Kombinasi Prestasi Akademik dan Pengalaman Praktis Membuka Jalan Karier
Rizky Nabil Andhika adalah contoh seorang lulusan yang berhasil meraih prestasi akademik tinggi sambil membangun pengalaman kerja sejak masa kuliah. Ia menjadi wisudawan terbaik IPB University dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Prestasi ini tidak hanya membuatnya mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga membuka peluang karier di BUMN sebelum resmi wisuda.
Selama masa perkuliahan, Rizky aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, magang, serta program internasional seperti Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Pengalaman ini membantunya mengasah keterampilan dan memperluas wawasan global. Ia juga mengikuti program Studi Independen Business Intelligence di Jobhun Academy untuk meningkatkan kemampuan analitiknya.
Pengalaman organisasi yang ia ikuti meliputi IPB Model United Nation (MUN) Club, IPB Outsco, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) IPB. Selain itu, ia juga terlibat dalam proyek Kedaireka bersama PT Dharmasraya Sawit Lestari.
Di bidang sosial, Rizky turut serta dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat seperti Gerakan Mengajar Desa, SB Bergerak, dan IPB Goes to School. Dengan segala aktivitas tersebut, ia ingin terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi, inovasi bisnis, dan pemberdayaan generasi muda Indonesia.
Sukses di Dunia Kerja Sebelum Wisuda
Tidak hanya Rizky, Akbar Rahul Muafan juga menunjukkan perjalanan serupa. Ia merupakan penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang sukses menyelesaikan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Rahul meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Manajemen angkatan 2020, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM pada Periode II Tahun Akademik 2024/2025 dengan IPK 3,9 dalam waktu 4 tahun 2 bulan.
Sejak kelas 10 SMA, Rahul memiliki mimpi untuk berkuliah di UGM. Namun, perjalanan menuju UGM tidak mudah. Saat itu, ayahnya mengalami sakit jantung yang menyebabkan kondisi ekonomi keluarga memburuk. Meskipun orang tua mendukungnya, Rahul memilih tetap kuliah di UGM karena ingin mengubah masa depan keluarga.
Dengan tekad kuat, ia berhasil mendapatkan beasiswa KIP-K dan membuktikan bahwa usaha dan doa bisa mengubah nasib. Selama kuliah, ia menghadapi tantangan finansial dengan menjalani berbagai pekerjaan paruh waktu, seperti menjadi bagian dari tim Humas FEB UGM, bekerja di agensi kreatif sebagai spesialis media sosial, hingga menjadi anggota tim wedding organizer.
Meski sibuk bekerja, Rahul tetap menjaga prestasi akademiknya dan meraih predikat cumlaude. Salah satu momen berkesannya adalah ketika FEB UGM memberinya kesempatan untuk bekerja paruh waktu di Humas FEB saat tabungannya hampir habis. Pengalaman ini menguatkan keyakinannya akan janji Tuhan “Bersama kesulitan pasti ada kemudahan”.
Tips Sukses dari Mahasiswa Berprestasi
Rahul memberikan tips bagi mahasiswa lain, yaitu dengan menyusun skala prioritas. Menurutnya, kuliah harus menjadi prioritas utama. Selanjutnya, berikan performa terbaik dalam setiap kegiatan atau tanggung jawab yang diambil. Tidak kalah penting, setelah melakukan yang terbaik adalah berserah pada Tuhan.
“Kerja keras dan usaha harus, berdoa jangan lupa,” ujarnya. Ia juga berpesan agar tidak pernah ragu pada rencana Tuhan. Menurutnya, sebaik apapun rencana yang dibuat manusia, rencana Tuhan selalu lebih baik.











