antar siswa yang dipicu oleh masalah pribadi,” ujar Fransiskus.
Fransiskus menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dan video dari sejumlah orang tua, pihak sekolah langsung menindaklanjuti. Ia segera memanggil guru Bimbingan dan Konseling (BP/BK) untuk melakukan klarifikasi dan penanganan awal.
“Kemarin, setelah pembagian hasil belajar siswa, saya menerima banyak pesan dan kiriman video dari orang tua. Saya langsung menghubungi guru BP/BK untuk menindaklanjuti,” jelasnya.
Pihak sekolah kemudian menggelar mediasi yang dihadiri oleh orang tua dari seluruh siswa yang terlibat. Dalam mediasi tersebut, para pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarganya. “Masalah ini sudah kami selesaikan secara internal dengan menghadirkan orang tua masing-masing siswa. Semua pihak sepakat untuk berdamai,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, delapan siswi yang terlibat telah menandatangani surat pernyataan. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap menerima sanksi tegas jika melanggar kembali. “Jika mereka mengulangi perbuatannya, maka sekolah akan mengambil tindakan tegas, termasuk kemungkinan dikeluarkan dari sekolah,” tegas Fransiskus.
Karena kejadian ini bertepatan dengan masa liburan sekolah, pihak sekolah belum sempat memberikan imbauan resmi kepada seluruh siswa. Namun, ia memastikan bahwa sosialisasi dan edukasi akan dilakukan saat kegiatan belajar mengajar kembali dimulai. “Imbauan kepada seluruh siswa akan kami sampaikan setelah liburan berakhir. Kami ingin memastikan tidak ada lagi tindakan serupa di kemudian hari,” pungkasnya.
Untuk mendukung pemulihan psikologis korban, pihak sekolah juga akan memberikan pendampingan khusus. Guru BP/BK akan mendampingi korban agar dapat kembali bersekolah dengan rasa aman dan nyaman.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











