Kasus Penghinaan dan Ujaran SARA terhadap Masyarakat Toraja
Pandji Pragiwaksono, seorang komika ternama di Indonesia, kini sedang menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri. Pemeriksaan ini terkait dugaan penghinaan dan ujaran bernuansa SARA terhadap masyarakat Toraja. Kasus ini tidak berhubungan dengan materi stand-up comedy-nya yang viral, “Mens Rea”, melainkan laporan dari Aliansi Pemuda Toraja yang telah diajukan sejak tahun 2025 dan kini masuk tahap penyidikan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena sebelumnya Mahfud MD sempat menyatakan bahwa Pandji Pragiwaksono tidak akan bisa dipidanakan soal penampilannya di “Mens Rea”. Meskipun materi roastingnya banyak dikecam, namun tidak ada alasan bahwa Pandji bisa dipenjarakan. Hal ini disebabkan karena “Mens Rea” ditayangkan di Netflix pada Desember 2025, sementara aturan KUHP baru berlaku pada 2 Januari 2026. Selain itu, materi tersebut dianggap sebagai bentuk kritik komedi, bukan penghinaan pidana, dan tidak memenuhi unsur niat jahat (mens rea).
Pemeriksaan di Bareskrim Polri
Pandji Pragiwaksono telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (2/1/2026). Ia diperiksa oleh penyidik Dittipid Siber Bareskrim Polri. Pandji didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar. Menurut informasi dari Kombes Rizki, Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri, Pandji diperiksa sebagai saksi terlapor dalam kasus yang saat ini sudah naik ke tahap penyidikan. Namun, ia tidak merinci tindak lanjut soal kasus tersebut, termasuk apakah penyidik akan langsung melakukan gelar perkara penetapan status tersangka atau tidak.
48 Pertanyaan yang Diajukan
Pandji Pragiwaksono memenuhi panggilan penyelidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri soal kasus dugaan penghinaan dan ujaran bernuansa SARA terhadap masyarakat Toraja. Dalam pemeriksaan tersebut, ia diajukan 48 pertanyaan oleh penyidik. Pandji mengatakan kepada wartawan bahwa ia sudah berdialog dengan perwakilan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan. “Pembicaraan sudah berlanjut, nanti kita lihat saja seperti apa lagi, nunggu kesempatan,” tuturnya.
Ia juga menyatakan bahwa akan mengikuti proses penyelidikan. “Pokoknya saya dipanggil, saya ditanya, saya jawab, wartawan nyetop saya berhenti,” tukasnya. Pihaknya menganggap proses hukum yang dihadapi sebagai konsekuensi logis. Pandji memahami hasil karya materi stand up akan mendapatkan beragam respons, termasuk soal materi “Mens Rea”.
Laporan dari Aliansi Pemuda Toraja
Aliansi Pemuda Toraja melaporkan Komika Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan dan ujaran bernuansa SARA terhadap masyarakat Toraja. Laporan polisi terhadap Pandji teregister dengan nomor 01/LP/APT/XI/2025 pada Senin (3/11/2025). Ricdwan Abbas Bandaso, perwakilan Aliansi Pemuda Toraja, menyatakan bahwa mereka membuat laporan untuk kepentingan masyarakat Toraja. Dalam laporan tersebut, pelapor membawa sejumlah barang bukti berupa link YouTube, foto screen shot, dan sejumlah bukti lainnya.
Ricdwan menilai Pandji sebagai tokoh masyarakat telah rasis, melecehkan, dan merendahkan martabat masyarakat Toraja saat membawakan materi stand up comedy. Videonya diunggah di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono dengan judul “Uang VS Pendidikan”. Video itu kini viral di berbagai platform media sosial. Dalam cuplikan video yang beredar, Pandji menjadikan ritual pemakaman Suku Toraja sebagai bahan olok-olokan dan membuat peserta menertawakan ritual adat Toraja.
Roasting Gibran dan Respons Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diroasting oleh Komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan “Mens Rea”. Sebagai informasi, “Mens Rea” merupakan pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang sebelumnya digelar dalam format tur di 10 kota sepanjang 2025. Puncak tur berlangsung di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, dengan kapasitas hingga 10.000 penonton, dan disebut-sebut sebagai pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara. Kini, “Mens Rea” dapat disaksikan secara penuh dan tanpa sensor melalui platform Netflix.
Baru-baru ini, materi stand-up comedy spesial “Mens Rea” karya Pandji Pragiwaksono yang menyinggung fisik mata Wapres Gibran “mata ngantuk” viral di media sosial. Adapun roasting Pandji kepada Gibran berlangsung saat gelaran stand-up comedy bertajuk “Mens Rea” di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025 lalu. Kini, show Pandji tersebut sukses menempati posisi #1 di Top 10 Acara Netflix Indonesia sejak rilis pada Sabtu, (27/12/2025) lalu.
Setelah tayang di Netflix, show “Mens Rea” viral dan mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Salah satunya penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, mengatakan teguran keras bahwa menertawakan kondisi medis bernama Ptosis bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Namun, di tengah viralnya soal ini, Gibran justru menunjukkan respons yang berkelas dalam unggahan video terbarunya.
Bayaran Fantastis Pandji di “Mens Rea”
Saat tampil di podcast YouTube Juan & Eve, Pandji sempat buka-bukaan mengenai pendapatannya dari “Mens Rea”. “Berapa pendapatan lo dari show Mens Rea in total?” tanya Juan dikutip dari YouTube Juan & Eve, Selasa (6/1/2025). Awalnya Pandji tidak mengungkap secara pasti nominal pendapatannya. Ia hanya memastikan belum ada komika di Indonesia yang pendapatannya fantastis setara dengan pendapatan dari “Mens Rea”. “Pokoknya gue bisa bilang, tidak ada satupun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea,” papar Pandji.
Juan mendesak Pandji untuk membocorkan nominal pendapatan secara jelas. Pandji kemudian memberi clue lewat berapa jumlah nol dalam pendapatannya. Juan pun kaget mendapati fakta bahwa pendapatan Pandji mencapai miliaran. “Anj**, di atas Rp 1 M,” seru Juan kaget.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











