"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Fakta Kecelakaan Truk vs Bus Damri di Tayan Hilir, 12 Orang Jadi Korban

Kecelakaan Beruntun di Jalan Raya Tayan Hilir–Sanggau

Pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 00.15 WIB, terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Raya Tayan Hilir–Sanggau, tepatnya di Dusun Tenggayong, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan, yaitu dua unit bus Damri dan satu unit mobil truk. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Polisi Ungkap Korban

Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Bunga Tri Yulitasari, menjelaskan kronologi kejadian mengerikan tersebut. Dua bus Damri dikemudikan oleh SEP dan SW, sedangkan mobil truk Mitsubishi dikemudikan oleh RS. Pengemudi bus Damri atas nama SEP mengalami luka berat, sementara pengemudi bus Damri lainnya, SW, juga mengalami luka berat berupa patah kaki. Sementara itu, pengemudi truk, RS, meninggal dunia.

Selain pengemudi, sejumlah penumpang bus turut menjadi korban. Penumpang berinisial HRL mengalami luka di bagian bibir dan memar pada mata kiri, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Antonius. Penumpang lainnya, FR, juga mengalami luka-luka dan dirujuk ke rumah sakit yang sama. Sementara SM dan RM mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RS Yarsi.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan kronologi kejadian, truk Mitsubishi yang dikemudikan RS melaju dari arah Kecamatan Tayan Hilir menuju Kecamatan Balai Batang Tarang. Saat tiba di lokasi kejadian, truk tersebut diduga melebar ke kanan hingga masuk ke lajur berlawanan. Dari arah berlawanan melaju bus Damri yang dikemudikan SEP. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Usai tabrakan pertama, bus Damri yang dikemudikan SEP kemudian ditabrak dari belakang oleh bus Damri lain yang dikemudikan SW, sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun.

Truk Mitsubishi Jadi Penyebab Utama

Dari hasil sementara olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyimpulkan bahwa penyebab utama kecelakaan berasal dari truk Mitsubishi yang melebar ke jalur lawan. Akibat kecelakaan ini, sementara tercatat 12 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia di Puskesmas Tayan Hilir.

Damri Evakuasi Penumpang ke Bus Pengganti

Merespons kecelakaan beruntun itu, General Manager (GM) Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan bus Damri yang melaju dari arah Sosok menuju Pontianak berada pada jalurnya dan beroperasi sesuai prosedur keselamatan. Namun, dari arah berlawanan, sebuah truk tiba-tiba masuk ke jalur bus. Pengemudi Damri sempat melakukan pengereman dan menghindar ke sisi kiri jalan, tetapi kecelakaan tidak dapat dihindari.

Penumpang Ungkap Detik-detik Mengerikan

Salah satu penumpang bus Damri yang selamat menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan. Ia mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat bus yang ditumpanginya tengah melaju dari Sintang menuju Pontianak. Menurutnya, sebelum kecelakaan, bus sempat melakukan pengereman mendadak hingga berhenti. Namun, tidak berselang lama, sebuah truk menghantam bus dari arah depan, disusul tabrakan dari bus Damri lain di bagian belakang.

Bus berhenti karena mengerem kuat, tapi tidak lama kemudian langsung dihantam truk dari depan. Kami semua terhempas ke depan, lalu dari belakang juga ditabrak bus lain. Kondisinya langsung kacau, ujarnya saat ditemui di salah satu rumah sakit di Pontianan pada Rabu, 21 Januari 2026.

Ia menuturkan suasana di dalam bus dipenuhi kepanikan akibat benturan keras dan asap tebal yang muncul setelah tabrakan. Khawatir terjadi kebakaran, ia berusaha menyelamatkan diri melalui pintu belakang bus yang terbuka otomatis akibat benturan.

Waktu itu asap sangat tebal, saya panik takut terjadi kebakaran. Kebetulan pintu belakang terbuka, jadi saya keluar lewat situ, katanya.

Setelah keluar dari bus, ia melihat sopir bus dan sopir truk dalam kondisi terjepit. Beberapa penumpang lain tampak mengalami luka serius, seperti patah tulang dan luka di bagian kepala serta wajah. Warga sekitar lokasi kejadian kemudian berdatangan untuk memberikan pertolongan, disusul kedatangan aparat kepolisian dan ambulans yang mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penumpang tersebut mengungkapkan, di dalam bus yang ditumpanginya terdapat sekitar 22 orang termasuk sopir. Sebagian besar penumpang tidak sempat menyelamatkan diri dengan cepat karena sedang tertidur saat kecelakaan terjadi.

Ia sendiri mengalami luka lecet di bagian kaki serta nyeri hebat di punggung dan tulang belakang akibat benturan. Meski demikian, hasil pemeriksaan awal menyatakan tidak ditemukan patah tulang.

Kalau bergerak masih sangat sakit, terutama di bagian punggung. Tapi hasil pemeriksaan awal tidak ada tulang yang patah, ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah rekan telah datang menjenguknya, sementara pihak keluarga yang berada di Jawa telah dihubungi dan mengetahui peristiwa tersebut dari berbagai sumber. Meski sempat terkejut dan khawatir saat pertama kali mengetahui dirinya terlibat kecelakaan, keluarga merasa lebih tenang setelah melihat kondisinya melalui komunikasi langsung.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *