"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Jatuhnya Minibus di Jembatan Tiung Jorong: Nasib Pengemudi Perempuan

Kecelakaan Tunggal di Jembatan Tiung, Pengemudi Perempuan Alami Patah Tangan

Pada hari Senin (6/4/2026) siang, sebuah kecelakaan tunggal terjadi di ruas Jalan A Yani Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Lokasi kejadian berada di dekat Jembatan Tiung. Kecelakaan ini melibatkan satu unit mobil yang dikemudikan oleh seorang perempuan dewasa tanpa penumpang.

Menurut informasi yang diperoleh, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di lingkungan RT 11 Dusun Sukamaju. Saat itu, kendaraan yang sedang melintasi tikungan Jembatan Tiung diduga oleng ke kiri dan masuk ke jurang di bawah jembatan. Lokasi tersebut merupakan jalan nasional dengan kontur menikung ke kiri dari arah Jorong menuju Pelaihari.

Mobil yang terlibat dalam kecelakaan adalah satu unit Honda Brio warna kuning stabilo dengan nomor polisi DA 1799 ZAN. Pengemudi mobil tersebut berinisial S (35), seorang perempuan asal Kecamatan Pelaihari. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka patah tangan kanan dan sempat dilarikan ke Puskesmas Jorong untuk mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk lebih lanjut.

Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta. Kendaraan mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang, serta pecah pada kaca belakang dan kaca samping pengemudi.

Kapolsek Jorong AKP Rahmad Ramadhani menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian sebenarnya beraspal baik. Namun, faktor tikungan tajam dan cuaca gerimis diduga turut memengaruhi kontrol kendaraan saat kejadian terjadi.

Kecelakaan Sepeda Motor Tunggal: Bahaya dari Kebiasaan Buruk

Kecelakaan sepeda motor, khususnya yang disebut sebagai kecelakaan tunggal, sering kali disebabkan oleh kebiasaan buruk pengendara yang tidak disadari. Salah satu kebiasaan tersebut adalah posisi jari tangan kanan yang terus menempel pada tuas rem depan.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, menjelaskan bahaya dari kebiasaan ini. “Jari tangan kanan menempel di tuas rem saat berkendara menyebabkan pengendara reflek menarik tuas rem depan ketika melihat air atau lubang. Kemudian roda depan menjadi terkunci dan tergelincir, sehingga bisa menyebabkan pengendara terjatuh,” ujarnya.

Sebagai gantinya, Agus menyarankan agar pengendara selalu memegang grip gas secara penuh. Jari baru boleh berpindah ke tuas rem ketika ada ancaman yang terlihat di depan.

Tips Menghindari Kecelakaan Tunggal

Untuk menghindari risiko kecelakaan tunggal, berikut beberapa tips penting yang dapat diterapkan:

  • Menjaga fokus, mematuhi batas kecepatan, dan memastikan kondisi kendaraan prima. Hindari mengantuk atau mabuk, gunakan sabuk pengaman/helm, jaga jarak aman, dan waspada terhadap kondisi jalan, terutama saat hujan. Jangan gunakan ponsel saat berkendara untuk menjaga konsentrasi penuh.
  • Pengecekan Kendaraan Rutin: Pastikan rem, ban, dan lampu berfungsi dengan baik sebelum berkendara.
  • Waspada Mengantuk: Jika lelah, beristirahatlah setiap 2 jam, terutama pada perjalanan jauh.
  • Fokus dan Tidak Terdistraksi: Hindari penggunaan ponsel dan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar.
  • Atur Kecepatan & Jarak: Atur kecepatan sesuai rambu lalu lintas dan pertahankan jarak aman, yaitu sekitar satu mobil untuk setiap kecepatan.
  • Teknik Pengereman: Hindari rem depan mendadak saat posisi motor miring di jalan basah untuk mencegah tergelincir.
  • Kondisi Tubuh Prima: Pastikan tubuh bugar, cukup istirahat, dan tidak di bawah pengaruh zat berbahaya.
  • Waspada Kondisi Jalan: Kurangi kecepatan dan ekstra waspada pada jalan licin, rusak, atau berpasir.

Dengan menerapkan perilaku berkendara yang aman, risiko kecelakaan tunggal dapat diminimalisir secara drastis. Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab kita bersama, dan pengetahuan tentang posisi tangan yang benar serta teknik pengereman yang tepat sangat penting untuk memastikan keselamatan di jalan raya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *