Demonstrasi di London: 523 Peserta Ditangkap dalam Aksi Pro-Palestina
Sebanyak 523 demonstran ditangkap dalam unjuk rasa yang digelar di London, Inggris, pada hari Sabtu (11/4/2026). Kepolisian menyebutkan bahwa para tersangka memiliki usia antara 18 hingga 87 tahun. Aksi ini berlangsung sebagai bagian dari perayaan yang diberi nama Everyone Day, dengan peserta menghadiri Trafalgar Square untuk menyampaikan dukungan terhadap kelompok aktivis pro-Palestina.
Poster-poster yang dibawa oleh peserta menunjukkan tulisan seperti “Saya menentang genosida. Saya mendukung Palestine Action”. Mereka juga mengingatkan bahwa aksi serupa sebelumnya pernah dilakukan di tempat-tempat lain. Unjuk rasa kali ini diinisiasi oleh organisasi Defend Our Juries, yang menyatakan tujuannya adalah memprotes keterlibatan pemerintah Inggris dalam konflik Israel-Gaza serta tindakan keras terhadap aksi protes damai di dalam negeri.
Penangkapan Dianggap Melanggar Hukum
Pemerintah Inggris melarang kelompok aktivis pro-Palestina, Palestine Action, setelah menetapkannya sebagai organisasi teroris pada Juli 2025. Menjadi anggota atau mendukung kelompok tersebut dianggap ilegal dan bisa dihukum hingga 14 tahun penjara. Meskipun larangan tersebut kemudian dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Tinggi London pada Februari 2026, pemerintah tetap menjalankannya sambil menunggu proses banding.
Kepolisian London sempat menghentikan penangkapan setelah putusan pengadilan. Namun, pada Maret 2026, mereka mengumumkan akan kembali melakukan penangkapan. Organisasi Defend Our Juries menyatakan bahwa tindakan polisi ini dinilai melanggar hukum karena larangan pemerintah telah dinyatakan tidak sah.
Peserta Tak Khawatir Ditangkap
Salah satu peserta yang ditangkap adalah Robert Del Naja, pendiri band Massive Attack. Ia mengatakan bahwa dirinya ingin hadir dalam aksi ini karena menilai tindakan polisi yang kembali melakukan penangkapan sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Ia percaya dapat membela dirinya di pengadilan karena penangkapannya dianggap tidak sah.
“Saya pikir tindakan Palestine Action sangat patriotik karena mereka melindungi negara kita agar tidak terlibat dalam kejahatan perang serius dan pelanggaran hukum internasional. Seberapa lebih patriotik lagi dari itu?” ujarnya.
Aktivis Palestine Action yang pernah ditahan, Heba Muraisi, juga turut serta dalam aksi ini. Ia mengatakan bahwa ia pernah menyaksikan aksi serupa melalui televisi kecil di dalam penjara.
“Rasanya gila bisa menyaksikannya langsung. Ini benar-benar tidak masuk akal dan menjijikkan. Lihat berapa banyak polisi di sini, hanya untuk orang-orang lanjut usia yang memegang poster. Ini lelucon. Negara ini lelucon,” kata Heba kepada MEE.

Ribuan Orang Ditangkap Sejak Larangan Diberlakukan
Hampir 3 ribu orang telah ditangkap sejak larangan terhadap Palestine Action diberlakukan, sebagian besar karena membawa poster yang mendukung kelompok tersebut. Ratusan orang kini menghadapi tuntutan hukum.
Menurut data Kementerian Dalam Negeri Inggris, penangkapan terhadap pengunjuk rasa yang menentang larangan terkait Palestine Action menyumbang sebagian besar dari sekitar 1.800 penangkapan terkait terorisme sepanjang 2025, meningkat 660 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa kelompok hak asasi manusia mengkritik larangan ini sebagai penyalahgunaan undang-undang antiterorisme yang berisiko merusak hak-hak seperti kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.












