"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pencuri Uang WNA Singapura di Batam Ditangkap dalam 24 Jam

Penangkapan Pelaku Pencopet WNA Singapura di Batam

Beberapa hari setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku pencopetan terhadap seorang warga negara asing (WNA) Singapura di kawasan Pasar Jodoh, Lubukbaja, Kota Batam. Tersangka berinisial BA (43) ditangkap kurang dari 24 jam setelah laporan kehilangan diterima.

Penangkapan dilakukan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Lubukbaja di sebuah kos-kosan di Lubukbaja pada Sabtu (24/1/2026) sore. Kejadian ini terjadi sekira pukul 15.00 WIB, yang merupakan waktu singkat setelah laporan kehilangan diterima oleh aparat kepolisian.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Deni Langie, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari analisis rekaman CCTV di lokasi kejadian. “Setelah kita minta keterangan korban dan sejumlah saksi, ada bukti tambahan CCTV di TKP. Kami analisa per detik dan mengarah ke pelaku ini,” ujar Kompol Deni Langie, Minggu (25/1/2026) malam.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian mengidentifikasi dan menangkap pelaku di tempat persembunyiannya. Menurut Deni, pelaku menggunakan modus memijat kaki korban untuk mengalihkan perhatian. “Pelaku ini modusnya pijit kaki korban, tapi memang niatnya untuk mencuri,” katanya.

Pelaku disebut sengaja menyasar korban yang terlihat lengah saat berada di keramaian. “Jadi memang dia menargetnya orang yang lengah, ditawarinya pijit kaki, dipijat lalu diambil saat ada kesempatan,” lanjutnya.

Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Sebelumnya, korban dilaporkan kehilangan uang sebesar 1.700 dolar Singapura dan Rp3,2 juta. Selain itu, identitas kependudukan Singapura (IC) serta tiga kartu ATM juga turut raib.

Kapolsek mengatakan, tersangka BA merupakan residivis dengan perkara serupa. “Dari pengakuannya, pelaku ini residivis kasus yang sama, pencurian. Ketika ada kesempatan langsung dia ambil,” tegasnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan di Polsek Lubukbaja untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kasus pencopetan terhadap warga Singapura ini sebelumnya sempat viral di media sosial.

Kehilangan Uang Puluhan Juta

Sebelumnya diberitakan, seorang Warga Negara Asing (WNA) Singapura diduga menjadi korban pencopetan di kawasan Pasar Jodoh, Lubukbaja, Kota Batam pada Jumat (23/1/2026) siang. Kejadian tersebut sekira pukul 11:00 WIB, saat pria dengan kemeja cerah itu mengatakan bahwa dompetnya hilang.

Di dalamnya, terdampat sejumlah uang rupiah dan dollar yang ia simpan dan dokumen seperti identitas kependudukan. Dari video yang Tribun Batam terima, pria tua berkacamata itu terlihat panik dan kebingungan. Ia menunjukkan hanya paspor berwarna merah yang saat ini ia simpan.

“Saya punya pass, IC hilang,” ujar korban. Sementara itu di Pasar Jodoh, seorang pedagang mengatakan, insiden tersebut terjadi saat siang hari. “Kehilangan dompet. Katanya, dia itu baru sadar pas sampai di sini. Kurang tahu pasti dimana dia kecopetan. Sampai belakang tempat kami sudah kebingungan,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Ia melanjutkan, warga yang turut bersimpati dengan korban menyarankan untuk melaporkan hal itu ke kepolisian. “Detail duitnya kurang tahu juga. Ada bawa dollar sama duit rupiah. Ada tadi yang nyaranin buat lapor polisi aja. Entah bikin laporan atau enggak,” ujarnya.

Ia menuturkan, pria WNA itu datang seorang diri saat tersadar dompetnya telah hilang. “Dia sendiri. Katanya tadi ada orang megang kaki dia. Entah bagaimana, pas rogoh saku gitu hilang duitnya,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas buka suara terkait kejadian ini. “Dia nggak buat LP. Dia hanya ngurus surat kehilangan Identitas (ic)-nya sama ATM saja tadi biar bisa pulang ke Singapura besok,” ujar Iptu Noval.

Ia melanjutkan, dari penuturan korban, beberapa dokumen dan uangnya turut hilang. “Untuk uang Rp3,2 juta dan dollar Singapurnya 1700 SGD (setara Rp22.386.297),” katanya. Selain uang, alat transaksi digital berupa 3 atm milik korban juga ikut lenyap.

Polisi sudah turun ke lokasi kejadian dan masih mencari bukti pendukung di sekitar lokasi.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *