"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Tabiat Asli Bripka AS, Pembunuh Adik Ipar Mahasiswi UMM yang Pernah Nikah dan Cerai 3 Kali

Latar Belakang dan Karakter Bripka AS

Bripka AS, seorang anggota kepolisian, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Faradila Amalia Najwa (FAN), yang berusia 21 tahun. FAN adalah adik ipar dari Bripka AS. Sebagai mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), FAN dikenal memiliki sifat pendiam dan perhatian terhadap orang sekitarnya. Namun, hubungan antara Bripka AS dengan keluarga korban tidak harmonis.

Latar belakang Bripka AS sebagai mantan anggota Brimob turut membentuk karakternya yang keras. Hal ini membuat ia sering berseteru, baik dengan rekan sesama anggota kepolisian maupun dengan orang-orang di luar lingkungan kepolisian. Seorang sumber mengungkapkan bahwa Bripka AS disebut memiliki sifat arogan dan bahkan dinilai sebagai PK (Penjahat Kelamin) oleh beberapa orang di luar institusi kepolisian.

Selain itu, ada informasi bahwa Bripka AS pernah mengalami konflik pribadi dengan seorang polisi karena masalah hubungan asmara. Dalam percakapan tersebut, Bripka AS disebut meminta untuk tidak menghubungi mantannya lagi, karena menurutnya dia sudah terlanjur sayang.

Riwayat Pernikahan dan Kehidupan Bripka AS

Menurut keterangan dari Felani, seorang sopir pribadi keluarga korban, Bripka AS telah tiga kali bercerai sebelum akhirnya menikahi kakak korban bernama Husnawiyah. Felani menyebut bahwa Bripka AS menikahi Husnawiyah saat sedang dalam posisi duda tiga kali. Ia juga menjelaskan bahwa riwayat penugasan Bripka AS sempat berpindah lokasi tanpa diketahui alasan pastinya.

Felani menambahkan bahwa pihak mertua Bripka AS dikenal memiliki banyak usaha seperti dagang sembako, material bangunan, travel, truk, hingga jual beli tanah. Menurut Felani, hal ini menunjukkan bahwa Bripka AS telah diberi banyak fasilitas oleh pihak keluarga mertuanya. Namun, perilaku Bripka AS dinilai tidak sesuai dengan rasa syukur yang seharusnya dimiliki.

Sementara itu, kerabat korban Agus Subiyanto menyebut bahwa setelah menikah hampir empat tahun, Bripka AS telah dikaruniai satu anak dan istrinya kini tengah hamil. Agus juga menyebut bahwa Bripka AS berasal dari Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, dan orang tuanya dikenal menjual gorengan.

Penemuan Jasad Faradila Amalia Najwa

Jasad Faradila Amalia Najwa ditemukan dalam kondisi telentang di dasar sungai yang kering dengan posisi lutut kaki tertekuk dan pakaian masih lengkap di pinggiran sungai Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (16/12/2025). Dari hasil autopsi, jasad FAN menunjukkan lebam dan memar di tubuh yang mengindikasikan tindakan kekerasan.

Samsul, seorang sopir pribadi keluarga korban, mengungkapkan bahwa di bagian leher ada bekas cekikan, di bagian dahi ada bekas pukulan, di bagian nadi ada bekas tekanan, dan di bagian paha ada bekas cubitan. Samsul menyebut bahwa Bripka AS melakukan tindakan sadis terhadap adik iparnya sendiri yang tidak memiliki hubungan harmonis.

Dari keterangan pihak kepolisian, ada kejanggalan saat korban ditemukan. Helm korban dibuka dan ternyata rambut hingga pipinya berlumuran lumpur, sedangkan helm yang dikenakan seperti baru beli. Pihak keluarga menduga jika pembunuhan Faradila sengaja ditutupi Bripka AS dengan dalih menjadi korban begal.

Peran Mobil Strada Triton Double Cabin

Berdasarkan rekaman CCTV di tempat kos korban, sebelum ditemukan tewas, FAN dijemput oleh ojek online pada Selasa malam sekitar pukul 08.14 WIB. Sementara itu, dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Strada Triton double cabin milik terduga pelaku mondar-mandir di lokasi.

Ayah korban, Ramlan, mengungkapkan bahwa mobil double cabin itu dibelikannya sendiri. Ramlan mengaku mendapat informasi awal dari Kapolres Pasuruan terkait penemuan jasad putrinya.

Bripka AS Datang ke Rumah Sakit

Sebelum ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Bripka AS ternyata sempat ke Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Pasuruan, tempat jasad Faradila di autopsi. Bripka AS datang bersama dua sopir pribadi keluarga korban, yakni Samsul dan Abdul. Namun, ketiganya pergi menggunakan kendaraan masing-masing.

Setiba di RS Bhayangkara, Samsul sempat pergi ke warung sekitar untuk makan. Tak berselang lama, datang Bripka AS bersama beberapa orang dari Polda Jatim. Samsul mengatakan bahwa Bripka AS pergi sebentar karena masih ada urusan di Polda. Setelah makan, baru lah dia mendapatkan kabar bahwa Bripka AS ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim.

Rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan tubuh korban di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, juga menunjukkan adanya mobil Strada Triton double cabin warna merah dop yang mondar-mandir. Mobil itu memang milik Bripka AS karena dibelikan oleh ayah korban.

Dugaan Motif Pembunuhan

Menurut pengakuan keluarga, hubungan antara Bripka AS dan korban sama sekali tidak harmonis. Bahkan, hubungan antara Bripka AS dengan kakak sulung korban juga tidak harmonis. FAN merupakan anak bungsu dari pasangan H. Ramlan (60) dan Siti (52).

Kakak sulung korban, Yanu (36), dan kakak kedua korban, Husna (34), diketahui memiliki hubungan dengan Bripka AS. Husna adalah istri dari Bripka AS.

Hubungan Tidak Harmonis Menurut Ayah Korban

Saat ditemui wartawan Tribunjatim Network di rumah duka, ayah korban H. Ramlan mengungkapkan bahwa hubungan antara anak sulung dan anak bungsunya dengan Bripka AS tidak harmonis sejak lama. Bripka AS merupakan menantu H. Ramlan.

Terakhir berkomunikasi dengan korban, menurut Ramlan, itu 3 hari sebelumnya atau pada tanggal 14 Desember 2025. Saat itu korban meminta untuk diisikan token listrik. Karena saat itu, korban berada di Malang.

“Sebelum anak saya ditemukan meninggal dunia, dari CCTV kosnya itu terlihat dijemput oleh ojol. Kemudian tahunya kalau anak saya meninggal dunia keluarga dihubungi Polres Pasuruan setelah identitasnya diketahui dari sidik jari,” kata Ramlan.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *