Pengumuman Peresmian SETIAKIN
Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (SETIAKIN) resmi diresmikan oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, pada Selasa (18/11/2025). Peresmian ini menandai momen penting dalam sejarah pendidikan keagamaan di Indonesia, khususnya bagi umat Khonghucu. SETIAKIN berlokasi di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung.
Nasaruddin Umar adalah Menteri Agama RI ke-25 yang menjabat sejak 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih. Ia juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai 2014.
Lokasi dan Informasi Dasar tentang SETIAKIN
SETIAKIN adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Khonghucu Indonesia. Ini merupakan perguruan tinggi agama negeri (PTN) khusus Khonghucu pertama di Indonesia. Lokasinya berada di Kecamatan Pangkalan Baru, Provinsi Bangka Belitung.
Pangkalan Baru adalah sebuah kecamatan dengan luas wilayah 109,45 km², jumlah penduduk sebanyak 40.503 jiwa, dan kepadatan 370,06 jiwa/km². Wilayah ini terdiri dari 1 kelurahan dan 11 desa, seperti Air Mesu, Batu Belubang, dan Tanjung Gunung. Mayoritas penduduk berasal dari suku Melayu (~60 persen) dan Tionghoa (~30 persen).
Sejarah dan Pendirian SETIAKIN
Peletakan batu pertama kampus SETIAKIN dilakukan pada 18 Oktober 2024, setahun lalu. Pembangunan dilakukan dengan skema multiyears dan selesai sekitar September 2025. Kampus dibangun di atas lahan seluas 29.430 m².
Tujuan utama SETIAKIN adalah menjadi pusat pendidikan tinggi yang mengkaji ajaran Khonghucu secara akademis, termasuk teologi, etika, dan aspek sosial. Kurikulum diharapkan mengedepankan nilai-nilai toleransi, etika, dan dialog antar-agama. Selain itu, kampus bertujuan untuk menyiapkan kader pemuka agama Khonghucu yang terdidik serta menjadi simbol kehadiran negara dalam mendukung pendidikan agama Khonghucu.
Program Studi dan Kurikulum
Menurut rencana dari Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu), SETIAKIN akan membuka beberapa program studi, antara lain:
- Pendidikan Khonghucu – mempelajari ajaran Khonghucu, etika, dan pendidikan agama.
- Komunikasi & Penyiaran Khonghucu – fokus pada bagaimana menyampaikan nilai-nilai Khonghucu lewat media, dakwah, dan komunikasi publik.
- Manajemen Khonghucu – aspek manajerial organisasi keagamaan atau lembaga keagamaan Khonghucu.
Infrastruktur dan Fasilitas
Bangunan kampus mencakup gedung rektorat, area peribadatan (klenteng Khonghucu), serta fasilitas pendukung seperti parkir dan utilitas kampus. Ada juga bangunan “Qifudian” (gedung khusus ibadah) sebagai simbol penting dalam agama Khonghucu di kampus.
Tantangan dan Dukungan
Beberapa tantangan yang dihadapi SETIAKIN meliputi penyusunan kurikulum yang akademis tapi religius, menjaga keberlanjutan operasional kampus, serta menjaga relevansi dengan komunitas Khonghucu di Indonesia.
Kementerian Agama mendukung penuh pendirian SETIAKIN sebagai bagian dari kesetaraan beragama dan pendidikan keagamaan. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga terlibat dalam pembangunan fisik kampus.
Beasiswa dan Kesempatan
Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu menawarkan beasiswa penuh untuk mahasiswa yang akan belajar di SETIAKIN. Ini menjadi kesempatan besar bagi generasi muda penganut Khonghucu untuk mendalami agamanya di jenjang tinggi dengan dukungan negara.
Rekrutmen Mahasiswa Angkatan Pertama
Rekrutmen mahasiswa angkatan pertama SETIAKIN telah dilaksanakan secara terbuka melalui mekanisme seleksi nasional. Proses ini berhasil menjaring peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada dua pilihan program studi unggulan, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Khonghucu serta Pendidikan Agama Khonghucu.
Percontohan Bagi Umat Khonghucu
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyambut baik peresmian SETIAKIN. Ia menyatakan kampus ini adalah sekolah percontohan bagi umat Khonghucu di seluruh Indonesia. Pemerintah Provinsi hadir dan mendorong penuh pendirian sekolah ini sebagai wujud dukungan nyata pada dunia pendidikan.
Peresmian oleh Menteri Agama
Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, meresmikan SETIAKIN pada Selasa (18/11/2025). Peresmian ini menandai langkah bersejarah bagi pendidikan keagamaan Khonghucu di Indonesia sekaligus menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat beragama.
Menag dalam sambutannya mengutip pepatah kuno, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Ia berharap, melalui “jembatan penyeberangan” yang diwujudkan oleh SETIAKIN, para guru di kampus ini dapat mengambil ilmu dan kearifan dari Tiongkok, kemudian membagikan dan mengembangkannya kepada para mahasiswa.
Menag menyoroti tantangan utama bangsa, yaitu bagaimana kohesi sosial antarumat beragama. “Tantangan kita adalah bagaimana kohesi sosial antar umat beragama bisa terwujud dengan baik,” ujar Menag sembari menegaskan perlunya menguatkan unsur spiritualitas dalam proses pendidikan.











