Kecelakaan Maut di Jalur Perbukitan Bengkulu Tengah
Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan tiga orang terjadi pada hari Minggu pukul 09.00 WIB di jalur Layang Lekat–Sekayun, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kejadian ini terjadi di kawasan perbukitan dengan tikungan jalan yang sempit. Mobil yang dikemudikan oleh Ansori, salah satu korban meninggal dunia, diduga kehilangan kendali saat melalui tikungan tersebut.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi Tiga Orang
Awalnya, dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yaitu Ansori dan Jahari. Namun, pada malam hari setelah waktu Maghrib, satu korban lainnya, Mar’ah, yang merupakan ibu dari Jahari, juga meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini menjadi tiga orang.
Dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya adalah seorang anak-anak, sedangkan yang lainnya adalah orang dewasa. Meski mengalami duka yang mendalam, prosesi akad nikah tetap dilaksanakan di Desa Bajak Dua, meskipun pengantin laki-laki langsung kembali ke rumah untuk mengurus jenazah ayahnya.
Kronologi Kecelakaan Masih Belum Jelas
Anggota DPRD Bengkulu Tengah sekaligus keluarga korban, Jon Karnedi, menyampaikan bahwa kronologi pasti kejadian masih belum dapat dipastikan. Ia hanya mengetahui bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 9 pagi di jalan lintas provinsi antara Layang Lekat dan Sekayun.
Menurut informasi dari keluarga, mobil yang membawa rombongan pengantar pengantin dikemudikan oleh Ansori. Kendaraan tersebut merupakan bagian dari iring-iringan rombongan menuju Desa Bajak Dua, Kecamatan Taba Penanjung. Jon menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi kejadian berada di tikungan yang kemudian memasuki jalur lurus.
“Di lokasi itu tikungan, tapi tidak jauh dari situ sudah lurus. Bukan tanjakan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kendaraan diduga tidak melaju kencang saat kejadian. “Dari keluarga yang ikut rombongan, kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Kemungkinan lepas kontrol,” jelasnya.
Pengantin Tetap Lanjutkan Prosesi Pernikahan
Jahari, salah satu korban meninggal dunia, diketahui merupakan ayah kandung dari pengantin. Saat kejadian, pengantin tidak berada di dalam mobil karena memilih menggunakan sepeda motor. Usai kecelakaan, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarga untuk mendapatkan pertolongan.
Meski diliputi duka, prosesi pernikahan tetap dilaksanakan di Desa Bajak Dua. Namun setelah akad nikah, pengantin laki-laki langsung kembali ke rumah untuk mengurus jenazah ayahnya.
Sosok Ansori di Mata Keluarga
Jon Karnedi juga mengenang sosok kakaknya, Ansori, sebagai pribadi yang pekerja keras dan menjadi panutan dalam keluarga. “Beliau sosok yang baik, pekerja keras, dan menjadi panutan bagi kami, khususnya saya sebagai adik kandungnya,” ujarnya.
Ansori diketahui bekerja sebagai petani dan meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak. “Kami tidak menyangka beliau pergi secepat ini. Tapi kami ikhlas, Allah lebih sayang beliau,” kata Jon. Keluarga berharap doa dan dukungan dari masyarakat atas musibah yang mereka alami.











