"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Yaqut Cholil, Mantan Menteri Agama Jadi Tersangka Korupsi Haji

Mantan Menteri Agama Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji pada periode 2024. Penetapan ini menjadi puncak dari penyidikan yang dilakukan oleh lembaga antirasuah terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pembagian kuota haji tambahan.

Kasus ini bermula dari kebijakan diskresi Yaqut Cholil Qoumas terkait pembagian tambahan kuota haji sebanyak 20.000 jemaah pada tahun 2024. Kebijakan ini diduga merugikan sekitar 8.400 jemaah haji reguler yang seharusnya bisa berangkat, namun tersingkir akibat pembagian kuota yang tidak proporsional. Kuota tambahan yang seharusnya dialokasikan 92 persen untuk jemaah haji reguler guna memangkas antrean panjang, justru dibagi rata 50:50 antara haji reguler dan haji khusus.

Penyidik KPK menemukan indikasi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019. Estimasi kerugian negara dalam skandal ini ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun. KPK juga telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aset hasil kejahatan melalui metode follow the money.

Sosok Yaqut Cholil Qoumas

Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut merupakan putra pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Muhammad Cholil Bisri. Ia lahir di Rembang, 4 Januari 1975. Gus Yaqut telah aktif berorganisasi sejak muda, ia mendirikan Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Depok pada tahun 1996.

Pada 2001, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Rembang hingga tahun 2014. Tahun 2005, Gus Yaqut menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang, kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010.

Pada tahun 2012, Gus Yaqut diberi tanggung jawab yang lebih besar lagi dan menjadi Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2012-2017). Setelah Hanif Dhakiri dilantik menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Kerja, Gus Yaqut dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW).

Tahun 2015, Gus Yaqut diberi amanah untuk menjadi Ketua Umum GP Ansor untuk periode 2015-2020. Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor 2015-2020. Pengesahan terpilihnya Gus Yaqut disampaikan oleh Nusron Wahid.

Pada tahun 2020, Gus Yaqut ditunjuk sebagai Menteri Agama dalam reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Pada 22 Desember 2020, ia diperkenalkan Jokowi sebagai pengganti Facrul Razi.

Perkembangan Kasus

Penetapan tersangka ini sekaligus menepis isu keretakan di internal pimpinan KPK. Sehari sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa pimpinan KPK bulat suara dan hanya menunggu momentum kelengkapan administrasi, termasuk hasil penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk mengumumkan status tersangka.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengakui penetapan tersangka terhadap Gus Yaqut. “Benar,” kata Fitroh singkat melalui pesan singkat kepada awak media, Jumat (9/1/2026).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, sebelumnya mengungkapkan bahwa aliran dana haram dari praktik jual beli kuota ini mengalir secara berjenjang dari bawah hingga ke level tertinggi. “Kalau di kementerian, ujungnya ya menteri,” kata Asep beberapa waktu lalu.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut uang tersebut berkaitan dengan pengelolaan kuota haji tambahan yang diperjualbelikan. Penyidik menduga uang hasil korupsi tersebut berasal dari kesepakatan bawah tangan antara pihak Kementerian Agama dengan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro perjalanan wisata.

Yaqut Cholil Qoumas sendiri tercatat telah dua kali diperiksa KPK dalam tahap penyidikan, terakhir pada Selasa (16/12/2025). Usai pemeriksaan tersebut, Yaqut memilih irit bicara dan enggan membeberkan materi pertanyaan penyidik. “Saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik. Untuk detailnya, silakan ditanyakan langsung ke penyidik,” ujar Yaqut kala itu.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *