"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Alham Siagian, Suami Faizah Tewas Diduga Dibunuh Anak SD di Medan

Profesi dan Kehidupan Alham Wumala Siagian, Suami Faizah Soraya

Dalam kasus kematian tragis yang menimpa Faizah Soraya, suami korban, Alham Wumala Siagian, menjadi sorotan. Diketahui bahwa Alham memiliki profesi sebagai Engineer di sebuah perusahaan provider. Informasi ini didapatkan dari akun LinkedIn-nya. Namun, tidak hanya itu, saudara korban, Dimas, menyebutkan bahwa Alham memiliki jabatan yang cukup tinggi.

“Sebagai seorang manager di Telkomokondo beberapa kali ketahuan selingkuh,” tulis Dimas dalam postingannya yang telah diizinkan untuk dikutip.

Menurut pengakuan Dimas, hubungan rumah tangga antara Alham dan Faizah Soraya sudah tidak harmonis selama 5 tahun terakhir. Ia juga menyebut bahwa Alham sering kali melakukan perselingkuhan, yang mungkin berujung pada hutang. Meski begitu, Faizah tidak pernah mengajukan perceraian meskipun ia telah dikhianati oleh suaminya.

“Si korban tidak mau bercerai karena korban adalah anak dari orang tua yang bercerai. Korban tidak mau anaknya merasakan seperti apa yang dia rasakan jadi korban perpisahan,” katanya.

Reaksi Alham Setelah Istrinya Tewas

Sementara itu, Suhartono, Kepala Lingkungan V, menyebutkan bahwa Alham tampak sangat terpukul dan menangis histeris saat kejadian. Namun, menurut kesaksian tetangga, Alham sempat menunjukkan sikap gelisah. Setelah insiden, ia terlihat mondar-mandir di depan rumah yang telah dipasangi garis polisi.

Sesekali menatap ke dalam rumah dengan wajah pucat setelah prosesi pemakaman. “Itu suami korban yang mondar-mandir dari tadi pagi. Dia terlihat sangat terpukul,” ujar seorang warga. Saat dimintai keterangan, Alham masih bungkam.

“Maaf ya, saya masih berduka,” katanya.

Tono, sumber lain, mengungkapkan jika Alham sempat bercerita kalau ada kejadian yang diduga memicu sang anak marah. Menurut Tono, korban sempat memarahi anak pertamanya sebelum kejadian. Lalu putri bungsunya itu diduga tidak terima ketika ibunya memarahi sang kakak.

“Tadi saya tanya ayahnya, semalam kakaknya dimarahin sama korban,” katanya.

Keluarga Curiga pada Suami

Pihak keluarga justru heran kenapa Alham bisa ada di rumah itu lagi. Padahal ia sudah mengucap ingin bercerai dengan Faizah. Hal itu diungkap oleh keluarga korban melalui akun Instagram @pakdebrewok2122.

Pihak keluarga tak percaya terduga pelaku yang berinisial SAS (12) tega membunuh ibu kandungnya sendiri. “Izin klarifikasi karna ini keluarga saya, Kejadian subuh pagi, diduga si adek bunuh mamanya. Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk di logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya,” tulis akun itu.

Bahkan keluarga menaruh curiga pada Alham yang ternyata ada di rumah tersebut. Sebab sepengetahuan keluarga, Alham sudah mengucap minta cerai pada Faizah. Ia juga menyebut kalau alasan Alham ingin cerai yakni karena selingkuh dengan wanita lain.

“Dan yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi kerumah itu,” tulisnya lagi.

Kronologi Peristiwa

Jasad Faizah Soraya ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada Rabu (10/11/2025). Ia diduga ditusuk sebanyak 20 kali oleh putri bungsunya, SAS menggunakan pisau dapur.

Insiden penikaman diduga dilakukan seorang anak kelas 6 SD, SAS (12) terhadap ibu kandungnya sendiri, Faizah Soraya, hingga tewas menggegerkan warga Medan. Jasad Faizah pertama kali ditemukan oleh anak pertamanya pada pukul 05.00 WIB. Anak sulung korban kemudian menjerit histeris saat mendapati ibunya terkapar bersimbah darah.

Dari informasi yang sama, disebutkan bahwa si bungsu memegang pisau. Korban diduga ditusuk sebanyak 20 kali oleh SAS menggunakan pisau dapur. Atas tindakan tersebut, SAS merasa tersinggung dan berusaha membela sang kakak.

Penanganan Kasus dan Observasi Psikologi Forensik

Setelah kejadian, SAS merasa tersinggung dan berusaha membela sang kakak. Saat kejadian, tak langsung membawa istrinya ke rumah sakit, namun menghubungi pihak RS Colombia. Sang suami juga menghubungi petugas Polsek Medan Sunggal.

Kemudian, petugas dari Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal dan tim Inafis Polrestabes Medan yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP. Petugas berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam jenis pisau diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Suami dan anak pertama korban pun telah diperiksa polisi. Setelah olah TKP, jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk autopsi. Kini, jenazah korban telah disemayamkan dan dikebumikan oleh pihak keluarga.

Saat ini, terduga pelaku, seorang anak perempuan berinisial SAS (12) sedang menjalani observasi psikologi forensik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan.

Iptu Dearma Agustina, Kanit PPA Polrestabes Medan, mengonfirmasi bahwa observasi psikologi forensik telah dilakukan selama dua hari terhadap terduga pelaku. “Masih kami observasi psikologi forensik. Sudah 2 hari kami lakukan observasi,” ujarnya kepada awak media, Jumat (12/12/2025).

Dearma juga meluruskan informasi sebelumnya mengenai terduga pelaku SAS, yang awalnya dikabarkan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari hasil penelusuran polisi, terduga pelaku ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 6.

“Bukan SMP, tapi SD di salah satu sekolah di Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, juga mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ucapnya.

Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” lanjutnya.

Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pemeriksaan mendalam tidak hanya dilakukan terhadap terduga pelaku, tetapi juga terhadap ayah dan kakak kandungnya. “Intinya masih penyelidikan, untuk memastikan siapa pelaku atau memang itu pelaku utama atau ada pelaku lainnya. Saksi ayah dan kakaknya pelaku, anak itu (terduga pelaku) juga sudah ngaku,” ungkap Iptu Dearma.

Sementara itu, SAS yang masih di bawah umur diperiksa dengan pendampingan sang ayah.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *