"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Pencarian ABK speedboat Habibi Express, SAR Gunakan Alat Deteksi Bawah Air

Pencarian ABK Speedboat Habibi Express Memasuki Hari Kedua

Tim SAR Gabungan terus melanjutkan pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) speedboat reguler Habibi Express yang terjatuh di perairan Sungai Sesayap, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara). Pencarian ini memasuki hari kedua setelah insiden tersebut terjadi.

Awal Kejadian dan Penanganan Awal

Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan pada Kamis (19/3/2026). Menurut informasi yang diperoleh, insiden terjadi sekitar pukul 16.35 WITA saat kapal sedang mengangkut penumpang menuju Tana Tidung. Dede Hariana, Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, menjelaskan bahwa korban diduga terjatuh dari kapal karena mungkin ada proses perbaikan atau hal lainnya.

Informasi kejadian kemudian diterima BPBD Tana Tidung dari agen kapal dan langsung disampaikan ke Kantor SAR Tarakan. Tim SAR segera bergerak pada malam hari dengan mengerahkan satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) beserta lima personel menuju lokasi kejadian. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA dini hari dan langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan yang telah lebih dulu berada di lokasi.

Pencarian Hari Pertama

Pada hari pertama pencarian, tim melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP) dengan radius sekitar tiga nautical mile. Namun, hasil pencarian masih nihil.

Perluasan Area Pencarian

Memasuki hari kedua, area pencarian diperluas menjadi empat nautical mile dari titik awal kejadian. Tim SAR bekerja sama dengan unsur gabungan seperti TNI, Polri, BPBD, Brimob, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat. Selain itu, alat pendeteksi bawah air seperti Aqua eye digunakan untuk membantu proses pencarian.

Area pencarian difokuskan di perairan Sungai Sesayap dengan titik koordinat awal di sekitar 3°35’39.16″ LU dan 116°59’31.26″ BT. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian yang membentang dari koordinat 3°36’9.51″ LU hingga 116°58’15.76″ BT, kemudian ke arah 3°35’27.25″ LU dan 116°58’9.20″ BT, dilanjutkan ke titik 3°35’38.85″ LU dan 116°59’34.75″ BT, hingga ke koordinat 3°35’32.54″ LU dan 117°0’15.83″ BT.

Identitas Korban dan Status Pencarian

Korban yang hilang bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung. Dari laporan awal, korban diduga tidak dapat berenang, namun penyebab pasti korban terjatuh masih dalam proses penelusuran. Dede Hariana menegaskan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal bersama seluruh unsur gabungan hingga korban ditemukan.

Peralatan yang Digunakan

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR didukung oleh beberapa peralatan penting seperti satu unit Rescue Dimex, satu unit Rigid Buoyancy Boat, perlengkapan medis, serta alat komunikasi. Cuaca saat pencarian dilaporkan cerah dan tidak terdapat hambatan signifikan.

Kesimpulan

Operasi pencarian ABK speedboat Habibi Express terus berlangsung dengan melibatkan banyak pihak dan alat canggih. Meski belum ada hasil yang signifikan, upaya pihak SAR tetap berlangsung dengan semangat tinggi. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan siap membantu jika diperlukan.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *