Peristiwa Pembakaran yang Menyisakan Trauma Mendalam
Seorang perempuan paruh baya, AY (50), menjadi korban penganiayaan berat setelah disiram pertalite lalu dibakar oleh seorang pria di Kota Padang, Sumatera Barat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekira pukul 15:50 WIB. Kini, AY mengalami luka bakar derajat 2A dengan luas sekitar 90 persen di seluruh tubuhnya, hanya puncak kepala dan punggung kaki yang tidak terkena api.
Afni, adik kandung korban, menggambarkan kondisi kakaknya yang kini sulit dikenali. “Wajahnya sembab, bibirnya penuh bekas luka bakar. Merah keputihan,” ujarnya dengan nada getir namun tegas saat jurnalis Tribun Padang menemuinya di koridor RSUP M Djamil, Jumat (13/3/2026) sore.
Pelaku, yang berinisial IK (36), merupakan anak angkat dari AY. Peristiwa naas itu menimpa AY di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Padang Utara. Setelah mendapatkan perawatan di ruangan ICU, AY harus dioperasi di RSUP M Djamil Padang.
Menunggu Penuh Harapan
Di bagian luar sudut ruangan operasi, wajah tegang keluarga terlihat jelas setelah AY dimasukkan ke ruangan operasi. Mereka duduk di atas tikar yang dibentangkan di bagian lantai, terlihat tak banyak bercerita, tapi berharap kesembuhan AY.
Afni, adik kandung AY, tak kuasa menahan kesedihan saat mencoba menanyakan kondisi AY. “Sekujur tubuhnya hangus terbakar, wajahnya sembab, termasuk bibir, penuh beban kebakaran semuanya, warnanya merah keputihan. Tidak seperti wajahnya, karena sulit dikenali,” ungkapnya sembari menahan kesedihan.
Tak Kuat Tahan Amarah
Di tengah kesedihan itu, Afni mulai bercerita bahwa ia mendapat informasi kakaknya mengalami pembakaran pada Kamis lalu sekira pukul 16:00 WIB. Kabar itu tidak ia terima langsung dari keluarga sang kakak, melainkan dari adik laki-laki Afni yang sekampung dengannya.
Mendengar kabar kakaknya dibakar, Afni langsung kaget dan tak kuasa menahan amarahnya. Bahkan ia berharap bisa menemuinya ke Padang dengan cepat. Air matanya juga tiba-tiba pecah, saat mengetahui terduga pelaku adalah anak angkat dari sang kakak.
“Jangankan saya, ibu saya juga kejang-kejang mendengar anak tertuanya diperlakukan seperti itu,” pungkasnya.
Keluarga Besar Berangkat ke Padang
Setelah menerima informasi, Afni beserta tujuh keluarga lainnya langsung berangkat ke Kota Padang, tepatnya ke RSUP M Djamil. Mereka terdiri dari ibu kandung AY (50), Afni, adik-adiknya dan cucu. Tidak hanya itu, keluarga sang kakak juga datang sebanyak empat orang.
Setiba di RSUP M Djamli, Afni langsung melihat sang kakak, sebab ia sudah sampai sana pada Kamis pukul 22:00 WIB. “Saya sampai di sini malam, sekitar jam 22:00 WIB, dan saya pertama melihat kakak,” katanya sembari menahan air mata.
Kondisi Korban
AY (50) dilaporkan mengalami luka bakar derajat 2A dengan luas sekitar 90 persen di sekujur tubuhnya. Sementara itu, berdasarkan keterangan Afni, sekujur tubuh AY (50) hangus terbakar, wajahnya sembab, termasuk bibir, penuh bekas terbakar serta warnanya merah keputihan.
Afni juga mengaku wajah sang kakak tidak lagi dikenalinya, lantaran hangus dilalap si jago merah dan menjadi sembab. “Saya lihat tidak seperti wajahnya, karena sulit dikenali,” kata Afni. Sedangkan bagian tubuh yang tidak terkena api hanya puncak kepala dan punggung kedua kaki, selebihnya sudah dilalap si jago merah.
Melihat kondisi kakaknya itu, tangisnya kembali pecah, seakan tak percaya dengan yang terjadi. Di luar ruangan operasi itu, Afni bersama keluarga yang lainnya masih menunggu sang kakak selesai dioperasi.
Harapan Keluarga
Afni bersama keluarga besarnya berharap terduga pelaku dihukum setimpal. Sebab ia tak kuasa melihat kakaknya diperlakukan oleh terduga anak angkat sang kakak seperti itu. Bahkan Afni mengaku ia dan keluarga tidak akan memaafkan perbuatan terduga pelaku sampai kapanpun.
