"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

5 Program Mahasiswa Berdampak Membawa Perubahan Besar di Desa Hutan Penanggungan

Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa UNTAG Surabaya

Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yang memiliki akreditasi UNGGUL, kembali memperoleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan Jenis Skema Program Mahasiswa Berdampak. Program ini merupakan program perdana yang diluncurkan di tahun 2025 dan berfokus pada daerah 3T dan rawan bencana. UNTAG Surabaya berhasil memperoleh pendanaan tersebut sebagai kontribusi nyata kampus merah putih untuk masyarakat dan mendukung program pemerintah.

Judul program yang diusulkan adalah “Peningkatan Ekonomi Berbasis Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Hutan di Desa Gunung Penanggungan Kabupaten Mojokerto”. Program ini dipimpin oleh Ar. Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T., IAI, selaku Pembina BEM Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dosen Program Studi Arsitektur dan Wakil Ketua Pusat Studi Kebencanaan UNTAG Surabaya. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari dosen dan mahasiswa sebagai pelaksana yang dilakukan oleh Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Agar program yang dilakukan berdampak maksimal bagi masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan oleh 20 mahasiswa BEM UNTAG Surabaya dengan kolaborasi dari 9 Program studi yaitu:

  • 4 mahasiswa Administrasi Bisnis (Aqilah Ayu Tsabitah, Fashya Khoerunnisa, Linata Zaidatun Nadhifah, Devi Novita Sari)
  • 1 mahasiswa Ilmu Komunikasi (Syahrial Fathur Rozi Darmawan)
  • 1 mahasiswa Akutansi (Suci Cahyani)
  • 2 mahasiswa Teknik Industri (Nadila Eka Anggini, M. Bayu Permana H.)
  • 4 mahasiswa Teknik Mesin (Gusti M.Mufid Daffa A., Eka Widian M.S, Fajar Dwi Priyanto, Miftakhul Alifia)
  • 1 mahasiswa Teknik Sipil (Muhammad Ilham Arifin)
  • 1 mahasiswa Arsitektur (Javed Ahmad Altaf)
  • 2 mahasiswa Teknik Informatika (Gilang Fajar Nur Ainun, Angely Vallery Loppies)
  • 4 mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (Marzhanda Eka Dyanita, M. Husni Tamrin Mahasiswa, Dwi Insan Pinayungan, Salshabilla Nur Maharani)

Febby sebagai ketua pengusul dibantu oleh 2 rekan dosen lainnya yaitu Ir. Moh. Nor Ali Aziz, S.T., M.T. (Dosen Teknik Mesin) dan Handy Febri Satoto, S.T., M.T. (Dosen Teknik Industri).

Kegiatan Mahasiswa Berdampak ini dilaksanakan di desa hutan daerah Gunung Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto yang merupakan salah satu daerah rawan bencana. Terdapat 2 sasaran mitra yaitu Mitra Sasaran 1 (Kelompok Masyarakat yang Produktif secara Ekonomi) yaitu Kelompok Tani Organik BRENJONK dan Mitra Sasaran 2 (Kelompok Masyarakat yang Tidak Produktif secara Ekonomi) yaitu Pokdarwis ALAS yang didukung oleh Mitra Pemerintah baik Pemerintah Desa Penanggungan maupun Pemerintah Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Mitra pertama memiliki 3 permasalahan yaitu:

  • Aspek Produksi (Terdapat beberapa area pertanian di hutan yang tidak mendapatkan akses dan tidak memiliki sumber mata air yang memengaruhi kuantitas hasil pertanian)
  • Aspek Manajemen (Terdapat kendala pendataan hasil panen dari petani ke kelompok tani yang mempengaruhi permintaan oleh pembeli)
  • Aspek Pemasaran (Terdapat kendala lokasi yang berada di pelosok dan susah diakses membuat pemasaran kurang maksimal)

Sedangkan mitra kedua memiliki 2 permasalahan yaitu:

  • Aspek Sosial Kemasyarakatan (Terdapat minimnya informasi dan penanda kebencanaan bagi masyarakat di daerah hutan)
  • Aspek Manajemen (Terdapat keterbatasan untuk mengolah hasil hutan menjadi produk yang bernilai ekonomis bagi masyarakat hutan)

