"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

WNA Taiwan Tabrak Mahasiswi, Meracau Tawarkan Mobil dan Uang ke Warga

Peristiwa Kecelakaan Maut di Kalibanteng

Pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 22.15, terjadi kecelakaan maut di Jalan Abdulrahman Saleh, dekat Burjo Kota 02, Kalibanteng, Kota Semarang. Kecelakaan ini melibatkan mobil Hyundai Creta yang dikemudikan oleh Wu Lili, seorang warga negara asing (WNA) asal Taiwan, dengan dua kendaraan bermotor.

Kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan Wu Lili berjalan dari arah Manyaran menuju Kalibanteng. Pada saat yang bersamaan, dua sepeda motor melaju dari arah Kalibanteng menuju Manyaran. Dalam perjalanan, mobil tersebut tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak kedua kendaraan tersebut. Salah satu pengendara motor bahkan terlindas mobil pabrikan Korea Selatan tersebut.

Seorang saksi bernama Arif Galih mengungkapkan bahwa kecelakaan ini tidak terhindarkan. “Dua motor sudah berjalan di lajurnya, namun Hyundai Creta oleng ke kanan dan menabrak dua sepeda motor tersebut,” ujarnya kepada Tribun Jateng.

Akibat dari kecelakaan ini, salah satu korban mengalami luka parah pada tangan dan kaki serta wajahnya pucat sesaat setelah kecelakaan. Korban lainnya juga mengalami cedera, tetapi berhasil selamat.

WNA Mengamuk Pasca-Kecelakaan

Setelah kecelakaan terjadi, penabrak yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu malah mengamuk. Menurut laporan saksi, Wu Lili keluar dari mobil dan langsung menyebrang ke arah bengkel. Ia marah-marah dan meracau dalam bahasa Tiongkok.

“Betul (marah-marah), keluar dari mobil, dengan celoteh nggak karuan. Pake bahasa sana (China),” ujar Pardi, salah satu saksi mata.

Istri Pardi mencoba menenangkan Wu Lili agar tidak kabur. Namun, karena kondisi pelaku yang tidak stabil, upaya ini memakan waktu hingga petugas datang. Saat itu, Wu Lili sempat menawarkan mobil dan uang pada warga, tetapi Pardi tidak menggubris karena melihat kondisi pelaku yang tidak normal.

Selain itu, Wu Lili juga memberontak saat diamankan warga. “Empatinya hilang, rasa peduli terhadap korban juga nggak ada,” ucap Pardi. Ia menilai bahwa pelaku tidak menunjukkan empati terhadap korban dan justru ingin melepas tanggung jawab.

Penyebab Kecelakaan Diduga Terkait Minuman Keras

Polisi mengungkap bahwa Wu Lili diduga sedang dalam pengaruh minuman keras saat mengemudi. Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, menyatakan bahwa pelaku diduga berkendara dalam kondisi tidak fokus dan terpengaruh alkohol.

Menurut Novita, mobil yang dikemudikan Wu Lili sempat oleng ke kanan sehingga menyebabkan tabrakan dengan dua kendaraan bermotor. “Mobil yang dikendarainya pun kemudian oleng ke kanan sehingga menyebabkan kecelakaan dengan dua motor,” tambahnya.

Dalam peristiwa ini, mahasiswi bernama Putri DT (23) meninggal dunia akibat luka pada dada. Sementara itu, mahasiswi lainnya bernama Mei RD (18) berhasil selamat meski mengalami cedera.

Penanganan oleh Petugas

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas WNA tersebut. Wu Lili diamankan dan diperiksa di Polrestabes Semarang. Meski sempat mengamuk, ia kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Menurut informasi, Wu Lili tinggal di Hotel Gapura, Anjasmoro. Hingga kini, penyidik masih mendalami alasan mengapa pelaku mengamuk pasca-kecelakaan.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *