"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Anak Penculik di Makassar Panggil Bilqis Sebelum Membawanya Kabur

Pelaku Penculikan Bilqis Ramadhany di Makassar Bawa Anaknya untuk Memancing Korban

Pelaku penculikan anak berusia 4 tahun, Bilqis Ramadhany, di Makassar ternyata menggunakan cara yang sangat tidak manusiawi. Dalam kasus ini, pelaku memanfaatkan anak kandungnya sendiri sebagai alat untuk menarik perhatian korban.

Menurut informasi yang diperoleh, anak pelaku bernama Sri Yuliana alias SY (30) disuruh untuk memanggil Bilqis yang sedang bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Hal ini dilakukan agar korban tertarik dan akhirnya ikut dengan pelaku.

Konselor Hukum UPTD PPA Makassar, Sitti Aisyah, mengungkapkan bahwa saat tiba di lokasi, anak pelaku diminta untuk memanggil Bilqis agar bermain. “Yang pasti waktu sampai di sana, anak diminta pelaku (SY) untuk panggil Bilqis main-main,” kata Sitti Aisyah.

Fakta Mengerikan: Pelaku Juga Menjual Anak Kandungnya

Selain menculik Bilqis, pelaku juga terlibat dalam perdagangan anak. Informasi ini muncul dari keterangan dua anak SY yang kini berada di rumah aman di bawah pengawasan petugas UPTD PPA Makassar.

Sitti Aisyah menyebutkan bahwa SY memiliki lima anak. Dari jumlah tersebut, salah satunya diketahui menjadi korban kekerasan seksual oleh pamannya sendiri di Makassar. “Salah satunya anaknya SY itu korban kekerasan seksual dari pamannya juga yang di Makassar,” ujarnya.

Selain itu, pihak UPTD PPA Makassar juga mendapatkan informasi bahwa salah satu anak SY pernah dijual oleh ibunya. Meski masih dalam proses penyelidikan, hal ini menjadi indikasi kuat bahwa SY terlibat dalam jaringan perdagangan orang (TPPO).

Pendampingan Psikologis untuk Anak-anak SY

Saat ini, dua anak SY masih menjalani pendampingan psikologis oleh petugas UPTD PPA Makassar. Sitti Aisyah menekankan pentingnya pemulihan mental dan emosional bagi anak-anak tersebut.

“Mengenai pendidikannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah supaya pemulihan bisa berjalan lancar. Kami juga berikan layanan psikolog,” ujar Sitti.

Penangkapan Empat Tersangka dalam Kasus Ini

Setelah penyelidikan intensif, tim gabungan berhasil menemukan Bilqis dalam keadaan sehat di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Lokasi ini merupakan wilayah yang dihuni oleh komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Hasil penyidikan menunjukkan bahwa Bilqis dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi.

Polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yaitu:

Sri Yuliana alias SY (30) – warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Nadia Hutri alias NH (29) – warga Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Meriana alias MA (42) – warga Kabupaten Merangin, Jambi.

Adit Prayitno Saputra alias AS (36) – pasangan kekasih Meriana, warga Kabupaten Merangin, Jambi.

Kejadian Awal: Bilqis Hilang Saat Bermain di Taman

Bilqis Ramdhani dinyatakan hilang pada Minggu (2/11/2025) saat bermain di Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Ternyata, dia diculik seorang perempuan saat bermain.

Setelah proses penyelidikan yang panjang, polisi akhirnya berhasil menemukan Bilqis dalam kondisi sehat. Kini, kasus ini sedang dalam proses penuntutan hukum, dengan pelaku yang masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *