"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kronologi Ibu di Medan Tewas, Anak Bungsu SD Diduga Pelaku, Sang Kakak Menjerit Histeris

Peristiwa Mengerikan: Seorang Anak Usia 12 Tahun Menikam Ibu Kandungnya Hingga Tewas

Sebuah kejadian tragis terjadi di Medan, Sumatera Utara. Faizah Soraya, seorang ibu rumah tangga, ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Rabu (10/11/2025) pukul 05.00 WIB. Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan memicu rasa prihatin yang mendalam.

Menurut informasi yang didapatkan, korban diperkirakan ditusuk sebanyak 20 kali oleh SAS, seorang anak berusia 12 tahun yang merupakan putri bungsunya. Saat itu, jasad Faizah pertama kali ditemukan oleh anak pertamanya, yang kemudian menjerit histeris saat melihat ibunya terkapar dengan luka parah.

Dari pengakuan saksi, disebutkan bahwa SAS memegang pisau dapur saat kejadian. Sebelum peristiwa tersebut, korban tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai bawah. Sementara itu, suami korban tidur di kamar lantai dua karena dikabarkan sudah pisah ranjang.

Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono, mengungkapkan bahwa suami korban sempat menceritakan adanya kejadian yang diduga menjadi pemicu emosi sang anak. Ia menyampaikan bahwa korban sempat memarahi anak pertamanya sebelum kejadian. Putri bungsunya, SAS, diduga tidak terima ketika ibunya memarahi kakaknya.

Atas tindakan tersebut, SAS merasa tersinggung dan berusaha membela sang kakak. Hal ini kemungkinan menjadi pemicu aksi brutal yang dilakukan. Setelah kejadian, petugas dari Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal dan tim Inafis Polrestabes Medan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut.

Suami dan anak pertama korban telah diperiksa oleh polisi. Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk autopsi. Selanjutnya, jenazah korban disemayamkan dan dikuburkan oleh pihak keluarga.

Saat ini, terduga pelaku, SAS, sedang menjalani observasi psikologi forensik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. Iptu Dearma Agustina, Kanit PPA Polrestabes Medan, mengonfirmasi bahwa observasi telah dilakukan selama dua hari terhadap terduga pelaku.

Dearma juga meluruskan informasi sebelumnya mengenai status pendidikan SAS. Awalnya, ia dikabarkan sebagai siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), namun setelah penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa SAS masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 6 di salah satu sekolah di Medan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Ia menjelaskan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya.

“Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” ujar AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.

Motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pemeriksaan mendalam tidak hanya dilakukan terhadap terduga pelaku, tetapi juga terhadap ayah dan kakak kandungnya. Iptu Dearma menjelaskan bahwa saksi ayah dan kakak pelaku telah diperiksa, dan SAS sendiri telah mengakui perbuatannya.

SAS yang masih di bawah umur diperiksa dengan pendampingan sang ayah. Proses penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan apakah ada pelaku lain atau apakah SAS adalah pelaku utama.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *