Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak Bungsu yang Mencengangkan
Kasus pembunuhan Faizah Soraya yang disebut dilakukan oleh anak bungsu berusia 12 tahun, masih menjadi misteri yang belum terungkap sepenuhnya. Pihak keluarga korban mengaku tidak percaya jika seorang remaja usia 12 tahun bisa melakukan tindakan keji seperti itu. Faizah ditemukan dalam kondisi bersimbah darah akibat 20 tusukan pisau.
Janggalnya, korban justru tidak terdengar teriakannya, malahan anak sulungnya yang berteriak karena syok melihat sang ibu sudah tewas penuh dengan darah. Saat kejadian, Faizah tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai satu, sementara suaminya Alham tidur di kamar lantai dua seorang diri.
Keduanya dikabarkan sudah pisah ranjang karena Alham sudah menjatuhkan talak. Alham ketahuan berselingkuh dan meminta cerai, namun sang istri justru enggan untuk berpisah. Itulah sebabnya keduanya masih berada dalam satu rumah, karena Faizah Soraya menolak untuk cerai karena memikirkan kedua putrinya.
Setelah Faizah ditemukan tewas bersimbah darah, keluarga dan kepolisian meminta keterangan soal detail kejadian. Alham mengaku bahwa dirinya melihat sang putri bungsu tengah memegang pisau di dekat ibunya yang bersimbah darah tersebut. Alham menyebutkan bahwa pemicu pembunuhan karena anak bungsunya kesal dan dendam sang ibu memarahi kakaknya.
Namun pengakuan Alham justru ditolak mentah-mentah oleh keluarga Faizah Soraya. Mereka justru meminta agar Alham lah yang diselidiki lebih lanjut. Karena Alham sebelumnya ketahuan selingkuh dan sudah lama ingin cerai dengan Faizah.
“Yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi kerumah itu,” tulis keluarga korban melalui akun Instagram @pakdebrewok2122.
Bahkan keluarga pun heran kenapa Alham tidak mendengar teriakan Faizah saat kejadian. “Semua adalah alibinya, bilang anaknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengan katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2 logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap,” tulisnya lagi.
Sementara setelah kejadian ini pun Alham memilih bungkam tanpa bicara sepatah kata pun. Adapun jasad Faizah Soraya ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada Rabu (10/11/2025). Ia diduga ditusuk sebanyak 20 kali oleh putri bungsunya, SAS menggunakan pisau dapur.
Faizah pertama kali ditemukan oleh anak pertamanya pada pukul 05.00 WIB. Ia berteriak histeris saat melihat ibunya sudah bersimbah darah. Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan, sang anak bungsu yang memegang pisau itu kini sudah diamankan.
“Sudah dibawa ke Polrestabes Medan,” kata Bayu Putro. Ia mengungkap kalau gadis berinisial SAS itu kini sedang menjalani pemeriksaan. “Kini masih proses pendalaman,” katanya.
Anak SD Pendiam dan Berprestasi
Warga mengaku terkejut, sebab SAS dikenal sebagai anak yang baik, pendiam, ramah, dan juga berprestasi di sekolahnya. “Kami tidak menyangka anaknya bisa melakukan itu. Ia adalah anak yang paling ramah, baik saat bertemu dengan orang. Tak hanya itu, ia juga berprestasi dalam mengikuti lomba di sekolahnya,” ujar warga tersebut.
Warga juga mengungkapkan bahwa keluarga korban termasuk tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Korban hampir tidak pernah bergaul dengan tetangga dan sangat jarang keluar rumah. “Mereka itu orangnya tertutup, jadi satu keluarga itu jarang keluar rumah. Hanya saja, ketika berpapasan barulah mereka menegur kami. Korban memang tidak pernah bergaul dengan tetangga dan tidak pernah keluar,” lanjutnya.
Jarangnya interaksi ini membuat warga tidak mengetahui masalah internal di dalam rumah tangga tersebut, hingga akhirnya warga dikejutkan dengan adanya pembunuhan di dalam rumah. “Kita tidak tahu permasalahan keluarganya. Yang kami tahu itu saat kejadian lah ada pembunuhan,” ucapnya.
Namun, warga menduga kuat bahwa motif pembunuhan berawal dari masalah rumah tangga. “Mungkin karena emaknya itu cerewet, jadi mungkin sakit hati. Padahal, sudah mau tamat sekolah pelaku ini. Dalam agama, keluarga mereka kuat,” katanya.
Kronologi Kejadian
Polrestabes Medan mendalami kasus pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Peristiwa tragis terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Terduga pelaku yang diamankan saat ini berinisial A (12), perempuan berstatus pelajar SD menuju SMP.
A diduga menikam ibunya, FS (42), hingga tewas di tempat tidur. Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Pelaku sudah dibawa ke Polrestabes Medan, hingga kini masih proses pendalaman dan pemeriksaan dengan pendampingan,” ucapnya.
Bayu menjelaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap A dilakukan dengan hati-hati mengingat usianya yang masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya. “Masih kita periksa, karena masih kecil dan trauma, dan harus ada pendamping nih,” kata AKBP Bayu saat dikonfirmasi awak media.
Sementara itu, motif di balik perbuatan keji tersebut masih menjadi fokus penyelidikan. Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk jumlah dan luka tusukan pada korban. “Untuk tusukan terhadap korban kita masih mendalami. Masih di dalami,” lanjutnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











