"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Kesaksian ayah korban pembunuhan lihat mobil pelaku di TKP: Kendaraan itu saya yang belikan

, Jawa Timur –Ramlan, ayah dari mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisial FAN (21), mengungkap kesaksian mengejutkan terkait tabiat Bripka AS, pelaku pembunuhan yang menghabisi anak gadisnya.

Ramlan menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV di tempat kos anaknya, FAN dijemput oleh ojek online pada Selasa malam sekitar pukul 08.14 WIB.

Dari CCTV di sekitar tempat kejadian perkara, terlihat sebuah mobil Mitsubishi Strada Triton double cabin milik Bripka AS, terduga pelaku pembunuhan, tampak mondar-mandir di lokasi.

“Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya,” kata Ramlan.

Ramlan mengaku mendapat informasi awal dari Kapolres Pasuruan terkait penemuan jasad putrinya.

Ramlan dihubungi bahwa korban ditemukan di dalam got di wilayah Pasuruan, Jawa Timur sebelum akhirnya dilakukan penyelidikan lanjutan.

Korban berhasil diidentifikasi melalui sidik jari.

“FAN ini anak ketiga saya, saat ini masih semester 3 Prodi Hukum UMM. Dugaan kami, motifnya untuk menguasai harta. Di leher anak saya juga ada bekas cekikan,” tegas Ramlan.

Tak Harmonis

Ramlan membeberkan hubungan FAN dengan Bripka AS yang ternyata memang tidak harmonis.

Bukan cuma FAN saja, Bripka AS juga tidak memiliki hubungan yang baik dengan kakak sulungnya.

Ramlan tak dapat memungkiri bahwa FAN sering melawan Bripka AS yang berstatus kakak iparnya. 

“AS dan anak saya ini memang bermusuhan sejak lama. Bukan hanya dengan FAN, tapi juga dengan kakak sulungnya. FAN sering melawan AS,” ujar Ramlan, yang berasal dari Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Rabu (17/12/2025), melansir dari Kompas.com.

Ramlan menyebut Bripka AS, seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Krucil, Unit Propam.

Kasus dugaan pembunuhan tersebut kini ditangani langsung oleh Polda Jawa Timur.

Menurut Ramlan, terdapat banyak kejanggalan dalam peristiwa kematian anaknya.

Saat jasad FAN ditemukan dalam kondisi terlentang dengan mengenakan helm berwarna pink, seluruh barang bawaan korban tidak ada di lokasi kejadian.

“Helm itu bukan punya anak saya. Helm tersebut didiga dibelikan baru di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi korban sekaligus mengamankan terduga pelaku.

Kasus ini diambil oleh Polda Jawa Timur.

Polda masih melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh motif dan kronologi dugaan pembunuhan yang melibatkan oknum anggota kepolisian tersebut.

Petunjuk yang didapat polisi untuk menangkap Bripka AS terkait kematian mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisial FAN (21).

Bripka AS diamankan polisi Polda Jawa Timur setelah ditemukannya jasad mahasiswi inisial FAN di sungai pada Selasa (16/12/2025).

Sedangkan sungai yang menjadi TKP penemuan jasad berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. 

Usai jasad korban ditemukan, polisi menyelidiki penyebab dan terduga pelaku yang membunuh mahasiswi FAN.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku mengerucut pada oknum polisi di Polsek Krucil Probolinggo, yang juga kakak ipar korban. Yaitu Bripka AS.

Sopir pribadi korban, Samsul mengatakan penangkapan Bripka AS dikuatkan dengan adanya rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan tubuh korban di Desa/Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

“Di rekaman CCTV yang tak jauh dari lokasi korban ditemukan itu menampilkan ada mobil tryton double kabin warna merah dop yang mondar mandir. Mobil itu memang milik yang bersangkutan karena dibelikan oleh abah (Ayah korban),” terang Samsul dikutip dari TribunJatim.com.

Usai ditangkap Polda Jatim, lanjut Samsul, dirinya sempat bertanya kepada petugas kamar jenazah, dan menyatakan jika yang bersangkutan sempat masuk ke kamar jenazah namun tidak melihat tubuh korban.

“Cuma masuk ke kamar jenazah saja, tapi tidak sampai lihat atau buka kantong jenazah korban,” pungkasnya.

Jenazah korban lalu dibawa ke rumah duka di Dusun Krajan, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (16/12/2025)  dan tiba sekitar pukul 21.20 WIB, lalu dikebumikan sekitar pukul 22.00 WIB .

Kesaksian Samsul

Inilah kesaksian Samsul (40), sopir pribadi keluarga mahasiswi UMM yang diduga dibunuh Bripka AS, kakak iparnya.

Kesaksian kemudian disampaikan Samsul, yang menerima hasil otopsi korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Sidoarjo.

Pengakuan Samsul, setelah menerima hasil otopsi, baru diketahui jika dibagian leher ada bekas cekikan, bagian dahi ada bekas pukulan, di bagian nadi ada bekas tekanan dan di bagian paha ada bekas cubitan.

“Saya biasanya yang jemput dia (korban) kalau mau pulang ke Probolinggo dan yang ngantarkan juga kalau mau balik. Jadi sama abah (ayah korban) yang disuruh ke rumah sakit itu saya,” kata Samsul, Rabu (17/12/2025).

Dari keterangan pihak kepolisian, lanjut Samsul, ada kejanggalan saat korban ditemukan.

Hal itu diketahui saat helm korban dibuka dan ternyata rambut hingga pipinya berlumuran lumpur, sedangkan helm yang dikenakan seperti baru beli.

“Kalau helm nya sendiri masih ada di kos nya sama sepeda motornya. Mungkin, dipakaikan biar dikira jadi korban begal, terlebih lagi HP dan tas nya juga hilang,” ungkap Samsul.

Korban, menurut Samsul, juga memiliki sifat pendiam dan perhatian.

Bahkan jika berada di rumahnya, korban jarang keluar rumah kecuali ingin membeli sesuatu di toko.

“Orangnya pendiam, tapi pemberani. Jarang sekali keluar rumah, paling cuma beli di toko dekat rumah. Kalau saya antarkan balik ke Malang, pasti selalu bertanya rokok saya ada apa tidak, dan sudah makan apa tidak,” pungkasnya.

Bripka AS Sempat Masuk Kamar Jenazah

Sebelum ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim, Bripka AS sempat disuruh oleh orangtua korban atau mertua Bripka AS untuk mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara, Watukosek, Sidoarjo.

Bripka kemudian pergi dengan 2 sopir pribadi keluarga korban, yakni Samsul dan Abdul (48).

Namun, ketiganya pergi menggunakan kendaraan masing-masing.

Setiba di RS Bhayangkara, sambil lalu menunggu hasil otopsi, Samsul sempat pergi ke warung sekitar untuk makan.

Tak berselang lama, datang Bripka AS bersama beberapa orang dari Polda Jatim.

“Ke saya bilangnya pergi sebentar karena masih ada urusan di Polda. Setelah makan, baru lah saya dapat kabar kalau dia (Bripka AS) ditangkap Tim Jatanras Polda Jatim,” kata Samsul, Rabu (17/12/2025) .

Pelaku Diduga Lebih dari 1 Orang

Dalam proses pengembangan dan penyidikan ini, polisi menemukan adanya dugaan keterlibatan orang lain

 Artinya, pelaku pembunuhan mahasiswi UMM ini diduga lebih dari satu orang.

 “Kemudian dari hasil penyelidikan juga perlu saya sampaikan bahwa diduga masih ada pelaku atau tersangka lainnya yang turut serta melakukan tindak pidana kepada korban,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, melansir dari Kompas.com.

Polisi masih memburu pelaku lainnya tersebut. Baik peran AS maupun pelaku lainnya juga belum diketahui.

“Dari hasil penyelidikan sementara yang diduga masih ada pelaku lainnya. Jadi yang bersangkutan (AS) tidak melakukan sendirian terhadap tindak pidana yang terjadi,” tegas Jules.

Sejauh ini, masih satu terduga pelaku yang sudah diamankan. Pendalaman terus dilakukan untuk mengungkap penyebab, motif dan peran.

“Pelaku lainnya masih dalam pencarian. Begitu juga dengan motif masih dilakukan pendalaman oleh tim Jatanras Polda Jatim untuk mengetahui penyebab pasti dari para pelaku melakukan tindak pidana,” ucap Jules.

Jules meminta kepada masyarakat yang mengetahui terkait peristiwa tersebut terutama menemukan keberadaan pelaku lainnya agar memberikan informasi kepada pihak kepolisian baik di jajaran Polsek, Polres, maupun Polda.

“Kami memastikan Polda Jatim akan memproses kasus ini secepat-cepatnya dan transparan dan kami memproses baik pidana maupun etik,” pungkasnya.(*)

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *