Misteri Kematian Mahasiswa UMA Terungkap
Kasus kematian Bonio Raja Gadjah (19), seorang mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) di Sumatera Utara, akhirnya terungkap setelah pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan. Kejadian ini mengejutkan masyarakat karena korban ditemukan dalam kondisi meninggal di rumahnya, dengan berbagai barang pribadi hilang dan tanda-tanda kekerasan.
Penemuan Jasad Korban
Jasad Bonio pertama kali ditemukan oleh kakaknya, Diva, di rumah mereka yang berada di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang. Saat itu, jenazah ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di kamar. Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Korban tinggal sendirian di rumah karena kakaknya sedang bertugas sebagai ahli gizi di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, orang tua korban tinggal di Desa Parmonangan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Ayah korban, Johar, bahkan menjabat sebagai Kepala Desa Parmonangan.
Barang Bukti yang Ditemukan
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), diketahui bahwa beberapa barang pribadi korban hilang, termasuk sepeda motor Honda Vario miliknya. Sepeda motor ini kini menjadi barang bukti dalam penyelidikan kasus pembunuhan. Selain itu, handphone dan dompet korban juga tidak ditemukan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvjin Simanjuntak, mengatakan bahwa pihaknya belum dapat mengungkap kronologi lengkap pembunuhan karena pelaku masih dalam pemeriksaan. “Puji Tuhan sudah diamankan semalam,” ujarnya.
Perjalanan Hidup Korban
Sebelum kejadian, Bonio dikenal sebagai sosok yang ceria dan aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Teman kuliahnya, Abraham Taher, menjelaskan bahwa korban sempat kuliah dan bermain biliar pada Kamis (13/11/2025), atau sehari sebelum ditemukan tewas.
“Kamis itu, pulang kuliah kami main biliar. Setelah itu, sekitar pukul 13.00 WIB, kami pulang ke kos masing-masing,” kata Abraham.
Selama masa perkuliahan, Bonio sering kali hadir dalam acara-acara kampus. Ia juga baru saja memasuki semester satu dan masih dalam proses adaptasi terhadap lingkungan kampus.
Pesan Terakhir dari Korban
Ayah korban, Johar, menjelaskan bahwa komunikasi terakhir dengan Bonio terjadi pada Rabu (12/11/2025). Bonio mengirim pesan ucapan selamat hari ayah yang sangat menyentuh.
“Pada hari Rabu dia mengucapkan selamat hari ayah. Dibuatnya kalimat yang sangat menyentuh,” kata Johar.
Namun, pada Kamis (13/11/2025), Johar mencoba menghubungi Bonio melalui telepon, tetapi tidak mendapatkan respons. Handphone korban tidak aktif, dan pesan yang dikirim tidak dibalas. Akhirnya, ia meminta Diva untuk melihat kondisi Bonio.
Saat Diva tiba di rumah, kondisi ruangan dalam keadaan berantakan, dan jasad korban ditemukan di kamar. “Kebetulan, anak saya yang di Medan ini melihat, ternyata di dalam rumah berserakan darah,” imbuh Johar.
Proses Pemakaman
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis, jenazah Bonio akhirnya dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Desa Parmonangan, Kecamatan Pakkat. Keluarga berharap pelaku pembunuhan segera ditangkap dan diberi hukuman sesuai dengan perbuatannya.
Tindak Lanjut Kasus
Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua fakta terungkap. Mereka juga berkomitmen untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