Kegiatan dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2025 untuk mengatasi 5 permasalahan kedua mitra. Secara umum, pelaksanaan program dibagi menjadi 4 tahap yaitu:

  1. Persiapan dan pembukaan program pada bulan September
  2. Pelaksanaan program di Desa pada bulan Oktober
  3. Pelaksanaan pelatihan sebagai puncak kegiatan masing-masing program pada bulan November
  4. Pengukuran hasil, evaluasi dan penutupan program pada bulan Desember 2025

Solusi yang diberikan untuk membantu menyelesaikan 5 permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan 5 program yaitu:

  1. Program A1 (Peningkatan Kapasitas Hasil Pertanian Melalui Sistem Irigasi Pompa Hidram) untuk menyelesaikan permasalahan produksi mitra Brenjonk
  2. Program A2 (Peningkatan Kemampuan Manajemen Melalui Aplikasi Pertanian Terintegrasi) untuk menyelesaikan permasalahan manajemen mitra Brenjonk
  3. Program A3 (Peningkatan Strategi Pemasaran Usaha Berbasis Potensi Alam) untuk menyelesaikan permasalahan pemasaran mitra Brenjonk
  4. Program B1 (Peningkatan Keterampilan Tanggap bencana Masyarakat Desa Hutan) untuk menyelesaikan permasalahan Sosial Kemasyarakatan mitra Alas
  5. Program B2 (Peningkatan Ekonomi Desa Melalui Potensi Usaha Baru) untuk menyelesaikan permasalahan manajemen mitra Alas

Pelaksanaan program mendapatkan apresiasi dan dukungan yang besar baik dari masyarakat maupun pemerintah. Hasil yang dicapai juga memberikan dampak yang besar bagi masyarakat desa hutan.

Program A1 menghasilkan Pompa hidram yaitu pompa yang dapat mengalirkan air dari bawah ke atas tanpa listrik yang sekarang dapat mengairi area pertanian di hutan yang tidak mendapatkan air, sehingga dapat meningkatkan kuantitas hasil pertanian masyarakat desa hutan.

Program A2 menghasilkan Aplikasi Pertanian yang sekarang dapat digunakan oleh mitra dan petani untuk pendataan hasil panen untuk memberikan kepastian ketersediaan produk tanaman organik yang akan dibeli oleh pembeli.

Program A3 menghasilkan Media pemasaran online (sosial media Instagram @brenjonkorganik) dan media pemasaran offline (Katalog, Brosur, Poster dan X-Banner) yang saat ini digunakan mitra untuk meningkatkan kunjungan baik secara online maupun secara langsung di tempat wisata.

Program B1 menghasilkan Buku kebencanaan dengan judul “Aksi Siaga Mnghadapi Bencana” serta penanda kebencanaan seperti papan titik kumpul, jalur evakuasi, papan peringatan (dilarang buang sampah, pohon tumbang, hati-hati tikungan tajam), denah evakuasi dan banner mitigasi bencana sebagai upaya mitigasi untuk masyarakat desa hutan.

Program B2 menghasilkan Alat produksi (Alat pengupas dan pencuci, alat perajang, alat pengering, alat penepung, alat sealer, alat heat gun dan alat ukur kadar air) untuk mengolah empon-empon menjadi produk minuman sehat siap minum dan bubuk empon-empon. Selain itu juga ditunjang dengan media pemasaran baik online maupun offline sehingga produk yang dihasilkan dapat dijual sebagai oleh-oleh Ketika pengunjung datang ke tempat wisata.

Hasil kegiatan yang berdampak bagi masyarakat ini selain mendukung program pemerintah juga untuk mencapai SDGs khususnya nomor 1 (Tanpa Kemiskinan) dan 2 (Tanpa Kelaparan) untuk masyarakat hutan.

Oleh karena itu, Febby selaku ketua pengusul berserta 2 dosen pengusul lainnya, 20 mahasiwa BEM UNTAG Surabaya serta mitra, pemerintah dan masyarakat desa hutan Penanggungan mengucapkan terimakasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan yang diberikan sehingga program dapat terlaksana oleh Dosen dan Mahasiswa serta dapat memberikan kontibusi yang berdampak bagi masyarakat Desa Hutan Penanggungan.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *