Bantuan Digital untuk Pendidikan di Kalimantan Tengah
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN kembali berupaya memperkuat akses pendidikan berbasis digital dengan menyalurkan bantuan berupa laptop dan printer kepada lembaga pendidikan dan sosial di Kalimantan Tengah. Bantuan ini diberikan kepada Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Sholihin serta Panti Asuhan Ayah Bunda Palangka Raya melalui YBM PLN UP3 Palangka Raya.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif YBM PLN untuk memastikan semua anak di lembaga pendidikan nonformal memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi. Dengan perangkat digital seperti laptop dan printer, diharapkan proses belajar-mengajar dan kegiatan administrasi di kedua lembaga penerima dapat lebih efektif dan efisien.
Bantuan tersebut juga bertujuan untuk mendorong penguatan literasi teknologi di kalangan pelajar dan santri. Fahmi, salah satu siswa di Ponpes Nurul Sholihin, menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian yang ditunjukkan YBM PLN. Ia merasa senang karena kini bisa menggunakan sarana yang lebih modern dan digital untuk menambah pengetahuan mereka.
Khairullah, salah satu pengasuh Panti Asuhan Ayah Bunda Palangka Raya, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian dari insan PLN melalui penyaluran bantuan YBM tersebut. Ia berharap bantuan ini menjadi ladang amal jariah bagi seluruh insan PLN dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Dari Banjarbaru, Ketua YBM PLN UID Kalselteng, Legiman, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjembatani kesenjangan digital. Ia menekankan pentingnya digitalisasi sejak dini agar anak-anak tidak tertinggal di era modern ini. Menurutnya, YBM adalah wadah bagi para muzaki untuk menyampaikan amanahnya kepada yang membutuhkan.
Legiman menambahkan bahwa dengan adanya perangkat digital tersebut, anak-anak di pondok maupun panti asuhan diharapkan dapat belajar dengan lebih efektif, mengakses pengetahuan yang lebih luas, serta memperlancar kegiatan administrasi lembaga. Ia juga berharap bantuan ini menjadi motivasi bagi para pengajar untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran berbasis teknologi.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Seolistijono, menilai kegiatan yang dilakukan YBM PLN menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa bukti nyata hadirnya PLN bukan hanya sekadar bisnis, melainkan juga melalui program sosial kemasyarakatan seperti YBM dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Semua kegiatan ini dilakukan secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan.
Iwan menegaskan bahwa melalui kegiatan sosial seperti ini, PLN berupaya menjalankan nilai luhur Pancasila, terutama prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat, panti asuhan, rumah yatim, maupun lembaga pendidikan lainnya yang bisa merasakan manfaat dari program sosial PLN UID Kalselteng.