Bagi Afni, sebelum terduga pelaku membakar kakaknya, kemungkinan dipengaruhi oleh sifat temperamen dan main fisik. “Kakak saya ini orangnya baik, merupakan ibu rumah tangga, namun juga membuka usaha jualan nasi (ampera), tak menyangka sampai diperlakukan begini, semoga pelaku dihukum seadil-adilnya,” tambahnya.
Sisakan Tembok Hitam
Bagian rumah yang menjadi lokasi pembakaran terlihat bekas kebakaran dengan tembok yang menghitam. Area yang terbakar tidak terlalu luas, namun beberapa perabotan seperti meja dan karpet yang sempat terpapar api masih berada di tempat kejadian perkara.
Salah seorang saksi berinisial R (20) yang juga merupakan cucu angkat korban menceritakan detik-detik kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, dirinya sedang berada di depan rumah untuk melayani calon penumpang bus.
“Waktu kejadian pembakaran kemarin sekitar pukul 15.00 WIB saya sedang berada di depan rumah menjadi agen bus. Saat itu kondisinya sedang ramai orang yang akan naik bus,” katanya.
Menurutnya, korban saat itu berada di ruang tamu sendirian sambil menonton televisi. Namun, tak lama kemudian pelaku datang dan langsung melakukan aksinya. “Saat itu korban sedang di ruang tamu menonton TV sendirian. Tiba-tiba tanpa berkata apa-apa pelaku langsung menyiram nenek menggunakan bensin, lalu menyulut api hingga nenek terbakar,” ujarnya.
Menurut R, bensin tersebut dibeli oleh dirinya karena beberapa hari sebelumnya minta tolong dibelikan bensin ketengan, namun R tidak mengetahui peruntukan bensin itu, ia mengira bahwa bensin akan digunakan untuk mengisi minyak sepeda motor.
Api yang menyambar tubuh korban dengan cepat membesar sehingga membuat orang-orang di sekitar lokasi panik. “Orang-orang langsung terkejut. Saya juga terkejut karena api cepat membesar di dalam rumah. Banyak orang berteriak dan berlari menjauh,” katanya.
Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung keluar dari rumah. R kemudian berusaha menolong korban dengan terlebih dahulu mematikan aliran listrik di rumah tersebut. “Hal pertama yang saya lakukan mematikan aliran listrik karena takut kenapa-kenapa. Saat itu korban sudah berguling-guling berusaha memadamkan api di tubuhnya,” ujarnya.
Tidak lama kemudian, suami korban datang dan membantu memadamkan api dengan membawa korban ke kamar mandi. “Mereka langsung menuju kamar mandi untuk memadamkan api. Saya juga mengambil air dari kamar mandi samping yang biasa digunakan penumpang untuk menyiram api,” katanya.
Setelah api berhasil dipadamkan, R masuk ke dalam rumah untuk melihat kondisi korban yang sudah mengalami luka bakar cukup parah. Melihat kondisi tersebut, ia kemudian meminta bantuan sopir taksi online yang baru saja mengantar penumpang ke loket bus untuk membawa korban ke rumah sakit.
“Saya minta tolong ke sopir taksi online yang baru saja mengantar orang ke loket apakah bisa membantu mengantar korban ke rumah sakit, dan sopir itu bersedia,” ujarnya.
Korban awalnya dibawa ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang. Namun karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pelaku Menyerahkan Diri
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi mengatakan peristiwa naas tersebut terjadi di kawasan Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, tepatnya di kantor PT Lubuk Basung Ekspres.
“Korban diketahui berinisial AY (50), seorang ibu rumah tangga asal Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan,” kata Yuliadi.
“Sementara itu, terduga pelaku adalah IK (36) yang diketahui bekerja sebagai agen dan berdomisili di lokasi yang sama dengan tempat kejadian perkara,” tambahnya.
Menurut Yuliadi kejadian bermula saat terduga pelaku diduga sakit hati terhadap ucapan korban yang merupakan ibu angkatnya. Pelaku kemudian mengambil botol air mineral yang berisi bahan bakar pertalite, lalu menyiramkannya ke tubuh korban.
“Setelah itu, pelaku menyulut api sehingga menyebabkan tubuh korban terbakar,” ujarnya.
Melihat kejadian tersebut, sejumlah saksi yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan api yang membakar tubuh korban. Setelah api berhasil dipadamkan, korban kemudian dibawa oleh suaminya ke rumah sakit.
Setelah kejadian, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Padang Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengamankan pelaku, mendata saksi-saksi, serta menyita barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











