Pelatihan Sosialisasi Kebijakan Makanan Bergizi Gratis di Madrasah
Pelatihan sosialisasi kebijakan pelaksanaan makanan bergizi gratis di madrasah kembali dilaksanakan mulai hari ini, Rabu 26 November hingga 30 November 2025. Pelatihan ini dilakukan secara online melalui Platform Pintar Kemenag. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya edukasi gizi dan bagaimana menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Dalam pelatihan kali ini, salah satu modul yang menjadi fokus adalah Modul 3.9 Edukasi Gizi – Bagian 2. Modul ini mencakup berbagai topik terkait dengan pengetahuan dasar tentang nutrisi dan cara mendidik peserta didik agar memiliki pola hidup sehat serta memahami pentingnya makanan bergizi.
Salah satu bagian penting dari modul ini adalah penyajian contoh soal pilihan ganda. Terdapat 10 soal yang bisa digunakan oleh guru sebagai bahan latihan pembelajaran. Setiap soal disertai dengan jawaban yang telah diberikan, sehingga memudahkan proses evaluasi dan pemahaman siswa.
Contoh Soal dan Jawaban
Berikut adalah beberapa contoh soal yang terdapat dalam Modul 3.9 Edukasi Gizi – Bagian 2:
-
Metode Edukasi Gizi yang paling efektif dan interaktif untuk peserta didik tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah/SD) adalah?
A. Pemberian selebaran/brosur tanpa disertai penjelasan langsung.
B. Memaksa siswa menghabiskan semua makanan yang disediakan tanpa penjelasan.
C. Kuliah formal dengan menggunakan banyak istilah ilmiah gizi yang kompleks.
D. Bermain peran (role play), mendongeng, dan demonstrasi memasak sederhana.
Jawaban: D -
Zat gizi makro (makronutrien) yang berfungsi utama sebagai zat pembangun dan perbaikan sel-sel tubuh, serta menyusun hormon dan enzim adalah?
A. Vitamin
B. Lemak
C. Protein
D. Karbohidrat
Jawaban: C -
Dalam konteks Edukasi Gizi, apa yang dimaksud dengan Anemia Gizi Besi, dan bagaimana dampak utamanya pada peserta didik madrasah?
A. Kekurangan yodium yang menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid (gondok).
B. Kelebihan asupan karbohidrat yang menyebabkan obesitas dan diabetes.
C. Kekurangan zat besi dalam darah yang menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, dan penurunan prestasi belajar.
D. Kekurangan asupan vitamin C yang menyebabkan gangguan penglihatan.
Jawaban: C -
Mengapa air minum yang bersih dan aman menjadi bagian integral dari program Makanan Bergizi Gratis di Madrasah?
A. Air minum hanya penting jika cuaca sedang panas terik.
B. Air minum harus dicampur dengan suplemen vitamin agar manfaatnya maksimal.
C. Air minum hanya berfungsi untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
D. Air bersih penting untuk hidrasi yang optimal dan mencegah penularan penyakit berbasis air (waterborne diseases).
Jawaban: D -
Salah satu indikator keberhasilan non-akademik dari program gizi di madrasah adalah?
A. Peningkatan rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) atau Asesmen Nasional (AN) siswa.
B. Berkurangnya jumlah absensi siswa karena sakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan infeksi.
C. Bertambahnya jumlah guru yang memiliki sertifikasi profesional.
D. Semua siswa mampu menghafal minimal 5 juz Al-Qur’an.
Jawaban: B -
Apa tujuan utama dari Kebijakan Pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis di Madrasah yang berfokus pada Edukasi Gizi?
A. Meningkatkan jumlah jam pelajaran tambahan bagi siswa.
B. Meningkatkan status gizi dan pemahaman perilaku hidup sehat gizi pada peserta didik madrasah.
C. Mengganti peran orang tua sepenuhnya dalam penyediaan sarapan pagi siswa.
D. Menjamin semua pedagang kantin madrasah mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Jawaban: B -
Prinsip utama Gizi Seimbang yang harus ditekankan dalam edukasi di madrasah adalah?
A. Mengonsumsi makanan mahal dan impor setiap hari.
B. Mengutamakan hanya satu jenis makanan sumber karbohidrat, seperti nasi, dalam porsi besar.
C. Mengonsumsi beraneka ragam makanan dalam jumlah yang cukup dan menerapkan pola hidup bersih, aktivitas fisik, serta memantau berat badan.
D. Membatasi semua jenis lemak dan gula secara ekstrem.
Jawaban: C -
Menurut panduan Isi Piringku, proporsi yang dianjurkan untuk kelompok Makanan Pokok (Sumber Karbohidrat) dan Sayuran dalam satu piring saat makan utama adalah?
A. Makanan Pokok: 1/3 bagian piring; Sayuran: 2/5 bagian piring.
B. Makanan Pokok: 1/2 piring; Sayuran: 1/4 piring.
C. Makanan Pokok: 1/4 piring; Sayuran: 1/2 piring.
D. Makanan Pokok: 1/4 piring; Sayuran: 1/4 piring.
Jawaban: A -
Salah satu upaya kunci dalam menjamin Keamanan Pangan (Food Safety) untuk makanan yang disajikan di Madrasah adalah ‘Prinsip Suhu Aman’. Berapa rentang suhu yang harus dihindari karena merupakan zona bahaya pertumbuhan bakteri?
A. 100∘C hingga 120∘C
B. Di bawah 0∘C hingga 4∘C
C. 5∘C hingga 60∘C
D. 60∘C hingga 100∘C
Jawaban: C -
Dalam konteks pelaksanaan Makanan Bergizi Gratis, peran Komite Madrasah/Orang Tua paling tepat adalah?
A. Bertanggung jawab penuh atas pengadaan dan pengolahan seluruh bahan makanan.
B. Memberikan pengawasan, masukan terhadap menu, dan memastikan keberlanjutan dukungan program di tingkat komunitas.
C. Menentukan kurikulum resmi untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
D. Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin tahunan pada semua peserta didik.
Jawaban: B
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat lebih memahami konsep-konsep dasar gizi dan mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini akan berdampak positif pada kesehatan dan perkembangan peserta didik madrasah.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











