"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Jenazah Mahasiswi PGSD Universitas Bengkulu Dikirim ke Papua

Mahasiswi Asal Papua Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Seorang mahasiswi asal Papua ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berada di Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, pada Minggu (1/2/2026) sore. Korban adalah seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Bengkulu (Unib).

Pihak keluarga korban memutuskan menolak dilakukan autopsi dan meminta agar jenazah segera dipulangkan ke kampung halaman. Pada Selasa (3/2/2026) pagi, jenazah korban resmi diberangkatkan ke Papua melalui jalur kargo pesawat.

Proses Penanganan oleh Pihak Berwajib

Kepala Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Bengkulu, Iptu Revi Hari Sona, mengatakan bahwa informasi tersebut sudah dikonfirmasi langsung oleh pihak rumah sakit. “Dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu pagi tadi kita sudah mendapatkan kabar jika korban sudah dipulangkan ke Papua melalui Kargo Pesawat,” ujar Revi.

Meski autopsi ditolak, kepolisian tetap melakukan visum luar terhadap tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang mengarah pada dugaan tindak pidana. “Dari hasil visum luar yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Revi.

Selain pemeriksaan medis, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari penghuni kos, teman dekat korban, hingga pihak-pihak yang terakhir kali berinteraksi dengan korban. Dari hasil keterangan para saksi dan olah TKP, polisi memperoleh informasi terkait kondisi kesehatan korban sebelum meninggal dunia.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keterangan beberapa saksi, serta hasil olah TKP, korban diketahui memiliki riwayat gangguan lambung dan juga mengalami sesak napas,” kata Revi. Ia menambahkan, dugaan sementara penyebab meninggalnya korban mengarah pada faktor kesehatan. Namun demikian, pihak kepolisian tetap mencatat seluruh temuan sebagai bagian dari administrasi penyelidikan.

Kejadian Awal yang Menggemparkan

Sebelumnya diberitakan, warga Kota Bengkulu digemparkan oleh penemuan seorang mahasiswi PGSD Unib ditemukan meninggal di kamar kosnya pada Minggu (1/2/2026) sore. Korban diketahui bernama Orlina Renata Klouwwarga, mahasiswi PGSD Unib asal Papua. Peristiwa ini terjadi di sebuah kamar kos yang berada di Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh teman satu kampus korban yang merasa curiga karena Renata tidak dapat dihubungi sejak beberapa waktu sebelumnya. Menurut informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, teman korban sempat mengirimkan pesan singkat kepada Renata dengan maksud mengajak makan bersama. Namun pesan tersebut tidak kunjung mendapat balasan, kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan karena Renata dikenal sebagai sosok yang aktif berkomunikasi dan jarang mengabaikan pesan dari teman dekatnya.

Merasa khawatir, teman korban kemudian memutuskan untuk mendatangi kamar kos Renata secara langsung. Setibanya di lokasi, pintu kamar korban dalam keadaan tertutup rapat. Teman korban sempat menggedor pintu kamar beberapa kali, namun tidak ada respons dari dalam kamar. Karena tidak mendapat jawaban dan khawatir terjadi sesuatu, pintu kamar kos akhirnya dibuka secara paksa dengan bantuan warga sekitar.

Saat pintu terbuka, Renata ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi tidak sadarkan diri. Posisi korban saat ditemukan cukup menyita perhatian, korban berada di atas kasur sambil memeluk bantal guling, dengan posisi dahi menempel pada bantal tersebut. Melihat kondisi itu, warga sekitar bersama Ketua RT setempat segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kabar mahasiswi PGSD Unib ditemukan meninggal ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Penyidik Polresta Bengkulu langsung melakukan langkah awal dengan mendatangi lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

PS Kanit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu Iptu Revi Hari Sona membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa setelah jasad korban ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, pihak kepolisian langsung menghubungi keluarga korban yang berada di Papua. “Setelah jasad korban ditemukan dan dibawa ke rumah sakit, penyidik langsung berkomunikasi dengan pihak keluarga korban,” ujar Revi saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Revi mengungkapkan bahwa sempat muncul wacana untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun, setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut, pihak keluarga korban memutuskan untuk menolak autopsi. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi,” ungkap Revi. Penolakan autopsi tersebut, kata Revi, telah disampaikan secara resmi kepada penyidik Polresta Bengkulu. Keluarga korban hanya mengajukan permintaan agar jenazah anak mereka segera diformalin dan dipulangkan ke kampung halaman di Papua. “Pihak keluarga hanya meminta agar jenazah diformalin dan dikirim ke Papua,” singkat Revi.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *